Netanyahu: Israel akan menanggung akibatnya yang besar atas serangan balas dendam

Kamis, 1 Agustus 2024 - 01:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berbicara dari markas IDF Kirya di Tel Aviv, 31 Juli 2024. (Tangkapan Layar)

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berbicara dari markas IDF Kirya di Tel Aviv, 31 Juli 2024. (Tangkapan Layar)

JERUSALEM, Mercinews.com – Israel akan membalas dengan tegas setiap serangan terhadapnya, kata Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Rabu 31 juli 2024 setelah pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran Iran dan pemimpin senior Hizbullah di Beirut Lebanon.

Netanyahu mengatakan Israel telah melancarkan pukulan telak terhadap proksi Iran selama beberapa hari terakhir, termasuk Hamas dan Hizbullah.

Namun dia tidak menyebutkan pembunuhan Haniyeh, yang telah menimbulkan ancaman balas dendam terhadap Israel dan memicu kekhawatiran lebih lanjut bahwa konflik di Gaza akan berubah menjadi perang Timur Tengah yang lebih luas.

Warga Israel, hari-hari penuh tantangan terbentang di depan. Sejak serangan di Beirut terdengar suara ancaman dari segala arah. Kami siap menghadapi skenario apa pun dan kami akan bersatu dan bertekad melawan ancaman apa pun.

Baca Juga:  UIN Ar-Raniry Banda Aceh Terima Bantuan 5 Ton Kurma dari UEA

Israel akan menanggung akibat yang besar atas setiap agresi terhadap kami dari arena mana pun,” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi.

Militer Israel pada Selasa malam mengumumkan bahwa mereka telah membunuh Fuad Shukr, yang disebut sebagai komandan paling senior Hizbullah dan disalahkan atas serangan pada akhir pekan yang menyebabkan belasan anak muda tewas di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

Baca Juga:  Trump Ajukan Anggaran Militer Terbesar dalam Sejarah Modern AS

Shukr adalah penasihat pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah, menurut sumber Hizbullah dan pejabat Israel.

Hizbullah yang didukung Iran mengkonfirmasi kematiannya pada hari Rabu, beberapa jam setelah Hamas mengumumkan pemimpinnya, Haniyeh, telah dibunuh di Teheran.

Meskipun serangan di Teheran secara luas diasumsikan dilakukan oleh Israel, pemerintah Netanyahu tidak mengaku bertanggung jawab dan mengatakan tidak akan memberikan komentar atas pembunuhan Haniyeh.

(m/c)

Sumber Berita : Reuters

Berita Terkait

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB