Moskow Berjanji Akan Dukung Pyongyang Melawan Amerika Serikat

Selasa, 18 Juni 2024 - 20:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Amur, Rusia, 13 September 2023.

Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Amur, Rusia, 13 September 2023.

Mercinews.com – Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa berjanji untuk memperdalam hubungan perdagangan dan keamanan dengan Korea Utara dan mendukungnya melawan Amerika Serikat, Kata Putin pada Selasa (18/6/2024).

Janji ini dilontarkan saat ia menuju ke negara tertutup yang memiliki senjata nuklir untuk pertama kalinya dalam 24 tahun.

AS dan sekutu-sekutunya di Asia sedang mencoba memperkirakan seberapa jauh Rusia akan mendukung pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, yang negaranya merupakan satu-satunya negara yang melakukan uji coba senjata nuklir pada abad ke-21.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai tanda bahwa Rusia, anggota Dewan Keamanan PBB yang mempunyai hak veto, sedang mengkaji ulang seluruh pendekatannya terhadap Korea Utara, Putin memuji Pyongyang karena menolak apa yang disebutnya sebagai tekanan, pemerasan, dan ancaman ekonomi AS.

Baca Juga:  Sergei Shoigu bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian

Sebelumnya Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh media pemerintah Korea Utara, Putin memuji “Kamerad” Kim, dan berjanji untuk “bersama-sama menolak pembatasan sepihak yang tidak sah”, untuk mengembangkan perdagangan dan memperkuat keamanan di seluruh Eurasia.

“Washington, yang menolak melaksanakan perjanjian yang telah dicapai sebelumnya, terus mengajukan tuntutan baru yang semakin ketat dan jelas tidak dapat diterima,” kata Putin dalam artikel tersebut, yang dicetak di halaman depan Rodong Sinmun di Korea Utara, corong Partai Buruh yang berkuasa.

“Rusia selalu mendukung dan akan terus mendukung DPRK dan rakyat Korea yang heroik dalam menentang musuh yang berbahaya, berbahaya, dan agresif.”

Baca Juga:  Relawan MER-C Akhirnya Mencapai Lokasi Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara

Putin mencatat bahwa Uni Soviet adalah negara pertama yang mengakui Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) yang didirikan oleh kakek Kim, Kim Il Sung, kurang dari dua tahun sebelum Perang Korea 1950.

Media pemerintah Korea Utara juga menerbitkan artikel yang memuji Rusia dan mendukung operasi militernya di Ukraina, menyebutnya sebagai “perang suci bagi seluruh warga negara Rusia”.

Kunjungan kenegaraan Putin terjadi di tengah tuduhan AS bahwa Korea Utara telah memasok “lusinan rudal balistik dan lebih dari 11.000 kontainer amunisi ke Rusia” untuk digunakan di Ukraina. Korea Selatan, sekutu setia AS, juga menyampaikan kekhawatiran serupa.

Gedung Putih mengatakan pada Senin bahwa pihaknya merasa terganggu dengan semakin dalamnya hubungan antara Rusia dan Korea Utara. Departemen Luar Negeri AS mengatakan “cukup yakin” Putin akan mencari senjata untuk mendukung perangnya di Ukraina.

Baca Juga:  Peziarah Muslim berkumpul di Gunung Arafat untuk hari paling suci haji

Moskow dan Pyongyang membantah adanya transfer senjata namun berjanji untuk meningkatkan hubungan militer, mungkin termasuk latihan bersama.

Rusia diperkirakan akan memproduksi amunisi lebih banyak dibandingkan aliansi militer NATO pada tahun ini, sehingga lawatan Putin kemungkinan besar bertujuan untuk menggarisbawahi kepada Washington betapa Moskow bisa sangat mengganggu dalam menghadapi krisis global.

Rusia pada Maret memveto pembaruan tahunan panel ahli yang memantau penegakan sanksi lama PBB terhadap Korea Utara atas program senjata nuklir dan rudal balistiknya.

(m/ci)

Berita Terkait

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB