Polisi Malaysia Gerebek Sindikat Perdagangan Manusia, 49 WNI Disekap

Jumat, 17 Oktober 2025 - 23:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Mercinew.com – Polisi Diraja Malaysia (PDRM) membongkar jaringan besar perdagangan manusia yang beroperasi di wilayah Klang, Malaysia. Dalam operasi tersebut, polisi menyelamatkan 49 warga negara Indonesia (WNI) yang disekap dan dieksploitasi oleh sindikat.

Dilansir dari Bernama, Jumat (17/10), sebanyak 14 pelaku ditangkap, termasuk tiga warga Indonesia yang diduga ikut terlibat dalam jaringan kejahatan tersebut.

Direktur Departemen Investigasi Kriminal (CID) CP Datuk M Kumar S Muthuvelu mengatakan seluruh tersangka terdiri atas 11 warga lokal (delapan pria dan tiga wanita) serta tiga wanita WNI berusia antara 27 hingga 47 tahun.

“Semua yang ditahan terdiri atas 11 warga lokal dan tiga wanita warga Indonesia berusia antara 27 hingga 47 tahun yang ditangkap sampai hari ini,” ujar Kumar.

Dalam operasi yang digelar PDRM itu, polisi juga berhasil menyelamatkan 49 wanita WNI yang menjadi korban sindikat perdagangan manusia. Mereka ditemukan di 11 lokasi berbeda di sekitar Klang, Malaysia.

Para korban berusia antara 20 hingga 47 tahun. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, mereka telah berada di Malaysia selama 5 bulan hingga 13 tahun, dengan sebagian besar tidak memiliki dokumen resmi atau izin kerja yang sah.

Baca Juga:  Seorang Remaja di Sulsel Tebas Jari Polisi Hingga Putus Gegara Dituduh Kurir Sabu

Polisi turut mengamankan uang tunai senilai RM 1,05 juta, 71 paspor Indonesia, dan tiga kendaraan yang digunakan untuk mendukung aktivitas sindikat tersebut.

Menurut Kumar, modus operandi sindikat ini adalah menipu korban dengan iming-iming pekerjaan layak di pabrik dan perusahaan swasta dengan gaji antara RM 2.000 hingga RM 3.000. Namun setelah tiba di Malaysia, korban justru dipaksa bekerja di sektor informal tanpa upah yang layak.

Baca Juga:  Presiden Suriah Bashar al-Assad dan keluarganya berada di Moskow

“Korban dikurung di lima rumah yang disediakan sindikat dan dipaksa bekerja sebagai pembantu rumah, pembantu kedai makan, serta pekerja salon,” ungkap Kumar.

PDRM saat ini masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk mengungkap jaringan lebih luas yang diduga melibatkan perekrut di Indonesia dan pihak penyalur di Malaysia. Polisi juga berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur untuk penanganan dan pemulangan para korban.(red)

Berita Terkait

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB