Produktivitas Naik, PalmCo Torehkan Laba Bersih Rp 3,48 Triliun

Sabtu, 8 November 2025 - 11:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama PalmCo Jatmiko K. Santosa.(Foto:Dok.PalmCo)

Direktur Utama PalmCo Jatmiko K. Santosa.(Foto:Dok.PalmCo)

Jakarta, Mercinews.com – PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, bagian dari subholding PTPN III (Persero), mencatat peningkatan signifikan dalam kinerja keuangan hingga kuartal III-2025. Dengan produktivitas kebun yang meningkat dan efisiensi operasional yang semakin baik, perusahaan berhasil menorehkan laba bersih sebesar Rp 3,48 triliun, tumbuh 84 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan konsolidasi PalmCo mencapai Rp 33,2 triliun atau naik 23 persen secara tahunan (year on year). Komoditas kelapa sawit masih menjadi penopang utama dengan kontribusi Rp 32,3 triliun atau sekitar 97 persen dari total pendapatan.

Direktur Utama PalmCo, Jatmiko K. Santosa, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (8/11/2025), menyebutkan bahwa peningkatan laba bersih mencerminkan hasil nyata dari strategi integrasi operasional dan digitalisasi bisnis yang dijalankan sejak dua tahun terakhir.

“Produktivitas tandan buah segar dan CPO meningkat dari tahun sebelumnya, margin terjaga, dan aset perusahaan semakin efisien,” ujar Jatmiko.

Produksi dan Efisiensi Meningkat

Dari sisi operasional, produksi minyak sawit mentah (CPO) dari kebun inti PalmCo mencapai 1,5 juta ton, naik 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara produksi dari plasma dan pihak ketiga mencapai 450.000 ton, tumbuh 17 persen.

Secara keseluruhan, perusahaan mengelola 453.000 hektar tanaman sawit menghasilkan dengan produktivitas tandan buah segar rata-rata 14,8 ton per hektar dan rendemen minyak sawit 21,9 persen. Harga jual rata-rata CPO tercatat Rp 14.192 per kilogram. Sementara pendapatan dari palm kernel dan karet masing-masing mencapai Rp 1,1 triliun dan Rp 0,8 triliun.

PalmCo juga terus memperkuat efisiensi melalui penerapan sistem PalmCo Business Cockpit dan Agro View yang memungkinkan pemantauan aktivitas kebun dan pabrik secara real time. Melalui sistem digital ini, potensi deviasi produktivitas dan biaya dapat dikendalikan lebih cepat dan akurat.

Baca Juga:  Purbaya Soroti Koordinasi Kemenhub soal Pajak Kapal Asing

“Digitalisasi menjadi tulang punggung efisiensi kami. Sistem terpadu ini memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data, dari kebun hingga manajemen pusat,” kata Jatmiko.

Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) PalmCo mencapai Rp 7,5 triliun, meningkat 34 persen dengan margin EBITDA sebesar 23 persen.

Fokus pada Profitabilitas dan Hilirisasi

PalmCo menempatkan peningkatan return on asset (ROA) sebagai fokus strategis untuk memperkuat profitabilitas berbasis produktivitas aset. Langkah ini sejalan dengan arahan pemerintah agar BUMN tidak hanya besar secara aset, tetapi juga produktif dan menghasilkan laba yang proporsional.

Baca Juga:  PTPN IV dan Polda Sumsel Perkuat Sinergi, Fokus Amankan Aset serta Pencurian Sawit

“Kami memahami bahwa penguatan profitabilitas berbasis produktivitas aset menjadi kunci keberlanjutan bisnis BUMN,” ujar Jatmiko.

Upaya tersebut ditempuh melalui efisiensi lintas proses, penguatan pasar hilir, serta pengembangan ekonomi sirkular dan diversifikasi produk turunan sawit.

Optimistis Capai Target Akhir Tahun

PalmCo menatap kuartal IV-2025 dengan optimisme seiring tren harga sawit yang relatif stabil dan produksi yang terus meningkat. Selain menjaga profitabilitas, perusahaan juga menegaskan komitmen untuk mendukung program hilirisasi industri sawit dan peningkatan kesejahteraan petani rakyat.

“PalmCo tidak hanya mengejar laba, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi daerah,” kata Jatmiko menambahkan.

Dengan kinerja yang terus membaik, PalmCo optimistis dapat menutup tahun buku 2025 dengan capaian di atas target yang telah ditetapkan manajemen.(red)

Berita Terkait

Purbaya Masih Optimistis Rupiah Menguat pada Semester II 2026
Akulaku Finance dan Danamon Perkuat Sinergi, Dorong Pertumbuhan Pembiayaan Digital
Rupiah Tertekan, Nilai Tukar Diproyeksi Dekati Rp 18.000 per Dolar AS
Purbaya Soroti Koordinasi Kemenhub soal Pajak Kapal Asing
Rupiah Dibuka Melemah, Investor Soroti Pelebaran Defisit Fiskal
Kamu Pengusaha Kena Pajak? Catat Ini agar Tidak Dicabut Kewenangannya
Aspek Pajak atas Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan
Aset Perusahaan Terbakar? Begini Aspek Perpajakannya

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:48 WIB

Purbaya Masih Optimistis Rupiah Menguat pada Semester II 2026

Senin, 8 Juni 2026 - 21:08 WIB

Akulaku Finance dan Danamon Perkuat Sinergi, Dorong Pertumbuhan Pembiayaan Digital

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:52 WIB

Rupiah Tertekan, Nilai Tukar Diproyeksi Dekati Rp 18.000 per Dolar AS

Kamis, 29 Januari 2026 - 00:26 WIB

Purbaya Soroti Koordinasi Kemenhub soal Pajak Kapal Asing

Jumat, 9 Januari 2026 - 10:45 WIB

Rupiah Dibuka Melemah, Investor Soroti Pelebaran Defisit Fiskal

Berita Terbaru

Prof. Yolanda Masnita Siagian (Foto: Dok. Pribadi)

Opini

Rebahan yang Ditakuti Negara

Sabtu, 18 Jul 2026 - 12:26 WIB