Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadan 2026 pada Tanggal Ini

Minggu, 4 Januari 2026 - 13:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

MERCINEWS.COM – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan tanggal awal puasa Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha 1447 Hijriah atau 2026 Masehi lebih awal. Penetapan ini tertuang dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah, yang disusun oleh Majelis Tarjih dan Tajdid.

Dalam menetapkan kalender ibadah, Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki yang berpedoman pada prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Metode ini mengutamakan perhitungan astronomis yang baku dan berlaku secara global. Karena perbedaan metode, penetapan Muhammadiyah kadang berbeda dengan keputusan pemerintah maupun Nahdlatul Ulama (NU).

Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha merupakan momen penting bagi umat Islam. Ramadan adalah bulan penuh berkah yang mewajibkan puasa, sementara Idul Fitri dan Idul Adha menjadi hari raya besar untuk mengekspresikan syukur dan ketaatan kepada Allah SWT.

Jadwal Ramadan dan Hari Raya

Berdasarkan hasil hisab KHGT, 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Ijtimak terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12.01.09 UTC.

Baca Juga:  HBI ke-76, Menteri Imipas Soroti Capaian PNBP dan Golden Visa

Pada saat matahari terbenam, posisi hilal belum memenuhi kriteria tinggi minimal dan jarak elongasi, sehingga puasa dimulai keesokan harinya dan berlangsung selama 30 hari.

1 Syawal 1447 H atau Idul Fitri 2026 ditetapkan pada Jumat, 20 Maret 2026. Sedangkan Idul Adha 1447 H, bertepatan dengan 10 Zulhijah, jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Metode NU dan Pemerintah

Hingga saat ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) belum mengumumkan awal Ramadan dan hari raya 2026. NU menggunakan metode hisab imkanur rukyat, yang dikombinasikan dengan rukyatul hilal atau pengamatan langsung terhadap bulan sabit muda.

Baca Juga:  PalmCo Jadikan Safari Ramadan Momentum Konsolidasi dan Penguatan Integritas Karyawan

Sementara itu, pemerintah menetapkan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah melalui sidang isbat yang mengacu pada Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004.

Dalam kalender prediksi yang dirilis, awal Ramadan diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026; Idul Fitri pada 21 atau 22 Maret 2026; dan Idul Adha pada 27 Mei 2026.

Perbedaan penetapan ini diharapkan disikapi dengan sikap saling menghormati dan tetap menjaga ukhuwah Islamiyah, sebagaimana diajarkan dalam ajaran Islam.(red)

Berita Terkait

MASDA Jabar Dorong Kejagung Perkuat Edukasi Hukum Berbasis Budaya Sunda
Sekjen MUI Dukung Wajib Halal Oktober 2026, Pengawasan Produk Impor Diperkuat
Haedar Nashir: Pers Harus Hadirkan Informasi Independen dan Objektif
Haedar Nashir Terima Kartu Wartawan Utama Khusus di Hari Pers Muhammadiyah 2026
KOSMAK Soroti Enam Dugaan Perkara dalam Bedah Buku ‘Memberantas Korupsi Sembari Korupsi’
Menteri PPPA Minta Keamanan Siswa Dijaga Usai Temuan Senjata dan Narkotika di Sekolah
Alexius Tantrajaya Ungkap Alasan ST Burhanuddin Masih Layak Pimpin Kejagung
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Usai Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Korupsi dan TPPU

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:09 WIB

MASDA Jabar Dorong Kejagung Perkuat Edukasi Hukum Berbasis Budaya Sunda

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:16 WIB

Sekjen MUI Dukung Wajib Halal Oktober 2026, Pengawasan Produk Impor Diperkuat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:55 WIB

Haedar Nashir: Pers Harus Hadirkan Informasi Independen dan Objektif

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:58 WIB

Haedar Nashir Terima Kartu Wartawan Utama Khusus di Hari Pers Muhammadiyah 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:45 WIB

KOSMAK Soroti Enam Dugaan Perkara dalam Bedah Buku ‘Memberantas Korupsi Sembari Korupsi’

Berita Terbaru