Mahmoud Abbas mengutuk pembunuhan pemimpin Hamas dan tindakan pengecut

Rabu, 31 Juli 2024 - 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Palestina Mahmoud Abbas kanan dan Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh kiri.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas kanan dan Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh kiri.

Mercinews.com – Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyebut pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh sebagai “tindakan pengecut dan perkembangan berbahaya” dan menyerukan persatuan Palestina.

Menurut kantor berita resmi Palestina WAFA, Presiden Abbas mengutuk keras pembunuhan Haniyeh.

Abbas menyerukan rakyat Palestina untuk melawan dan bersatu melawan pendudukan Israel.

Sekretaris Jenderal Dewan Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Hussein al-Sheikh, juga mengecam keras pembunuhan pimpinan Politbiro Hamas.

Dia menyebut pembunuhan pemimpin Hamas sebagai “ketegangan yang berbahaya” dan menyerukan persatuan dan perlawanan pada saat Israel meningkatkan serangannya terhadap rakyat Palestina.

Baca Juga:  Israel mengklaim pemimpin Hamas Ayman Younis telah terbunuh

Pernyataan tertulis dari Hamas dan Korps Garda Revolusi Islam menyebutkan bahwa Ismail Haniyeh tewas dalam serangan tentara Israel di hotel di Teheran tempat dia menginap. Pada Rabu 31 juli 2024.

Baca Juga:  Rusia lancarkan serangan besar-besaran ke Ukraina, ledakan terjadi di sejumlah kota

Bendera merah balas dendam dikibarkan di kubah Masjid Jamkaran sepeninggal pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mendeklarasikan tiga hari berkabung dan bendera akan dikibarkan setengah tiang atas kesyahidan pemimpin pendidikan dan Mujahid Ismail Haniyeh Abu Al-Abd.

(m/c)

Berita Terkait

ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas
Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas
Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS
Momen Hangat Prabowo di Paris, Ajak Pengawal Prancis Foto Bersama Sebelum Pulang
Prabowo Disambut Hangat Macron saat Tiba di Istana Elysee Paris
Bank Sentral AS: Penutupan Selat Hormuz Ancam Pasokan Minyak dan Gas Dunia

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 22:12 WIB

ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:25 WIB

Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah

Minggu, 7 Juni 2026 - 00:11 WIB

Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:48 WIB

Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas

Senin, 1 Juni 2026 - 16:48 WIB

Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS

Berita Terbaru

Prof. Yolanda Masnita Siagian (Foto: Dok. Pribadi)

Opini

Rebahan yang Ditakuti Negara

Sabtu, 18 Jul 2026 - 12:26 WIB