Mercinews.com – PTPN IV PalmCo memperkuat upaya regenerasi kepemimpinan melalui program ‘Next Gen Leaders Camp 2026’ sebagai bagian dari strategi menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi dinamika industri kelapa sawit global.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan, capaian perusahaan di tingkat internasional menjadi modal untuk terus berkembang, namun bukan alasan untuk berpuas diri. Menurutnya, perusahaan perlu memastikan tersedianya pemimpin baru yang mampu menjaga kinerja sekaligus menjawab tantangan industri pada masa mendatang.
Hal itu disampaikan Jatmiko saat memberikan pembekalan kepada peserta Next Gen Leaders Camp 2026 di Wikasatrian, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebut PalmCo saat ini menempati peringkat kedua dunia berdasarkan rasio laba terhadap aset (return on assets/ROA) serta indikator keberlanjutan (sustainability). Meski demikian, capaian tersebut dinilai masih harus ditingkatkan melalui penguatan kapasitas organisasi dan sumber daya manusia.
“Dari sisi laba terhadap aset, kita nomor dua di dunia. Bicara kelestarian dan keberlanjutan, ranking kita juga nomor dua di dunia. Tapi kemudian kita berpikir, kalau sudah begitu mau apa lagi? Itu belum cukup, far from enough,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulis yang diterima Kamis (23/7/2026).
Menurut Jatmiko, industri kelapa sawit ke depan akan menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari dinamika harga komoditas, tuntutan pasar global terhadap praktik keberlanjutan, hingga kebutuhan meningkatkan efisiensi operasional. Karena itu, PalmCo mendorong budaya perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) melalui inovasi di setiap lini perusahaan.
Dalam sesi tersebut, Jatmiko juga mengajak peserta membangun ketangguhan (resilience) dalam menghadapi berbagai tantangan pekerjaan. Ia menilai tekanan merupakan bagian dari proses pembentukan kualitas kepemimpinan.
“Untuk berubah, sering kali yang paling mudah adalah dengan tekanan. Tidak ada barang bagus yang lahir tanpa tekanan. Contohnya tembaga dan berlian. Berlian yang ukurannya kecil bisa sangat mahal karena dibentuk oleh tekanan yang sangat besar,” katanya.
Selain itu, Jatmiko menekankan pentingnya kemampuan mengambil keputusan yang disertai perhitungan risiko. Menurutnya, inovasi harus dijalankan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta integritas.
“Apakah inovasi itu berarti nekat? Tidak. Itu namanya calculated risk, risiko yang sudah diperhitungkan. Jadi kalau kita mau melompat, selama kita dengan hati bersih untuk rakyat, kita lompat. Tapi harus dihitung, jangan sampai jatuh,” ujarnya.
Jatmiko menambahkan, pencapaian PalmCo saat ini juga membawa konsekuensi meningkatnya harapan para pemangku kepentingan. Karena itu, perusahaan tidak hanya dituntut menghasilkan keuntungan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap penguatan industri sawit nasional.
“Keberhasilan kita hari ini bukan berarti membuat kita diapresiasi untuk kemudian dibiarkan hidup tenang. Justru kita kini dianggap dan diharapkan bisa menjadi motor penggerak sawit nasional,” katanya.
Next Gen Leaders Camp 2026 merupakan program pengembangan calon pemimpin PTPN IV PalmCo yang berlangsung selama tiga hari, pada 16-18 Juli 2026. Kegiatan tersebut diikuti talenta muda dari seluruh regional perusahaan di Indonesia.
Selain Direktur Utama, pembekalan juga dihadiri jajaran direksi, yakni Ugun Untaryo, Rury C. Baskoro, dan Arya Sandhiyudha, sebagai bagian dari penguatan regenerasi kepemimpinan di lingkungan PalmCo.(red)






