Hilirisasi Tahap II Dimulai, PTPN Kembangkan Industri Sawit Terintegrasi di Sei Mangkei

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Dok. PTPN IV

Foto: Dok. PTPN IV

MERCIMEWS.COM – PTPN mengembangkan industri sawit terintegrasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, seiring dimulainya tahap kedua program hilirisasi nasional. Proyek ini menjadi bagian dari 13 proyek strategis senilai sekitar Rp116 triliun yang mulai memasuki fase pembangunan pada 2026.

Hal tersebut disampaikan CEO Danantara, Rosan Roeslani, saat presmian peletakan batu pertama (groundbreaking) Danantara Fase II dilakukan Presiden Prabowo Subianto di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa hilirisasi merupakan strategi jangka panjang untuk mengoptimalkan pengolahan komoditas dalam negeri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hari ini cukup bersejarah, kita memulai hilirisasi tahap kedua yang mencakup 13 proyek strategis,” ujar Prabowo.

Baca Juga:  Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo, Prabowo Apresiasi Perjuangan Nelayan

Ia menyebutkan, pemerintah akan terus melanjutkan pengembangan proyek hilirisasi di berbagai sektor, termasuk energi dan pertanian, sebagai bagian dari upaya memperluas dampak ekonomi.

Program tersebut didukung oleh konsolidasi pembiayaan melalui Danantara. CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan pihaknya berfokus pada optimalisasi aset strategis BUMN untuk memperkuat pendanaan proyek.

Menurut Rosan, sinergi antar-lembaga diperlukan agar proyek berskala besar dapat berjalan terukur dan memberikan dampak ekonomi berkelanjutan.

Di sektor perkebunan, implementasi hilirisasi tahap kedua ditandai dengan pembangunan fasilitas pengolahan kelapa sawit di KEK Sei Mangkei. Proyek ini dikembangkan oleh PTPN IV PalmCo sebagai bagian dari transformasi industri sawit nasional.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Subianto Minta Hilirisasi Pertanian, PalmCo Siap Garap Gambir

Direktur Bisnis PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Ryanto Wisnuardhy, mengatakan pengembangan industri turunan sawit bertujuan mengurangi ketergantungan impor energi, terutama bahan bakar solar.

“Kebutuhan solar kita masih sangat besar. Melalui biodiesel berbasis sawit, kita berupaya memperkuat pasokan dari dalam negeri,” ujarnya.

Kebutuhan tersebut diperkirakan meningkat seiring rencana implementasi program campuran biodiesel B50.

Secara teknis, fasilitas di Sei Mangkei mencakup industri pangan dan energi dalam satu kawasan terpadu. Direktur PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menyebutkan pabrik oleofood akan memproduksi margarin dan shortening berkapasitas 35.000 ton per tahun serta cocoa butter substitusi sekitar 25.000 ton per tahun.

Selain itu, pabrik biodiesel dengan kapasitas 450.000 ton per tahun juga tengah dibangun dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2028.

Baca Juga:  Gerai Kedua di 2023, Kami, Resmikan Butik di Trans Studio Mall Cibubur

Menurut Jatmiko, pengolahan produk sawit di dalam negeri dapat meningkatkan nilai tambah dibandingkan penjualan bahan mentah.

Pemerintah daerah menyatakan dukungan terhadap proyek tersebut. Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih, mengatakan pembangunan industri terintegrasi dapat mendorong transformasi ekonomi daerah serta membuka lapangan kerja.

“Hilirisasi tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mengubah struktur ekonomi dari hulu ke hilir yang lebih modern,” ujarnya.

Pemerintah berharap pelaksanaan proyek hilirisasi tahap kedua dapat memperkuat struktur industri nasional serta mendukung kedaulatan energi dalam jangka panjang.(red)

Berita Terkait

Harga Minyak Dunia Terjun Bebas Usai AS dan Iran Berdamai
Harga Pertamax Naik, Pengamat: Langkah Sulit Dihindari demi Jaga APBN
Rupiah Tertekan, Dunia Usaha Hadapi Beban Biaya Berlapis
Biaya Energi dan Logistik Naik, DPR Minta Pemerintah Lindungi Sektor Manufaktur
Bazar Minyak Goreng Murah PTPN di Surabaya Diserbu Warga, 600 Kemasan Ludes dalam Sejam
Mulai 2027, Ekspor Komoditas Ini Wajib Lewat BUMN
PalmCo Percepat Distribusi Minyak Goreng ke Indonesia Timur Lewat Fasilitas Baru di Surabaya
JK: Indonesia Perkuat Peran Negara Lewat Ekspor Satu Pintu Batu Bara, CPO dan Ferroalloy

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:48 WIB

Harga Pertamax Naik, Pengamat: Langkah Sulit Dihindari demi Jaga APBN

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:09 WIB

Rupiah Tertekan, Dunia Usaha Hadapi Beban Biaya Berlapis

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:30 WIB

Biaya Energi dan Logistik Naik, DPR Minta Pemerintah Lindungi Sektor Manufaktur

Senin, 8 Juni 2026 - 16:42 WIB

Bazar Minyak Goreng Murah PTPN di Surabaya Diserbu Warga, 600 Kemasan Ludes dalam Sejam

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:26 WIB

Mulai 2027, Ekspor Komoditas Ini Wajib Lewat BUMN

Berita Terbaru