Rupiah Menguat Tipis di Tengah Harapan Damai Dagang AS-Tiongkok

Rabu, 11 Juni 2025 - 21:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, MERCINEWS.COM – Nilai tukar rupiah mencatat penguatan tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (11/6), di tengah meningkatnya optimisme pasar terhadap meredanya ketegangan dagang antara AS dan Tiongkok.

Rupiah sempat bergerak sideways dalam rentang sempit Rp16.255 hingga Rp16.272 per dolar AS. Namun menjelang penutupan perdagangan, mata uang Garuda berhasil menguat sebesar 0,09 persen atau 15 poin ke level Rp16.260 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp16.275.

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menjelaskan bahwa sentimen positif global menjadi pendorong utama penguatan ini, terutama setelah muncul kabar mengenai kemajuan dalam hubungan dagang antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut.

Berdasarkan laporan dari Xinhua, Wakil Perdana Menteri Tiongkok, He Lifeng, yang juga merupakan anggota Biro Politik Partai Komunis Tiongkok, bertemu dengan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menjelang dimulainya sesi pertama mekanisme konsultasi ekonomi dan perdagangan bilateral yang digelar pada Senin (9/6).

Baca Juga:  Purbaya Optimistis Tekanan Rupiah Mereda dalam Beberapa Bulan ke Depan

Pertemuan yang berlangsung selama dua hari itu disebut berjalan secara profesional, mendalam, dan jujur. Hasil pertemuan ini dipandang sebagai implementasi lanjutan dari komunikasi antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, baik melalui sambungan telepon pada 5 Juni lalu, maupun dalam pertemuan mereka di Jenewa, Swiss.

Pasar merespons positif perkembangan ini dengan harapan tercapainya kesepakatan yang saling menguntungkan, serta mampu menurunkan eskalasi konflik dagang yang selama ini membebani sentimen global.

Baca Juga:  Rupiah Terancam Rp 18.000, Sentimen Global dan Domestik Dorong Dolar AS Menguat

Sejalan dengan penguatan di pasar spot, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis Bank Indonesia juga menunjukkan penguatan rupiah ke posisi Rp16.265 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp16.276.

Untuk perdagangan Kamis (12/6), rupiah diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Rp16.250 hingga Rp16.325 per dolar AS, dengan arah pergerakan masih dipengaruhi oleh perkembangan lanjutan hubungan dagang AS-Tiongkok serta dinamika sentimen global lainnya.(rkm)

Berita Terkait

Purbaya Masih Optimistis Rupiah Menguat pada Semester II 2026
Akulaku Finance dan Danamon Perkuat Sinergi, Dorong Pertumbuhan Pembiayaan Digital
Rupiah Tertekan, Nilai Tukar Diproyeksi Dekati Rp 18.000 per Dolar AS
Purbaya Soroti Koordinasi Kemenhub soal Pajak Kapal Asing
Rupiah Dibuka Melemah, Investor Soroti Pelebaran Defisit Fiskal
Kamu Pengusaha Kena Pajak? Catat Ini agar Tidak Dicabut Kewenangannya
Aspek Pajak atas Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan
Aset Perusahaan Terbakar? Begini Aspek Perpajakannya
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:48 WIB

Purbaya Masih Optimistis Rupiah Menguat pada Semester II 2026

Senin, 8 Juni 2026 - 21:08 WIB

Akulaku Finance dan Danamon Perkuat Sinergi, Dorong Pertumbuhan Pembiayaan Digital

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:52 WIB

Rupiah Tertekan, Nilai Tukar Diproyeksi Dekati Rp 18.000 per Dolar AS

Kamis, 29 Januari 2026 - 00:26 WIB

Purbaya Soroti Koordinasi Kemenhub soal Pajak Kapal Asing

Jumat, 9 Januari 2026 - 10:45 WIB

Rupiah Dibuka Melemah, Investor Soroti Pelebaran Defisit Fiskal

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB