KARAWANG, MERCINEWS.COM – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penguatan hilirisasi dan pemanfaatan teknologi di sektor pertanian dan perkebunan guna meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional. Arahan tersebut disampaikan Presiden saat panen raya sekaligus mengumumkan swasembada pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo meninjau pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern serta sejumlah produk hilirisasi berbasis komoditas unggulan nasional. Presiden menilai Indonesia tidak boleh terus berada pada posisi sebagai pemasok bahan mentah, melainkan harus mampu menciptakan nilai tambah melalui pengolahan di dalam negeri.
Salah satu komoditas yang mendapat perhatian Presiden Prabowo adalah gambir, tanaman endemik Indonesia yang selama ini kurang dikenal luas, tetapi memiliki potensi pasar global yang besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi arahan Presiden tersebut, Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan, penguatan hilirisasi sejalan dengan pandangan perusahaan dalam mengembangkan komoditas rakyat berbasis riset, teknologi, dan kemitraan dengan petani.
“Gambir merupakan komoditas strategis yang selama ini belum tergarap optimal. Padahal, sebagian besar kebutuhan gambir di sejumlah negara masih dipasok dari Indonesia,” ujar Jatmiko dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).
Potensi Global Gambir
Jatmiko menjelaskan, gambir kerap dipersepsikan sebatas pelengkap tradisi menginang. Namun, secara ekonomi gambir memiliki nilai strategis karena kandungan antioksidannya yang tinggi, bahkan melampaui teh hijau.
“Gambir dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah, seperti teh, bahan baku kosmetik, sabun, sampo, hingga kebutuhan industri. Kandungan taninnya juga dimanfaatkan dalam industri tinta pemilu,” katanya.
Menurutnya, hingga kini sebagian besar gambir Indonesia masih diekspor dalam bentuk bahan mentah. Kondisi tersebut membuat nilai tambah lebih banyak dinikmati negara pengolah. Karena itu, hilirisasi menjadi langkah penting agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh petani di dalam negeri.
Tingkatkan Produktivitas Petani
Sebagai tahap awal, PalmCo menilai peningkatan produktivitas gambir rakyat dari lahan yang sudah ada menjadi prioritas. Saat ini, produktivitas gambir petani masih sekitar 0,5 ton per hektare.
“Dengan pendekatan riset dan perbaikan metode pengolahan daun gambir, produktivitas berpeluang ditingkatkan menjadi 0,75 ton hingga 1 ton per hektare. Artinya, ada potensi kenaikan produksi hingga dua kali lipat yang berdampak langsung pada pendapatan petani,” ujar Jatmiko.
Peningkatan produktivitas tersebut akan diikuti dengan kajian pengembangan fasilitas pengolahan gambir yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
“Kami melihat hilirisasi harus berbasis pasar. Produk yang paling cepat diterima dan memiliki permintaan kuat itulah yang perlu didorong lebih dahulu,” kata Jatmiko.(red)






