Pengadilan Tinggi perberat hukuman terdakwa korupsi alat pertanian Abdya

Selasa, 4 Juni 2024 - 19:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Majelis hakim Pengadilan Tinggi Banda Aceh menyidangkan perkara banding tindak pidana korupsi alat pertanian di Banda Aceh, Selasa (4/6/2024). ANTARA/HO-Humas Pengadilan Tinggi Banda Aceh

Majelis hakim Pengadilan Tinggi Banda Aceh menyidangkan perkara banding tindak pidana korupsi alat pertanian di Banda Aceh, Selasa (4/6/2024). ANTARA/HO-Humas Pengadilan Tinggi Banda Aceh

Banda Aceh Mercinews.com – Majelis hakim banding Pengadilan Tinggi Banda Aceh memperberat hukuman menjadi lima tahun penjara terhadap Muharryadi, terdakwa tindak pidana korupsi pengelolaan alat pertanian di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Humas Pengadilan Tinggi Banda Aceh Taqwaddin di Banda Aceh, Selasa mengatakan putusan tersebut dibacakan majelis hakim pada persidangan Selasa (4/6). Majelis hakim diketuai Syamsul Qamar serta didampingi M Joni Kemri dan Taqwaddin masing-masing sebagai hakim anggota.

“Adapun terdakwa dalam perkara tersebut atas nama Muharryadi. Majelis hakim pengadilan tinggi menghukum terdakwa dengan pidana lima tahun penjara dari sebelumnya di pengadilan tingkat pertama dengan hukuman empat tahun penjara,” kata dia.

Taqwaddin menyebutkan majelis hakim pengadilan tinggi dalam pertimbangannya menyatakan putusan majelis hakim pada pengadilan tingkat pertama sudah tepat dan benar.

Akan tetapi, menyangkut pidana terhadap terdakwa yang dijatuhkan pengadilan tingkat pertama yakni Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Banda Aceh, majelis hakim banding menyatakan tidak sependapat.

“Alasan majelis hakim pengadilan tinggi memperberat hukuman karena kerugian negara yang didakwakan cukup besar, mencapai Rp3,4 miliar. Serta besarnya peran terdakwa dalam tindak pidana korupsi tersebut,” katanya.

Baca Juga:  AG Pacar Mario Dandy Santai Sambil Ngerokok, Saat David Dianiaya

Selain pidana lima tahun penjara, majelis hakim Pengadilan Tinggi Banda Aceh juga menghukum terdakwa membayar denda Rp200 juta subsidair dua bulan pindana kurungan.

“Serta menghukum terdakwa membayar uang pengganti kerugian negara Rp1,4 miliar lebih. Dengan ketentuan, apabila terdakwa tidak memiliki harta benda membayar kerugian negara, maka dipidana selama satu tahun penjara,” kata Taqwaddin.

Terdakwa Muharryadi merupakan manajer usaha pelayanan jasa alat pertanian di Kabupaten Aceh Barat Daya pada 2018 hingga 2020. Terdakwa ditunjukkan sebagai manajer berdasarkan surat keputusan Bupati Aceh Barat Daya.

Baca Juga:  Diangkut dengan kereta api, tank Abrams M1A1SA melalui Jerman diduga menuju Ukraina

Sebagai manajer, terdakwa mengelola 39 unit traktor milik Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya. Traktor tersebut disewakan kepada petani dengan harga Rp80 ribu per hektare.

Namun, uang sewa traktor tersebut tidak digunakan untuk perawatan sehingga mengakibatkan puluhan alat pertanian tersebut rusak berat. Uang jasa penyewaan traktor juga tidak disetorkan ke kas daerah, sehingga menyebabkan kerugian negara mencapai Rp1,4 miliar.

(m/c)

Sumber Berita : Antara

Berita Terkait

Polresta Banda Aceh tangkap 19 pelaku judi online, bakal di hukuman cambuk
Transaksi Rp 600 Triliun, 3 juta Lebih warga Indonesia Main Judi Online
Suami di Aceh Besar aniaya istrinya dengan sadis, mata pecah leher tersayat pisau
Pabrik Ekstasi di Medan Digerebek Polisi, 5 Orang Ditangkap
Minta Prabowo Turun Tangan Selesaikan Kasus Vina, Mahfud MD: Ini Kriminal Jahat
Pengadilan Memperberat Hukuman Eks Kepala Bea Cukai Makassar Jadi 12 Tahun Penjara
Edarkan Sabu di dalam lapas Meulaboh, dua narapidana tangkap Polisi
Terkait Buronan Harun Masiku, Penyidik KPK Sita Handphone dan Tas Hasto Kristiyanto
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Juni 2024 - 17:49 WIB

Polresta Banda Aceh tangkap 19 pelaku judi online, bakal di hukuman cambuk

Sabtu, 15 Juni 2024 - 20:54 WIB

Transaksi Rp 600 Triliun, 3 juta Lebih warga Indonesia Main Judi Online

Jumat, 14 Juni 2024 - 15:14 WIB

Suami di Aceh Besar aniaya istrinya dengan sadis, mata pecah leher tersayat pisau

Kamis, 13 Juni 2024 - 21:54 WIB

Pabrik Ekstasi di Medan Digerebek Polisi, 5 Orang Ditangkap

Rabu, 12 Juni 2024 - 17:53 WIB

Minta Prabowo Turun Tangan Selesaikan Kasus Vina, Mahfud MD: Ini Kriminal Jahat

Selasa, 11 Juni 2024 - 16:06 WIB

Pengadilan Memperberat Hukuman Eks Kepala Bea Cukai Makassar Jadi 12 Tahun Penjara

Selasa, 11 Juni 2024 - 13:57 WIB

Edarkan Sabu di dalam lapas Meulaboh, dua narapidana tangkap Polisi

Senin, 10 Juni 2024 - 17:21 WIB

Terkait Buronan Harun Masiku, Penyidik KPK Sita Handphone dan Tas Hasto Kristiyanto

Berita Terbaru

Rusia dan Vietnam menandatangani sejumlah dokumen kerja sama

Dunia

Negosiasi Putin dengan Presiden Vietnam telah berakhir

Kamis, 20 Jun 2024 - 15:03 WIB