Mercinews.com- Latihan militer NATO di Lithuania di dekat perbatasan dengan Federasi Rusia, menjadi peringatan bagi Rusia.
Kesimpulan ini disampaikan oleh Inspektur Jenderal Angkatan Bersenjata Jerman (AF) Carsten Breuer, yang perkataannya dilansir saluran TV Inggris Sky News jumat (31/5).
“Latihan ini mengirimkan sinyal yang jelas kepada Rusia – sebuah sinyal pencegahan,” kata inspektur jenderal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, tujuan utama latihan ini adalah untuk menunjukkan bagaimana Aliansi Atlantik Utara mampu melindungi sisi timur Eropa dari potensi invasi Rusia dan untuk memperingatkan Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai hal ini.
Pada akhir April, latihan NATO “Serangan Pedang” dimulai di Lituania, yang melibatkan personel militer dari Amerika Serikat, Lituania, dan Jerman.
Belakangan, Lituania dan Polandia memulai latihan untuk mempertahankan koridor Suwalki dari Rusia,
NATO saat ini sedang melakukan latihan “Steadfast Defender 24” di dekat perbatasan dengan Federasi Rusia.
Sebelumnya di Lituania, 2,5 ribu tentara cadangan dipanggil untuk latihan militer.
Di Lituania, 2.500 tentara cadangan ikut serta dalam manuver militer terbesar selama latihan “Perkuno gryausmas” (“Guntur Perkunas.” – Gazeta.Ru). TASS melaporkan hal ini dengan mengacu pada komando tentara republik Baltik.
“Lebih dari 10 ribu orang dari cadangan aktif menerima panggilan Tugasnya adalah mempraktikkan tindakan untuk transisi dari kehidupan damai ke aksi militer,” jelas komando tersebut.
Tercatat 2.500 orang sebenarnya akan mengikuti latihan tersebut. Latihan akan dimulai di tempat latihan Gaizhunai. Di sana, pasukan cadangan akan diberikan amunisi dan senjata, kemudian didistribusikan ke unit tertentu. Latihan ini akan berlangsung hingga tiga minggu.” (mc)
Sumber Berita : Sky News






