Harga Pertamax Naik, Pengamat: Langkah Sulit Dihindari demi Jaga APBN

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Jakarta, Mercinews.com – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter mulai Rabu (10/6/2026) dinilai sebagai langkah yang sulit dihindari di tengah lonjakan harga minyak dunia dan meningkatnya tekanan terhadap anggaran negara.

Pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengatakan, penyesuaian harga Pertamax pada dasarnya wajar dilakukan karena BBM beroktan 92 tersebut mengikuti mekanisme pasar.

Menurut dia, pemerintah sebenarnya telah menahan kenaikan harga sejak Maret 2026 untuk meredam dampak ekonomi kepada masyarakat.

“Sebenarnya tidak bisa ditahan lagi oleh pemerintah untuk mempertahankan harga Pertamax agar tidak naik, karena beban fiskalnya semakin berat,” ujar Fahmy.

Senada, ekonom Universitas Negeri Manado (Unima) Robert Winerungan menilai kenaikan harga Pertamax menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Menurut Robert, Pertamax merupakan BBM nonsubsidi yang tidak semestinya mendapat intervensi harga dari pemerintah. Karena itu, penyesuaian harga dinilai lebih realistis dibandingkan mempertahankan beban kompensasi yang semakin besar.

Baca Juga:  Viral Pajak Kendaraan Mati Tak Bisa Isi BBM, Polda Metro Jaya Buka Suara

“Pemerintah berupaya mengurangi beban APBN karena Pertamax sebenarnya merupakan BBM yang tidak seharusnya mendapat campur tangan pemerintah,” katanya.

Robert menilai dampak kenaikan Pertamax terhadap masyarakat tidak akan sebesar jika yang dinaikkan adalah Pertalite atau Solar. Pasalnya, pengguna Pertamax umumnya berasal dari kelompok masyarakat menengah dan pemilik kendaraan dengan spesifikasi lebih tinggi.

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga menyebut kenaikan harga dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara keterjangkauan harga dan keberlanjutan pasokan BBM nasional.

Baca Juga:  PTPN IV PalmCo Jaga Harga Minyak Goreng Selama Ramadan Sesuai Arahan Mentan

VP Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga Sigit Setiawan mengatakan lonjakan harga energi global dipengaruhi meningkatnya tensi geopolitik.

Di sisi lain, kenaikan harga ini mulai memengaruhi pola konsumsi masyarakat. Sejumlah pengendara, khususnya pengguna sepeda motor, beralih menggunakan Pertalite yang masih dijual Rp 10.000 per liter.

Karena itu, Fahmy mengingatkan pemerintah untuk memperketat pengawasan distribusi BBM bersubsidi agar subsidi energi tetap tepat sasaran dan tidak terjadi lonjakan konsumsi akibat perpindahan pengguna dari Pertamax ke Pertalite.(red)

Berita Terkait

SIEXPO 2026, PTPN IV PalmCo Perkenalkan Inovasi Digital dan Teknologi Sawit
PTPN IV PalmCo Serap 1.328 Peserta Magang
Laba Bersih KAI Turun Jadi Rp 314 Miliar pada Semester I 2026
PTPN IV PalmCo Borong Tiga Penghargaan Tata Kelola, Bukti Penguatan Kinerja dan Efisiensi
PTPN IV PalmCo Percepat Sertifikasi SDM, Targetkan 5.120 Tenaga Kerja Kompeten
Prabowo Sebut Tim BRIN Temukan Cadangan Emas dan Mineral Baru di Pegunungan Papua
PTPN IV PalmCo Bagikan Dividen Rp 2,83 Triliun dari Laba 2025
Menkeu Purbaya: Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat, Belum Mengarah ke Krisis

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:14 WIB

SIEXPO 2026, PTPN IV PalmCo Perkenalkan Inovasi Digital dan Teknologi Sawit

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:56 WIB

PTPN IV PalmCo Serap 1.328 Peserta Magang

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:34 WIB

Laba Bersih KAI Turun Jadi Rp 314 Miliar pada Semester I 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:59 WIB

PTPN IV PalmCo Borong Tiga Penghargaan Tata Kelola, Bukti Penguatan Kinerja dan Efisiensi

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:12 WIB

PTPN IV PalmCo Percepat Sertifikasi SDM, Targetkan 5.120 Tenaga Kerja Kompeten

Berita Terbaru

Bangunan di Flores NTT terdampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 7,7, Sabtu (15/8/2026) dini hari. (Foto: Tangkapan Layar Video)

Berita

Gempa M 7,7 Guncang NTT, BNPB Minta Warga Jauhi Pantai

Sabtu, 15 Agu 2026 - 10:43 WIB