Musim Kemarau, Sumur Warga Abdya Mulai Kekeringan

Minggu, 28 Juli 2024 - 09:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Tampak sunur warga mulai kekeringan akibat kemarau panjang.

Foto : Tampak sunur warga mulai kekeringan akibat kemarau panjang.

BLANGPIDIE (MERCINEWS.COM) – Hampir sebulan lebih hujan tidak turun di kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Akibat Musim kemarau panjang ini, tidak hanya menimbulkan kebakaran hutan dan lahan. Sumur warga juga mulai kering. Minggu (28-07-2024)

Sejumlah warga di Abdya mulai mengeluhkan sumur di rumah mereka yang mulai mengering. Misalkan sejumlah warga di Kecamatan Tangan-Tangan.

“Di rumah saya, sudah sepekan ini air sumur sudah kering. Sumur bor saya memang hanya kedalaman 6 meter saja. Tapi biasanya juga tidak pernah kering. Tapi sekarang, sumur bor kami sudah tidak ada airnya lagi,” ujar
Anwar Saputra Warga Gampong Kuta Bak Drien.

“Sungai kecil di gampong kami juga mengalami penurunan debit air yang signifikan. Jika hujan tidak turun dalam sepekan ke depan, kemungkinan sungai akan mengering sepenuhnya,” katanya di Aceh Barat Daya, Sabtu,

Baca Juga:  Longsor dan Banjir Rendam 5 Desa di Aceh Utara

Sebab itu, warga setempat terpaksa membeli air galon isi ulang untuk kebutuhan minum, sementara untuk mandi, mencuci, dan memasak, mereka harus mengandalkan air dari sungai.

Begitu juga dengan Gampong Ie Lhob, meskipun berada lebih rendah dari Gampong Kuta Bakrien, tetapi juga menghadapi kekeringan akibat kemarau panjang.

Fenomena El Nino memperparah situasi dengan curah hujan yang sangat rendah dan suhu panas matahari yang meningkat.

Baca Juga:  Bupati Aceh Tamiang: PalmCo Hadir Paling Awal Bantu Warga Terdampak Banjir

Warga di beberapa gampong di Kabupaten Abdya mulai merasakan dampak kekeringan ini, dan pasokan air bersih menjadi terbatas.

Pemkab Abdya diharapkan segera mengambil langkah mitigasi untuk mengatasi krisis air dan membantu masyarakat yang terdampak, dan berharap semoga situasi segera membaik dan kebutuhan air untuk masyarakat dapat terpenuhi.(*)

Berita Terkait

Imigrasi Bali Gencarkan Patroli Dharma Dewata, Awasi Aktivitas WNA
Akademisi USK Soroti Konflik PTPN IV Cot Girek, Minta Pemerintah Fasilitasi Dialog
Imigrasi Ngurah Rai Buka Layanan Paspor Akhir Pekan di Discovery Mall Bali
Imigrasi Ngurah Rai Sampaikan Kronologi Kematian WNA Australia di Ruang Detensi
Imigrasi Ponorogo Buka Layanan Paspor CPMI di LTSA, Permudah Pengurusan Dokumen ke Luar Negeri
Imigrasi Ngurah Rai Dekatkan Layanan Publik Lewat Immigration Lounge
400 KK Penambang di Aceh Selatan Desak Percepatan Penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat
Bertemu Sael di Manokwari, Gugun Gumilar Dorong Pemuda Papua Kuliah ke Luar Negeri

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:24 WIB

Imigrasi Bali Gencarkan Patroli Dharma Dewata, Awasi Aktivitas WNA

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:43 WIB

Akademisi USK Soroti Konflik PTPN IV Cot Girek, Minta Pemerintah Fasilitasi Dialog

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:21 WIB

Imigrasi Ngurah Rai Buka Layanan Paspor Akhir Pekan di Discovery Mall Bali

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:45 WIB

Imigrasi Ngurah Rai Sampaikan Kronologi Kematian WNA Australia di Ruang Detensi

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:07 WIB

Imigrasi Ponorogo Buka Layanan Paspor CPMI di LTSA, Permudah Pengurusan Dokumen ke Luar Negeri

Berita Terbaru

Prof. Yolanda Masnita Siagian (Foto: Dok. Pribadi)

Opini

Rebahan yang Ditakuti Negara

Sabtu, 18 Jul 2026 - 12:26 WIB