PalmCo Raih Kenaikan Peringkat Kredit, Kinerja Kian Solid

Minggu, 21 September 2025 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa (Foto: istimewa

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa (Foto: istimewa

JAKARTA, MERCINEWS.COM – PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo kembali menorehkan prestasi dengan berhasil meraih kenaikan peringkat kredit dari lembaga pemeringkat PEFINDO. Peringkat PalmCo naik dari idA- menjadi idA dengan prospek stabil, mencerminkan fundamental perusahaan yang semakin solid di tengah persaingan dan tantangan sektor perkebunan.

Kenaikan peringkat ini tidak hanya berlaku bagi entitas perusahaan, melainkan juga mencakup sejumlah instrumen keuangan, seperti MTN II Tahun 2021, MTN III Tahun 2019 Seri A dan B, serta Sukuk Ijarah II Tahun 2019 Seri A, C, dan E. Seluruh instrumen tersebut turut mengalami peningkatan peringkat dari idA- menjadi idA, sementara Sukuk Ijarah naik ke idA(sy).

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menyebut hasil ini sebagai bukti keberhasilan strategi transformasi perusahaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Capaian ini mencerminkan komitmen kami menjaga kesehatan finansial perusahaan, menerapkan prinsip kehati-hatian dalam ekspansi, serta memastikan efisiensi operasional,” ujar Jatmiko, dalam keterangan tertulis, Ahad (21/9/2025).

Baca Juga:  Produktivitas Naik, PalmCo Torehkan Laba Bersih Rp 3,48 Triliun

PEFINDO menilai sejumlah faktor yang memperkuat posisi PalmCo, mulai dari luasnya areal perkebunan, konsistensi dalam meningkatkan produktivitas kelapa sawit, model bisnis terintegrasi dan terdiversifikasi, hingga stabilitas harga minyak sawit mentah (CPO). Faktor-faktor ini dinilai memberikan daya tahan perusahaan terhadap tekanan eksternal, termasuk fluktuasi harga komoditas dan isu keberlanjutan lingkungan.

PalmCo saat ini mengelola lahan tertanam seluas 618.935 hektare yang tersebar dari Sumatera hingga Kalimantan, menjadikannya salah satu perusahaan perkebunan terbesar di dunia. Selain kelapa sawit, PalmCo juga mengelola komoditas strategis lainnya seperti karet, kopi, dan teh.

“Besarnya skala operasi bukan semata soal ukuran, melainkan bagaimana memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas, menciptakan nilai tambah, dan memperkuat daya saing,” tambah Jatmiko.

Dalam satu tahun terakhir, PalmCo mencatat perbaikan rasio utang, memperkuat arus kas, serta menjalankan strategi refinancing dan reprofiling terhadap sejumlah instrumen keuangan.

Baca Juga:  Pembinaan PalmCo Lahirkan Mental Juara, PS PTPN III Menangi Piala Presiden Zona Labuhanbatu

Meski berada di jalur positif, PEFINDO mengingatkan bahwa PalmCo masih menghadapi beberapa tantangan. Risiko ekspansi ke sektor hilir, sensitivitas terhadap harga komoditas global, serta potensi gangguan akibat perubahan iklim dan cuaca ekstrem menjadi perhatian.

Namun, peluang kenaikan peringkat di masa mendatang tetap terbuka apabila PalmCo mampu memperkuat integrasi vertikal dan mengoptimalkan seluruh area perkebunan, termasuk yang berada dalam skema Kerja Sama Operasi (KSO).

“Kami akan terus mengoptimalkan seluruh area perkebunan, termasuk KSO, agar produktivitasnya seragam dan berkelanjutan,” tegas Jatmiko.

Subholding Strategis

Sejak 1 Desember 2023, PalmCo resmi berstatus subholding di bawah Grup PTPN setelah penggabungan empat anak usaha, yaitu PTPN IV, V, VI, dan XIII, dengan PTPN IV sebagai entitas penerima. Konsolidasi ini memperkuat posisi PalmCo dalam ekosistem industri sawit nasional sekaligus meningkatkan efisiensi serta skala ekonomi.

Baca Juga:  Apa Karya Setuju Bank Konvensional Kembali Beroperasi di Aceh

PalmCo juga mencatat Standalone Rating di level idA(sa), menandakan kemampuan kuat dalam memenuhi komitmen jangka panjang, meski tetap dipengaruhi dinamika makroekonomi.

Fokus Keberlanjutan dan Tata Kelola

Dalam menghadapi dinamika global, PalmCo menekankan pentingnya tata kelola perusahaan yang baik dan komitmen terhadap keberlanjutan sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

“Kami ingin memastikan pertumbuhan perusahaan membawa dampak positif, tidak hanya bagi ekonomi, tetapi juga lingkungan dan masyarakat. Kepercayaan pasar dan dukungan induk perusahaan adalah modal besar untuk melangkah lebih jauh,” kata Jatmiko.

Dengan peringkat kredit yang lebih solid dan prospek stabil, PalmCo kini memiliki pijakan kuat untuk terus tumbuh di tengah tantangan industri. Kehati-hatian yang dipadukan dengan inovasi dan efisiensi diyakini menjadi kunci mempertahankan kinerja yang sehat sekaligus memberikan dampak maksimal.(red)

Berita Terkait

PTPN IV PalmCo Percepat Sertifikasi SDM, Targetkan 5.120 Tenaga Kerja Kompeten
Prabowo Sebut Tim BRIN Temukan Cadangan Emas dan Mineral Baru di Pegunungan Papua
PTPN IV PalmCo Bagikan Dividen Rp 2,83 Triliun dari Laba 2025
Menkeu Purbaya: Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat, Belum Mengarah ke Krisis
Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90,3 Persen, Tembus Rp 7,08 Triliun
Menkeu Purbaya: Efisiensi Anggaran Program MBG Tetap Jaga Keberlangsungan Program
Kado Hari Krida Pertanian, PTPN IV PalmCo Serap 1,34 Juta Ton TBS Petani hingga Mei 2026
BRI Region 6 Perkuat Sinergi dengan Media melalui Media Gathering

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:12 WIB

PTPN IV PalmCo Percepat Sertifikasi SDM, Targetkan 5.120 Tenaga Kerja Kompeten

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:09 WIB

Prabowo Sebut Tim BRIN Temukan Cadangan Emas dan Mineral Baru di Pegunungan Papua

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:14 WIB

PTPN IV PalmCo Bagikan Dividen Rp 2,83 Triliun dari Laba 2025

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:52 WIB

Menkeu Purbaya: Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat, Belum Mengarah ke Krisis

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:39 WIB

Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90,3 Persen, Tembus Rp 7,08 Triliun

Berita Terbaru

Prof. Yolanda Masnita Siagian (Foto: Dok. Pribadi)

Opini

Rebahan yang Ditakuti Negara

Sabtu, 18 Jul 2026 - 12:26 WIB