Jember, Mercinews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember memastikan pemenuhan hak dasar bagi seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan pembagian pakaian ibadah dan perlengkapan mandi.
Siaran pers Lapas Jember, Kamis (30/10/2025) menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Jember dalam memberikan pelayanan yang humanis, adil, dan bermartabat bagi setiap warga binaan.
Kalapas Jember, RM Kristyo Nugroho, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata pelayanan yang berorientasi pada pemenuhan hak dasar, khususnya dalam aspek kebersihan dan spiritual. Ia menegaskan, seluruh perlengkapan yang dibagikan diberikan secara gratis tanpa pungutan biaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pakaian ibadah dan perlengkapan mandi ini diberikan secara cuma-cuma. Gunakan dengan baik. Saya berharap perlengkapan ini tidak hanya membantu menjaga kebersihan diri, tetapi juga menjadi penyemangat dalam beribadah serta memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan,” ujar Kristyo saat memberikan arahan.
Setelah pengarahan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian perlengkapan yang dipimpin oleh Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik), didampingi Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkeswat) beserta staf.
Pembagian dilakukan secara langsung ke setiap kamar hunian untuk memastikan seluruh warga binaan mendapatkan hak yang sama tanpa diskriminasi.
Perlengkapan mandi yang diberikan meliputi sabun mandi, pasta gigi, sampo, dan detergen, sedangkan pakaian ibadah dibagikan kepada masing-masing warga binaan. Kegiatan ini berlangsung tertib dan disambut antusias oleh para WBP.
Wujud Akuntabilitas dan Pembinaan Kepribadian
Kalapas Kristyo menuturkan, kegiatan tersebut juga merupakan bentuk akuntabilitas terhadap penggunaan anggaran negara serta bagian dari program pembinaan kepribadian di bidang keagamaan dan kesehatan.
“Pemenuhan kebutuhan dasar seperti kebersihan dan perlengkapan ibadah menjadi bagian penting dalam proses pembinaan. Kami ingin warga binaan dapat menjalani masa pidana dengan tetap menjaga kesehatan, kebersihan, dan meningkatkan kualitas ibadahnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelayanan pemasyarakatan tidak hanya sebatas pengawasan, tetapi juga pembinaan yang menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab moral.
Dengan demikian, warga binaan diharapkan dapat lebih siap untuk kembali beradaptasi dan berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah selesai menjalani masa pidana.
Komitmen Pembinaan Berkelanjutan
Melalui kegiatan ini, Lapas Jember menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pelayanan pemasyarakatan yang berbasis pada prinsip kemanusiaan dan keadilan.
Pemenuhan hak dasar warga binaan merupakan salah satu wujud nyata pelaksanaan sistem pemasyarakatan yang menekankan pada pembinaan, bukan sekadar penahanan.
“Lapas Jember berupaya memastikan seluruh warga binaan mendapatkan haknya secara adil dan transparan. Kami ingin menghadirkan lingkungan pembinaan yang sehat, religius, dan berdaya guna,” pungkas Kristyo.(red)






