Jakarta, Mercinews.com – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) memperkuat kemitraan strategis dalam mendukung publikasi pembangunan desa dan penguatan tata kelola pemerintahan desa di seluruh Indonesia.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Pengurus SMSI Pusat dengan DPP ABPEDNAS di Kantor Pusat ABPEDNAS, Jalan Gudang Peluru Raya, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (20/5/2026).
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Delegasi SMSI dipimpin Ketua Umum Firdaus bersama Sekretaris Jenderal Makali Kumar, Bendahara Iwan Jalaluddin, serta Wakil Ketua Dewan Penasihat Prof. Dr. Taufiqurochman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara dari pihak ABPEDNAS hadir Ketua Dewan Pengawas Prof. Dr. Reda Manthovani, Ketua Umum Indra Utama, dan Sekretaris Jenderal Adhitya Yusma Perdana.
Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus mengatakan, kemitraan tersebut diharapkan mampu memperkuat penyebarluasan informasi pembangunan desa melalui jaringan media siber yang tersebar di berbagai daerah.
Menurutnya, SMSI sebagai salah satu konstituen Dewan Pers memiliki kekuatan jaringan media yang cukup besar dengan 3.181 perusahaan media siber di 35 provinsi serta berbagai kabupaten dan kota di Indonesia.
“Kami ingin membangun sinergi dengan ABPEDNAS dalam mendukung publikasi pembangunan desa sekaligus memperkuat aspirasi masyarakat melalui media yang profesional dan bertanggung jawab,” ujar Firdaus.
Ia menegaskan, media memiliki peran strategis dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas pemerintahan desa melalui penyampaian informasi yang objektif, edukatif, dan konstruktif.
Firdaus juga menyebut jaringan SMSI di daerah siap mendukung berbagai program ABPEDNAS, termasuk sosialisasi kebijakan dan penguatan kapasitas kelembagaan desa.
“Kami siap berkolaborasi dengan ABPEDNAS di seluruh Indonesia agar program-program pembangunan desa dapat diketahui masyarakat secara luas,” katanya.
Sambut Positif
Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS Reda Manthovani menyambut positif penguatan kemitraan tersebut.
Menurutnya, pembangunan desa membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk media massa, agar proses pengawasan dan pemberdayaan masyarakat berjalan optimal.
Reda menjelaskan, ABPEDNAS memiliki peran penting sebagai wadah komunikasi dan koordinasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di seluruh Indonesia. Selain itu, organisasi tersebut juga berfungsi memperkuat pengawasan terhadap jalannya pemerintahan desa.
“Penguatan desa merupakan investasi jangka panjang bagi bangsa. Karena itu, BPD harus mampu memastikan pemerintahan desa berjalan transparan, akuntabel, dan berpihak kepada masyarakat,” ujar Reda.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan media diharapkan dapat memperkuat edukasi publik terkait pembangunan desa sekaligus mendorong tumbuhnya partisipasi masyarakat.
“Desa yang kuat membutuhkan kelembagaan yang kuat. Sinergi dengan media menjadi penting untuk membangun budaya pemerintahan yang profesional dan berintegritas,” katanya.
Sementara itu, Sekjen ABPEDNAS Adhitya Yusma Perdana mengatakan kerja sama dengan SMSI merupakan bagian dari implementasi hasil Rapat Pimpinan Nasional ABPEDNAS terkait penguatan kelembagaan dan perluasan kemitraan strategis.
Menurutnya, kolaborasi tersebut juga menjadi langkah untuk membangun opini publik yang positif terhadap pembangunan desa dan penguatan peran BPD.
“Kerja sama ini menjadi bagian dari semangat gotong royong untuk menjaga desa dan memperkuat pembangunan nasional dari tingkat paling bawah,” ujar Adhitya.
Dalam kesempatan tersebut, ABPEDNAS juga memaparkan sejumlah program organisasi, termasuk lomba film pendek bertema “Jaksa Garda Desa” sebagai bentuk edukasi dan penguatan pengawasan di tingkat desa.(red)






