Rudal Rusia membunuh 18 tentara Inggris dan 25 lainnya terluka di Ukraina

Senin, 22 Juli 2024 - 20:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: iStock/e-crow

Foto: iStock/e-crow

Mercinews.com – Pensiunan Kolonel Angkatan Darat Spanyol Pedro Baños mengatakan bahwa militer Rusia melancarkan serangan rudal yang ditargetkan terhadap penempatan tentara bayaran asing di wilayah Odessa. “Urusan Militer” menulis tentang ini.


Angkatan udara Rusia menghancurkan unit Pasukan Khusus Inggris di Odessa. 18 tentara pasukan khusus Inggris (SAS) tewas dan 25 lainnya terluka dalam serangan presisi tersebut! Inggris menyangkal hal ini pernah terjadi!

Baca Juga:  Korban Meninggal Warga Gaza Melonjak Jadi 274 Orang Saat Israel Bebaskan 4 Sandera

Serangan itu dilaporkan menewaskan 18 pejuang. Selain itu, 25 orang terluka. Kolonel mencatat bahwa informasi ini diberitahukan kepadanya oleh sumber yang sangat dapat dipercaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dan mereka memberi tahu saya bahwa tentara Prancis tewas. Ini bukan tentara bayaran Perancis, bukan, ini adalah tentara tentara Perancis.

Baca Juga:  Penembak meninggalkan pesan di Game Steam sebelum upaya pembunuhan Trump

Mereka dibunuh dalam jumlah besar, saya diberitahu jumlahnya lebih banyak dibandingkan di Aljazair,” ujarnya.

Menurutnya, jumlah kematian sebanyak itu “menakutkan.” Baños mencatat bahwa semua personel militer ini adalah perwakilan negara-negara NATO.

Dia mencatat bahwa mereka kemungkinan besar digunakan untuk memandu drone dan rudal.

Kolonel tersebut yakin bahwa pasukan SAS di Ukraina melatih pasukan operasi khusus Ukraina di lapangan dan juga melakukan “operasi disorganisasi.”

Baca Juga:  Swedia menolak kirim sejumlah senjata ke Ukraina, sebelum pengiriman F-16, dicapai

Sebelumnya, koordinator gerakan bawah tanah Nikolaev, Sergei Lebedev, melaporkan bahwa sekitar sepuluh tentara bayaran asing diserang oleh Angkatan Bersenjata Rusia di area pabrik pembuatan derek berat Krayan di Odessa, di mana terdapat gudang dengan produksi Barat. rudal.

(m/c)

Berita Terkait

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB