Minta Kepastian Klaim Lahan, Ratusan Pekerja PTPN IV PalmCo Cot Girek Datangi Kantor Bupati Aceh Utara

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Dok. PTPN IV PalmCo

Foto: Dok. PTPN IV PalmCo

LHOKSUKON, MERCINEWS.COM – Ratusan karyawan PTPN IV Regional VI Kebun Cot Girek bersama anggota keluarga mendatangi Kantor Bupati Aceh Utara, Kamis (7/5/2026). Mereka menggelar aksi damai untuk menyampaikan keresahan atas belum tuntasnya persoalan klaim lahan yang berkembang di wilayah perkebunan tersebut.

Sejak pagi, massa pekerja Kebun Cot Girek mulai memadati halaman kantor bupati dengan membawa spanduk dan poster berisi tuntutan agar pemerintah segera menghadirkan kepastian hukum. Aparat keamanan tampak berjaga mengawal jalannya aksi yang berlangsung tertib dan kondusif.

Para peserta aksi mengaku khawatir ketidakpastian penyelesaian persoalan lahan akan berdampak terhadap stabilitas kerja dan kehidupan sosial masyarakat sekitar perkebunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagian besar warga Cot Girek, menurut mereka, menggantungkan penghasilan dari aktivitas perkebunan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Baca Juga:  Kodim Abdya tes urine mendadak, semua prajurit TNI negatif narkoba

“Kami hanya ingin bekerja dengan tenang. Selama ini masyarakat sangat terbantu secara ekonomi dari keberadaan perusahaan. Kalau persoalan ini terus berlarut, masyarakat kecil yang paling merasakan dampaknya,” ujar Rusli Cut Ali di sela aksi.

Nada serupa disampaikan Muhammad Yusuf. Ia berharap penyelesaian persoalan dilakukan secara objektif dan sesuai ketentuan hukum agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan di tengah masyarakat.

“Masyarakat tidak ingin konflik. Kami ingin hidup aman dan mencari nafkah dengan tenang untuk keluarga,” katanya.

Dalam aksi tersebut, para pekerja juga meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menjembatani aspirasi mereka kepada pemerintah pusat dan instansi terkait.

Mereka berharap ada langkah konkret untuk mempercepat penyelesaian sengketa secara adil dan transparan.

Sejumlah peserta aksi mengaku mulai merasakan tekanan psikologis akibat situasi yang belum menentu.

Baca Juga:  Kapolda Jambi Irjen Rusdi Hartono Berhasil Dievakuasi dari Hutan Kerinci

Fandi Afrian Rinaldi, salah seorang pekerja, mengatakan isu yang terus berkembang di lapangan membuat masyarakat dihantui rasa khawatir terhadap masa depan pekerjaan mereka.

“Sekarang masyarakat mulai tidak tenang. Kami hanya pekerja biasa yang sehari-hari hidup dari pekerjaan di kebun. Harapan kami pemerintah hadir memberikan kepastian agar kondisi sosial tetap terjaga,” ujarnya.

Menurut para pekerja, stabilitas di lingkungan perkebunan menjadi hal penting karena menyangkut keberlangsungan ekonomi ribuan keluarga di kawasan Cot Girek dan sekitarnya.

Mereka khawatir ketegangan berkepanjangan dapat memicu gangguan sosial di tengah masyarakat.

Marzuki, pekerja lainnya, mengatakan sebagian besar warga sekitar bergantung pada aktivitas perkebunan, baik sebagai pekerja tetap maupun tenaga harian.

“Yang kami harapkan sederhana, situasi aman dan pekerjaan tidak terganggu. Kalau kondisi terus tidak menentu, masyarakat pekerja seperti kami yang paling terdampak,” katanya.

Baca Juga:  Apes! Maling Motor di Aceh Utara Ditangkap Saat Besuk Temannya di Tahanan

Aksi damai tersebut diakhiri dengan doa bersama dan pernyataan sikap agar seluruh pihak menahan diri serta mengedepankan dialog.

Para peserta juga mengajak masyarakat menjaga keamanan dan persatuan di wilayah Cot Girek.

Dalam beberapa waktu terakhir, persoalan klaim lahan di sejumlah wilayah perkebunan di Aceh memang kembali mencuat dan menjadi perhatian berbagai pihak.

Sejumlah sengketa lahan antara perusahaan dan kelompok masyarakat sebelumnya juga sempat dibahas dalam rapat dengar pendapat di tingkat pusat.

Namun, bagi masyarakat pekerja di Cot Girek, persoalan itu bukan semata menyangkut status lahan, melainkan juga kepastian penghidupan sehari-hari.

Karena itu, mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah penyelesaian agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan dan situasi daerah tetap kondusif.(red)

Berita Terkait

Premanisme Berkedok Ormas di Sumsel, Herman Deru Diminta Evaluasi Satpol PP dan Kesbangpol
Garda Sesama Sungai Duri Bengkayang, Gaspol Bantu Warga di Tengah Keterbatasan
Momentum 10-10, Dewi Ayu Gembirowati Perkenalkan Empat Pilar Gerakan Desa di Soekarno Centre Lampung Timur
Operasi Gabungan di Kabupaten Demak Temukan 63.980 Batang Rokok Ilegal
Pengurus IKA-MUBA 2026-2030 Dikukuhkan, Apriyadi Ajak Warga Muba Perkuat Jejaring di Perantauan
Insinerator PARK PYRO Berkapasitas 20 Ton per Hari Siap Beroperasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK)
PTPN IV PalmCo Perkuat Patroli Antisipasi Karhutla di Sumatera dan Kalimantan
PTPN IV PalmCo Lindungi 550 Pekerja Rentan di Kalbar dengan BPJS Ketenagakerjaan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:44 WIB

Premanisme Berkedok Ormas di Sumsel, Herman Deru Diminta Evaluasi Satpol PP dan Kesbangpol

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:18 WIB

Garda Sesama Sungai Duri Bengkayang, Gaspol Bantu Warga di Tengah Keterbatasan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Momentum 10-10, Dewi Ayu Gembirowati Perkenalkan Empat Pilar Gerakan Desa di Soekarno Centre Lampung Timur

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Operasi Gabungan di Kabupaten Demak Temukan 63.980 Batang Rokok Ilegal

Senin, 28 September 2026 - 23:58 WIB

Pengurus IKA-MUBA 2026-2030 Dikukuhkan, Apriyadi Ajak Warga Muba Perkuat Jejaring di Perantauan

Berita Terbaru