Tentara Ukraina Putus Asa, Kami Dikirim Hanya untuk Mati ke Bakhmut

Kamis, 16 Maret 2023 - 19:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bakhmut, Mercinews.com – Para tentara Ukraina yang putus asa menyadari sejak awal bahwa mereka dikerahkan ke Bakhmut hanya untuk “dikirim mati”. Mereka mengeluh tidak memiliki artileri dan hanya menjadi sasaran tembak pasukan Rusia .

Bakhmut, kota kecil di timur Ukraina, telah menjadi medan pertempuran mengerikan saat pasukan Moskow mengintensifkan serangan selama musim dingin.

Meski militer Kiev dan media-media Barat menggambarkan “kerugian besar” di kubu militer Moskow, pasukan Ukraina telah berbicara tentang perjuangan putus asa mereka sendiri untuk bertahan hidup melawan stok artileri dan personel Rusia yang hampir tak terbatas.

Ketika mereka mengantar kami ke Bakhmut, saya sudah tahu bahwa saya akan dikirim ke kematian,” kata seorang tentara Ukraina kepada The Kyiv Independent tanpa disebutkan namanya di dekat Kramatorsk, sekitar 25 km sebelah barat garis depan.

“(Rusia) terus menembaki kami, tetapi kami tidak memiliki artileri—jadi kami tidak memiliki apa pun untuk menyerang balik mereka,” imbuh Volodymyr, yang nama keluarganya dirahasiakan untuk melindungi identitasnya, yang dilansir Kamis (16/3/2023).

Baca Juga:  Presiden Prancis Emmanuel Macron Minta Israel Tak Balas Serangan Iran

Saya tidak tahu apakah saya akan kembali atau tidak. [Pasukan] kami baru saja terbunuh.” Kemajuan Rusia sangat bergantung pada anggota kelompok tentara bayaran Wagner Group.

Kelompok ini telah memperoleh keuntungan di Bakhmut. Moskow pertama kali berusaha untuk memenangkan konflik brutal dengan mengerahkan serangan “gelombang manusia”, menggunakan batalion narapidana, sebelum akhirnya mengirim pasukan tentara bayaran elite.

Itu terjadi setelah presiden Volodymyr Zelensky dan komando militer utamanya setuju untuk terus membela Bakhmut.

Baca Juga:  Putra miliarder Chechnya ditangkap karena menyerang polisi di kota Moskow

Sayang sekali bahwa mungkin 90 persen kerugian kami berasal dari artileri—atau tank dan penerbangan.

Dan apalagi (korban) dari baku tembak,” kata Valeriy, prajurit Ukraina lainnya, beberapa jam setelah meninggalkan Bakhmut.

Dia mengatakan hanya sedikit dari 27 anggota asli peletonnya yang keluar kota bersamanya, tetapi menjelaskan bahwa kebanyakan dari mereka terluka, bukan terbunuh.

“Rusia memiliki begitu banyak senjata, dan jumlahnya sangat banyak,” kata Valeriy. “Mereka menembaki kami sepanjang waktu. Terkadang, Anda mendengar (tembakan artileri) yang masuk setiap detik.”

(m/c)

Berita Terkait

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB