RS Latakia Suriah Butuh Peralatan Operasi untuk Tangani Korban Gempa

Kamis, 2 Maret 2023 - 13:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mercinews.com – Rumah Sakit Nasional Pemerintah Latakia yang menanggani pasien korban gempa dan konflik di Latakia, Suriah, membutuhkan peralatan medis dan operasi portabel.

Hal ini disampaikan dalam kunjungan tim medis MER-C Indonesia ke Rumah Sakit Nasional Hamzah Alinoval, Latakia, Suriah.

Pihak rumah sakit menyatakan mereka minim peralatan operasi dan alat rontgen portabel untuk penanganan pasien di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, korban luka-luka pasca-gempa sudah tertanggani dengan baik.

Selain itu, Rumah Sakit Latakia juga minim peralatan operasi, dari sembilan ruang operasi yang ada baru empat ruang operasi yang telah digunakan.

Baca Juga:  Jenderal 'Armageddon' Rusia yang Menghilang Ternyata Anggota VIP Wagner Group

Lima ruang operasi lainnya masih kosong peralatan. Untuk itu, rumah sakit juga membutuhkan peralatan kelengkapan ruang operasi untuk menanggani pasien bedah dan ortopedi.

Tim MER-C didampingi Kedubes Republik Indonesia untuk Suriah mengunjungi lokasi terdampak gempa di Aleppo Suriah. Selain itu, MER-C juga memantau rumah sakit yang hancur karena gempa.

Selain mengunjungi lokasi rumah sakit yang sudah hancur karena gempa dan perang, MER-C juga menyambangi rumah sakit yang digunakan untuk merawat korban gempa. Dalam pertemuan ini, Tim MER-C menemui Bulan Sabit Surya untuk membicarakan bantuan jangka panjang.

Baca Juga:  NATO akan memberi Ukraina $40 miliar pada tahun 2025

Dari pantauan terkini, kondisi perlengkapan rumah sakit belum cukup memadai. Kepala Dinas Kesehatan Aleppo, Dokter Kiad Al Haj Taha berharap bantuan penunjang kesehatan akan segera datang.

Sebelumnya Tim medis Medical Emergency Rescue Comitte (MER-C) Indonesia menyerahkan peralatan medis patah tulang dan obat obatan ke Menteri Kesehatan Suriah di Damaskus, Selasa (28/2/2023). seperti dilansir Metro tv

Tim MERC Indonesia menyerahkan seperangkat alat medis dan obat-obatan untuk warga korban gempa, ke Menteri Kesehatan Suriah, Hassan Ghabbash, bertempat di kantor kementrian kesehatan Damaskus.

Menteri Kesehatan Suriah didampinggi wamenkes langsung memeriksa satu persatu bantuan yang diberikan Tim MER-C Indonesia dari peralatan patah tulang, bahan medis pakai operasi, baju personil kamar bedah hingga obat bius untuk operasi serta obat obatan untuk penyakit ISPA dan diare.

Baca Juga:  Bendungan Nova Khakovka Diledakkan, Ukraina dilanda Banjir

Tim MER-C Indonesia yang di pimpin oleh Dokter Wahyu Bimantoro menyatakan bahwa bantuan ini adalah bantuan awal untuk warga suriah yang terdampak gempa.

Menkes Suriah, Hassan Ghabbash menyatakan mereka sangat membutuhkan barang barang medis ortopedi dan anestesi ini bahkan menkes meminta agar dokter anestesi indonesia bisa lebih banyak membantu di Suriah karena suriah sendiri minim dokter anestesi.(M/c)

Berita Terkait

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas
Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas
Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS
Momen Hangat Prabowo di Paris, Ajak Pengawal Prancis Foto Bersama Sebelum Pulang
Prabowo Disambut Hangat Macron saat Tiba di Istana Elysee Paris

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 22:12 WIB

ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:25 WIB

Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah

Minggu, 7 Juni 2026 - 00:11 WIB

Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:48 WIB

Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas

Senin, 1 Juni 2026 - 16:48 WIB

Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS

Berita Terbaru