Aksi Massa di Bondowoso Hancurkan Posyandu dan Aset JCE, Kerugian Rp 12 Miliar

Kamis, 2 April 2026 - 22:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Bondowoso, Mercinews.com – Aksi perusakan yang dilakukan sekelompok massa terjadi di kawasan perkebunan kopi Java Coffee Estate (JCE), Bondowoso, Jawa Timur, pada Selasa (31/3/2026) malam hingga Rabu (1/4/2026) pagi. Sejumlah bangunan milik perusahaan, termasuk fasilitas posyandu, dilaporkan dirusak dan dijarah.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu pagi, bangunan posyandu di Afdeling Kalisengon mengalami kerusakan parah akibat massa tersebut.

Atap seng, genteng, hingga struktur kayu penyangga hilang setelah dijarah. Selain itu, rumah dinas mandor besar yang berada di lokasi yang sama juga dibongkar oleh massa.

Pihak pengamanan perusahaan menyebut aksi perusakan telah terpantau sejak Selasa malam sekitar pukul 19.30 WIB dan berlangsung hingga pagi hari.

Aksi massa juga membongkar bangunan serta mengambil material seperti kayu, genteng, dan seng secara terbuka.

Perusahaan juga mengidentifikasi sejumlah individu yang diduga terlibat sebagai provokator dalam aksi tersebut.

Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait tindak lanjut kasus ini.

Manajer Kebun KSO Java Coffee Estate, Hastudy Yunarko, menyampaikan kerugian material dari insiden tersebut diperkirakan mencapai Rp 280 juta.

Ia menegaskan, bangunan yang dirusak, termasuk posyandu, merupakan fasilitas yang memiliki fungsi penting bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga:  PTPN IV dan Polda Sumsel Perkuat Sinergi, Fokus Amankan Aset serta Pencurian Sawit

Menurut Hastudy, aksi tersebut telah melampaui batas konflik agraria dan masuk dalam kategori tindak pidana.

Ia meminta aparat kepolisian segera mengambil langkah tegas untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Lebih lanjut, pihak perusahaan mengungkapkan bahwa peristiwa ini merupakan bagian dari rangkaian gangguan keamanan yang telah terjadi sebelumnya di kawasan JCE.

Pada Mei 2025, rumah dinas asisten afdeling dilaporkan dibakar, disertai penebangan tanaman kopi secara ilegal serta perusakan sejumlah fasilitas lainnya.

Selain itu, sejumlah pohon seperti mahoni, sengon, dan jabon juga ditebang, serta arsip penting perusahaan dilaporkan ikut dibakar.

Baca Juga:  Menyusuri Akar Budaya PalmCo: Kisah dari Kebun VOC dan Teh Kayu Aro

Secara keseluruhan, kerugian akibat rangkaian kejadian tersebut diperkirakan telah mencapai lebih dari Rp 12 miliar.

Ketua Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (SPBUN) NXII, Bramantya Admaja, menyebut situasi ini menimbulkan tekanan psikologis bagi para pekerja.

Ia mengatakan, para pekerja kini diliputi rasa khawatir dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Menurut Bramantya, perusakan fasilitas umum seperti posyandu menunjukkan situasi yang semakin tidak kondusif dan berpotensi mengancam keselamatan pekerja di lapangan.

Manajemen perusahaan berharap aparat keamanan segera bertindak untuk memastikan keamanan kawasan serta menindak pihak-pihak yang terlibat. Mereka juga menilai langkah cepat diperlukan guna mencegah kerusakan yang lebih luas.(red)

Berita Terkait

Imigrasi Bali Gencarkan Patroli Dharma Dewata, Awasi Aktivitas WNA
Akademisi USK Soroti Konflik PTPN IV Cot Girek, Minta Pemerintah Fasilitasi Dialog
Imigrasi Ngurah Rai Buka Layanan Paspor Akhir Pekan di Discovery Mall Bali
Imigrasi Ngurah Rai Sampaikan Kronologi Kematian WNA Australia di Ruang Detensi
Imigrasi Ponorogo Buka Layanan Paspor CPMI di LTSA, Permudah Pengurusan Dokumen ke Luar Negeri
Imigrasi Ngurah Rai Dekatkan Layanan Publik Lewat Immigration Lounge
400 KK Penambang di Aceh Selatan Desak Percepatan Penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat
Bertemu Sael di Manokwari, Gugun Gumilar Dorong Pemuda Papua Kuliah ke Luar Negeri

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:24 WIB

Imigrasi Bali Gencarkan Patroli Dharma Dewata, Awasi Aktivitas WNA

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:43 WIB

Akademisi USK Soroti Konflik PTPN IV Cot Girek, Minta Pemerintah Fasilitasi Dialog

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:21 WIB

Imigrasi Ngurah Rai Buka Layanan Paspor Akhir Pekan di Discovery Mall Bali

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:45 WIB

Imigrasi Ngurah Rai Sampaikan Kronologi Kematian WNA Australia di Ruang Detensi

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:07 WIB

Imigrasi Ponorogo Buka Layanan Paspor CPMI di LTSA, Permudah Pengurusan Dokumen ke Luar Negeri

Berita Terbaru