Jakarta, Mercinews.com – Pameran lukisan karya Anwar Rosyid bertema “Li Bi Do Re Mi Fa Sol La Si Do” di Balai Budaya, Jakarta, diharapkan dapat melahirkan para seniman baru yang terus aktif berkarya sekaligus memperkaya khazanah budaya bangsa.
Harapan tersebut disampaikan Kepala Satuan Tugas Pusat Studi Ilmu Kepolisian Irjen Pol (Purn.) Susilo Teguh Raharjo saat menghadiri pembukaan pameran yang digelar pada Jumat (22/5/2023).
Menurutnya, pameran seni tidak hanya menjadi ruang apresiasi karya, tetapi juga wadah bagi lahirnya gagasan dan kreativitas baru dari para seniman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pameran seperti ini penting untuk mendorong lahirnya seniman yang terus berkarya dan mampu menyampaikan pesan sosial kepada masyarakat,” ujar Susilo dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).
Ia menilai karya-karya Anwar Rosyid memiliki kekuatan artistik sekaligus pesan sosial yang kuat. Melalui pendekatan visual bergaya kartun dengan perpaduan warna kontras dan garis-garis tegas, lukisan-lukisan tersebut mengangkat berbagai isu sosial, mulai dari ketimpangan ekonomi, persoalan urban, hingga polarisasi sosial.
Menurut Susilo, kritik sosial yang disampaikan dalam karya tersebut terasa lugas, namun tetap memberi ruang bagi publik untuk melakukan refleksi terhadap realitas kehidupan masyarakat.
“Karya seni seperti ini mampu menjadi medium refleksi publik karena pesan yang disampaikan tidak menggurui, tetapi mengajak masyarakat untuk berpikir,” kata lulusan Akpol 1990 itu.
Ia juga menilai penggunaan simbol-simbol sosial dalam lukisan memperkuat narasi yang dibangun pelukis. Teknik campuran yang digunakan dinilai mampu menggambarkan dinamika sosial masyarakat modern yang kompleks dan penuh benturan kepentingan.
Pameran tersebut merupakan bagian dari implementasi community policing yang menggandeng komunitas seniman sebagai mitra dalam membangun keteraturan sosial melalui pendekatan budaya dan seni.
Susilo mengatakan, keterlibatan komunitas seni dalam kehidupan sosial menjadi penting karena karya seni dapat menghadirkan ruang dialog sekaligus menjembatani aspirasi masyarakat secara kreatif.
Turut hadir dalam pembukaan pameran tersebut Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian Komjen Pol (Purn.) Prof Chryshnanda Dwilaksana serta sejumlah seniman senior di Jakarta.
Ke depan, Susilo berharap pameran seni semacam ini terus digelar secara berkelanjutan agar semakin banyak seniman yang lahir dan berkembang melalui karya-karya yang tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga memiliki kepedulian sosial.(red)






