Perdana Menteri Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang Israel

Senin, 17 Juni 2024 - 18:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu

Tel Aviv, Mercinews.com – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan telah membubarkan kabinet perang dalam pemerintahannya, yang beranggotakan enam pejabat tinggi Tel Aviv. Pembubaran ini diperkirakan akan terjadi setelah mantan jenderal militer Israel, Benny Gantz, mengundurkan diri dari kabinet perang pekan lalu.

Seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, Senin (17/6/2024), seorang pejabat Israel yang enggan disebut namanya mengungkapkan bahwa Netanyahu saat ini diperkirakan akan menggelar rapat konsultasi dengan sekelompok menteri untuk membahas perang yang berkecamuk melawan Hamas di Jalur Gaza.

Menteri Pertahanan (Menhan) Yoav Gallant dan Menteri Urusan Strategis Ron Dermer yang tergabung dalam kabinet perang Israel, menurut pejabat Tel Aviv itu, akan menghadiri rapat konsultasi yang digelar oleh Netanyahu.

Beberapa waktu terakhir, Netanyahu menghadapi tuntutan dari sekutu-sekutu beraliran nasionalis-religius dalam koalisi pemerintahannya, seperti Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, agar disertakan ke dalam kabinet perang.

Langkah semacam itu berpotensi meningkatkan ketegangan antara Israel dengan mitra-mitra internasional, termasuk Amerika Serikat (AS).

Kabinet perang Israel dibentuk setelah Gantz, yang pernah menjabat Wakil PM dan Menhan di negara Yahudi itu, bergabung dengan Netanyahu dalam pemerintahan persatuan nasional pada awal perang berkecamuk di Jalur Gaza pada Oktober tahun lalu.

Baca Juga:  Pawai takbir keliling kembali meriahkan malam Idul Adha 1445 Hijriah di Banda Aceh

Kabinet perang itu juga menyertakan sekutu Gantz, seperti Gadi Eisenkot dan Aryeh Deri, yang merupakan ketua partai keagamaan Shas, sebagai pengamat.

Gant dan Eisenkot telah mengundurkan dari pemerintahan Israel pekan lalu, karena apa yang mereka sebut sebagai kegagalan Netanyahu dalam menyusun strategi perang di Jalur Gaza.

Dalam pengumuman pengunduran dirinya pekan lalu, Gantz menuduh Netanyahu tidak memiliki strategi perang yang efektif di Jalur Gaza dan gagal dalam perang melawan Hamas.

Baca Juga:  Puncak menara Katedral Rouen di Paris terbakar

“Netanyahu menghalangi kita untuk meraih kemenangan nyata. Itu sebabnya kami meninggalkan pemerintahan darurat hari ini dengan berat hati,” kata Gantz dalam pidato yang disiarkan televisi setempat dan dilansir AFP, Senin (10/6) lalu.

Dia juga menyerukan pemilu dini untuk Israel dan menegaskan bahwa “harus ada pemilu yang pada akhirnya akan membentuk pemerintahan yang akan mendapatkan kepercayaan rakyat dan mampu menghadapi tantangan”.

(m/ci)

Berita Terkait

UE memperpanjang sanksi ke Iran selama satu tahun, karena dukung Rusia
Ukraina tidak akan menerima undangan dan keanggotaan NATO sebelum perang berakhir
Analisis audio sebut tiga jenis senjata ditembakkan pada rapat umum Trump
62 hektare hutan terbakar di wilayah Krasnodar Rusia
NATO tidak akan menembak jatuh pesawat Rusia di wilayah udara Ukraina
Latihan bersama angkatan laut Rusia dan Tiongkok dimulai
Trump diselamatkan oleh satu gerakan kepala yang dia lakukannya saat penembakan
Upaya pembunuhan terhadap Trump meningkatkan peluangnya untuk menangkan pemilu AS
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juli 2024 - 23:48 WIB

UE memperpanjang sanksi ke Iran selama satu tahun, karena dukung Rusia

Senin, 15 Juli 2024 - 22:36 WIB

Ukraina tidak akan menerima undangan dan keanggotaan NATO sebelum perang berakhir

Senin, 15 Juli 2024 - 21:06 WIB

Analisis audio sebut tiga jenis senjata ditembakkan pada rapat umum Trump

Senin, 15 Juli 2024 - 19:26 WIB

NATO tidak akan menembak jatuh pesawat Rusia di wilayah udara Ukraina

Senin, 15 Juli 2024 - 19:03 WIB

Latihan bersama angkatan laut Rusia dan Tiongkok dimulai

Berita Terbaru

AFP melalui Getty Images

Olahraga

Pendapatan timnas dari Euro 2024 pun mulai diketahui

Senin, 15 Jul 2024 - 23:28 WIB