Netanyahu Sebut Serangan ke Kamp Pengungsi di Rafah Sebagai Kesalahan Tragis

Selasa, 28 Mei 2024 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu

Tel Aviv, Mercinews.com, – Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengakui pada hari Senin (27/5/2024) bahwa “kesalahan tragis” telah dilakukan dalam serangan udara Israel ke kamp pengungsi Palestina di Kota Rafah, menewaskan sedikitnya 45 orang.

Dari jumlah itu, otoritas kesehatan Jalur Gaza merinci bahwa 12 di antaranya perempuan, delapan anak-anak, tiga lansia, dan tiga jenazah lainnya terbakar hingga tidak dapat dikenali lagi.

Laporan VOA yang dikutip Selasa (28/5/2024) menyebutkan, 200 orang lainnya terluka dalam tragedi itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut otoritas kesehatan Jalur Gaza, serangan pada Minggu (26/5) malam membantu meningkatkan jumlah korban tewas warga Palestina secara keseluruhan dalam perang Israel Vs Hamas menjadi di atas 36.000 jiwa.

Netanyahu tidak merinci kesalahan yang dimaksudnya. Militer Israel awalnya mengklaim mereka telah melakukan serangan udara presisi yang menargetkan Hamas, menewaskan dua militan senior kelompok itu. Ketika rincian mengenai serangan tersebut terungkap, militer Israel kemudian mengatakan telah membuka penyelidikan atas kematian warga sipil.

“Meskipun kami berupaya semaksimal mungkin untuk tidak menyakiti warga sipil yang tidak bersalah, tadi malam terjadi kesalahan yang tragis,” kata Netanyahu dalam pidatonya di parlemen Israel pada Senin, seperti dilansir kantor berita AP. “Kami sedang menyelidiki insiden tersebut dan akan mendapatkan kesimpulan karena ini adalah kebijakan kami.”

Baca Juga:  Iran rilis laporan awal penyelidikan jatuhnya helikopter Presiden Ebrahim Raisi

Rincian serangan Israel ke kamp pengungsi Tel al-Sultan mengerikan.

“Kami berusaha mengeluarkan (jenazah) anak-anak yang terpotong-potong. Kami menarik keluar anak-anak muda dan lanjut usia. Kebakaran di kamp itu sulit digambarkan,” kata warga Bernama Mohammed Abuassa.

Dewan Keamanan PBB dilaporkan menjadwalkan pertemuan darurat tertutup pada Selasa sore mengenai situasi di Rafah atas permintaan Aljazair, perwakilan Arab di dewan.

Komisaris tinggi PBB untuk hak asasi manusia Volker Turk mengecam serangan Israel dengan, “Gambar-gambar dari kamp tersebut sangat mengerikan dan tidak menunjukkan adanya perubahan nyata dalam metode dan sarana peperangan yang digunakan oleh Israel yang telah menyebabkan banyak kematian warga sipil.”

Turk menambahkan sangat jelas bahwa keputusan untuk menyerang wilayah yang padat penduduk sipil akan mengakibatkan hasil yang dapat diprediksi: kematian lebih banyak warga sipil Palestina.

Dia meminta Israel mematuhi perintah Mahkamah Internasional (ICJ) pekan lalu untuk menghentikan serangan ke Rafah.

Presiden Dewan Eropa Charles Michel menyebut serangan Israel mengerikan dan mendesak Israel menghentikan serangannya di Rafah.

“Mengerikan melihat warga sipil Palestina yang tidak bersalah terbunuh dalam serangan baru-baru ini. Tidak ada zona aman bagi pengungsi internal di Rafah,” kata Michel di platform media sosial X.

Baca Juga:  Prancis ke semifinal, menang 5-3 adu penalti lawan Portugal

Di Washington, Amerika Serikat (AS), Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih merespons serangan Israel dengan menuturkan, “Israel mempunyai hak untuk menyerang Hamas dan kami mengetahui bahwa serangan ini menewaskan dua teroris senior Hamas yang bertanggung jawab atas serangan terhadap warga sipil Israel. Namun, seperti yang telah kami jelaskan, Israel harus mengambil segala tindakan pencegahan untuk melindungi warga sipil.”

Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menggambarkan situasi di Jalur Gaza pasca serangan Israel sebagai “neraka dunia”.

“Informasi yang datang dari Rafah tentang serangan lebih lanjut terhadap keluarga-keluarga yang mencari perlindungan sangatlah mengerikan,” sebut UNRWA.

Rafah telah menampung lebih dari satu juta orang – sekitar setengah dari populasi Jalur Gaza – yang mengungsi dari wilayah lain di Jalur Gaza. Kebanyakan dari mereka telah melarikan diri berulang kali. Ratusan ribu pengungsi memadati tenda-tenda kumuh di dalam dan sekitar kota, yang terletak di ujung selatan Jalur Gaza dan berbatasan dengan Mesir itu.

Netanyahu ngotot bahwa Israel harus menghancurkan apa yang disebutnya sebagai batalion terakhir Hamas yang tersisa di Rafah.

Di tempat lain di Rafah, Direktur Rumah Sakit Kuwait Suhaib Al-Hams mengumumkan penutupan rumah sakit yang dipimpinnya. Rumah sakit itu merupakan satu dari dua rumah sakit yang masih berfungsi di Kota Rafah.

Baca Juga:  Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara Satu-satunya Harapan, Kondisi Gaza Mencekam

“Kami mengumumkan penutupan Rumah Sakit Khusus Kuwait dan pemindahan staf medis ke rumah sakit lapangan yang sedang dipersiapkan di sekitarnya,” kata Suhaib Al-Hams, seperti dikutip dari kantor berita Xinhua.

Langkah tersebut diambil karena perluasan operasi militer Israel di Rafah dan tindakan berulang kali yang sengaja menargetkan lingkungan rumah sakit. Yang terbaru, Israel menargetkan gerbang rumah sakit, mengakibatkan kematian dua petugas medis.

Sementara itu, Rumah Sakit Al-Aqsa di Deir al-Balah, memperingatkan bahwa pencegahan pasokan bahan bakar oleh tentara Israel dapat mengakibatkan penghentian layanan kesehatan dalam empat jam ke depan.

Rumah Sakit Al-Aqsa menjelaskan bahwa tentara Israel telah mencegah pasokan bahan bakar sejak Minggu. Rumah sakit ini menyediakan perawatan medis dan layanan kesehatan kepada lebih dari 1.200 orang yang sakit dan terluka, termasuk 600 pasien gagal ginjal yang memerlukan dialisis ginjal.

Pihak Rumah Sakit Al-Aqsa meminta komunitas internasional menekan Israel agar memasok 50.000 liter bahan bakar untuk memastikan pekerjaan staf medis selama 10 hari ke depan.(mc)

Berita Terkait

Trump diselamatkan oleh satu gerakan kepala yang dia lakukannya saat penembakan
Upaya pembunuhan terhadap Trump meningkatkan peluangnya untuk menangkan pemilu AS
Ini Deretan Upaya Pembunuhan Menargetkan Presiden AS, Terbaru Donald Trump
Pelaku penembakan Trump, bernama Thomas Matthew Crooks berusia 20 tahun
Donald Trump ditembak saat kampanye pemilu, Ini Kata para pemimpin dunia
Dinas Rahasia AS melenyapkan penembak Donald Trump
Trump tertembak di telinga saat berbicara tentang migrasi ilegal di AS
Trump selamat dari upaya pembunuhan saat pidato, telinga berlumuran darah
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juli 2024 - 19:49 WIB

Trump diselamatkan oleh satu gerakan kepala yang dia lakukannya saat penembakan

Minggu, 14 Juli 2024 - 18:56 WIB

Upaya pembunuhan terhadap Trump meningkatkan peluangnya untuk menangkan pemilu AS

Minggu, 14 Juli 2024 - 16:06 WIB

Ini Deretan Upaya Pembunuhan Menargetkan Presiden AS, Terbaru Donald Trump

Minggu, 14 Juli 2024 - 14:14 WIB

Pelaku penembakan Trump, bernama Thomas Matthew Crooks berusia 20 tahun

Minggu, 14 Juli 2024 - 12:54 WIB

Donald Trump ditembak saat kampanye pemilu, Ini Kata para pemimpin dunia

Berita Terbaru

Foto: Kapolres Aceh Barat AKBP Andi Kirana resmi membuka Kejuaraan Provinsi Balap Motor IMI Aceh/ (Mercinews/Pemerintah Aceh)

Daerah

Kejuaraan Provinsi Balap Motor IMI Aceh resmi Dimulai

Senin, 15 Jul 2024 - 16:17 WIB

Amrullah Pengambilan Sumpah jabatan sekaligus Pelantikan ini berlangsung di Anjong Mon Mata, Gubernur Aceh, Minggu 14 Juli 2024. pukul 11.00 / (Mercinews/ Pemerintah Aceh Timur)

Daerah

Amrullah Jabat sebagai PJ Bupati Aceh Timur

Senin, 15 Jul 2024 - 16:04 WIB