Yogyakarta, Mercinews.com – Jafarudin resmi terpilih sebagai Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masa bakti 2026 – 2030 dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) yang digelar di Sleman, Selasa (17/2/2026). Musprov SMSI DIY tersebut dirangkai dengan bedah buku ‘Ambang Sandyakala Jurnalisme Salam Sayang untuk Dewan Pers’ yang mengulas dinamika dan tantangan pers di era digital.
Sebagai nahkoda baru SMSI DIY, Jafarudin menyampaikan arah program kerja organisasi ke depan. Ia mengajak untuk menguatkan peran organisasi dan kosistem media siber.
“Program prioritas saya adalah bagaimana menguatkan peran organisasi dan ekosistem media siber sebagaimana tujuan SMSI, yaitu mewujudkan ekosistem industri media siber yang sehat, mandiri, dan bermartabat serta mewujudkan masyarakat Indonesia yang demokratis, cerdas, tertib, adil, makmur, dan sejahtera,” kata wartawan yang akrab disapa Fafa ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Fafa menyebutkan bahwa penguatan kapasitas jurnalis, peningkatan kualitas konten, serta kolaborasi antarmedia menjadi fokus kepengurusan baru. Selain itu, adaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi juga menjadi perhatian dalam menjaga keberlanjutan media siber.
Bedah Buku
Sementara itu, Ketua SMSI DIY periode 2022 – 2026, Sihono HT, yang kini menjabat Ketua Dewan Pembina SMSI DIY, menyoroti substansi buku yang dibedah dalam kegiatan tersebut.
“Buku ini menegaskan verifikasi idealnya memperkuat ekosistem, bukan menyisihkan. Ketika syarat administratif dan finansial diseragamkan tanpa empati pada realitas media kecil dan daerah, yang tereduksi bukan hanya jumlah perusahaan pers, tetapi juga keberagaman suara publik. Jurnalisme tumbuh dari kedekatan dengan warga, dari kerja tekun di lapangan, bukan semata dari neraca keuangan yang tebal,” tandas Sihono.
Hal senada disampaikan Hudono. Ia menilai verifikasi yang terlalu menitikberatkan pada struktur perusahaan pers berpotensi mengabaikan esensi jurnalisme. Ia juga mengapresiasi terbitnya buku tersebut sebagai refleksi atas dinamika keberlanjutan media, khususnya media skala UMKM di daerah
Kegiatan bedah buku dihadiri oleh pengurus SMSI, jurnalis, akademisi, dan pegiat media di DIY. Diskusi berlangsung dengan membahas berbagai isu, termasuk verifikasi perusahaan pers, keberlanjutan industri media, serta tantangan menjaga independensi dan kualitas jurnalisme di tengah arus digitalisasi.
Adapun elantikan kepengurusan SMSI DIY periode 2026 – 2030 ditandai dengan serah terima pataka organisasi dari Sihono kepada Jafarudin sebagai simbol pergantian kepemimpinan.(red)






