Ancaman Ngeri Korea Utara ke AS Jika Ganggu Uji Coba Rudal

Rabu, 8 Maret 2023 - 03:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pyongyang, Mercinews.com – Korea Utara (Korut) memberi ancaman mengerikan jika Amerika Serikat (AS) mengganggu uji coba rudal.

Ancaman itu disampaikan Korut di tengah latihan militer AS dengan Korea Selatan (Korsel).

Dilansir Associated Press, Selasa (7/3/2023), Korut lebih dulu menyampaikan protes keras setelah AS menerbangkan sebuah pesawat pengebom B-52 berkemampuan nuklir ke Semenanjung Korea.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pesawat itu dikirim AS untuk berpartisipasi dalam latihan militer gabungan dengan pesawat-pesawat perang Korsel.

Militer Washington dan Seoul juga bersiap menggelar kembali latihan lapangan terbesar mereka pada akhir bulan ini.

Mengudaranya pesawat pengebom B-52 di Semenanjung Korea itu menjadi yang terbaru dari serangkaian latihan udara gabungan AS dan Korsel yang melibatkan pesawat canggih dan kuat milik AS.

AS diketahui mengerahkan pesawat pengebom B-1B ke Semenanjung Korea beberapa kali sejak awal tahun ini. Korsel pun menyebut latihan udara tersebut menunjukkan kemampuan kedua negara dalam memberikan respons tegas terhadap potensi agresi Korut.

Pada Jumat (3/3/2023) pekan lalu, militer AS dan Korsel mengumumkan akan menggelar pelatihan pos komando yang disimulasikan komputer pada 13-23 Maret.

Baca Juga:  Swedia menolak kirim sejumlah senjata ke Ukraina, sebelum pengiriman F-16, dicapai

Mereka juga hendak menggelar lagi latihan lapangan besar seperti yang pernah dilakukan pada 2018.

Kedua negara bersekutu itu membatalkan atau mengurangi latihan reguler mereka sejak tahun 2018 untuk mendukung upaya diplomasi dengan Pyongyang yang buntu dan menjaga situasi dari pandemi virus Corona (COVID-19).

AS dan Korsel kemudian menggelar kembali latihan-latihan militer gabungan setelah Korut menggelar sejumlah uji coba rudal tahun lalu.

Apalagi, Korut terang-terangan mengancam akan menggunakan senjata nuklir dalam konflik potensial dengan musuh-musuhnya.

Kementerian Luar Negeri Korut kemudian mengecam penerbangan pesawat pengebom B-52 itu. Korut menganggapnya sebagai provokasi sembrono yang mendorong situasi di Semenanjung Korea ‘semakin dalam ke jurang maut’.

Pyongyang juga menegaskan ‘tidak ada jaminan bahwa tidak akan ada konflik fisik yang kejam’ jika provokasi militer AS-Korsel terus berlanjut.

Selain itu, adik perempuan Pemimpin Korut Kim Jong Un, Kim Yo Jong, mengancam ‘tindakan cepat dan luar biasa’ terhadap AS dan Korsel yang memperluas latihan militer gabungan mereka, termasuk pengerahan pesawat pengebom AS ke Semenanjung Korea.

“Kami mengawasi pergerakan militer yang resah oleh pasukan AS dan boneka militer Korea Selatan dan selalu siaga untuk mengambil tindakan yang tepat, cepat, dan luar biasa kapan saja sesuai dengan penilaian kami,” tegas Kim Yo Jong dalam pernyataannya, seperti dilansir Associated Press.

Baca Juga:  NATO izinkan Ukraina menggunakan senjata Barat untuk menyerang wilayah Rusia

Dia tidak menjelaskan lebih detail soal ‘tindakan’ yang dimaksudnya. Namun Pyongyang sering melakukan uji coba rudal untuk merespons latihan militer AS-Korsel yang dipandangnya sebagai latihan invasi ke Korut.

“Pergerakan militer yang demonstratif dan segala macam retorika yang dilontarkan AS dan Korea Selatan, yang sangat kalut sehingga perlu diperhatikan, tidak diragukan lagi telah memberikan kondisi di mana (Korut-red) dipaksa melakukan sesuatu untuk mengatasinya,” ujar Kim Yo Jong.

Ancaman Jika AS Tembak Jatuh Rudal Korut
Korut juga memperingatkan AS untuk tidak menembak jatuh rudal saat uji coba digelar di atas perairan Samudera Pasifik. Korut menegaskan jika AS menembak jatuh rudal, maka hal itu akan menjadi ‘deklarasi perang yang jelas’.

Dilansir AFP, Selasa (7/3/2023), Otoritas Pyongyang mengklaim program senjata nuklir dan rudalnya untuk tujuan pertahanan diri. Korut juga marah atas digelarnya kembali latihan militer gabungan AS-Korsel yang digambarkan sebagai latihan untuk menginvasi wilayahnya.

Baca Juga:  AS pindahkan tank Abrams dan kendaraan lapis baja lainnya ke Polandia

Itu akan dianggap sebagai deklarasi perang yang jelas terhadap DPRK, jika respons militer seperti pencegatan yang terjadi terhadap uji coba senjata strategis kami,” tegas Kim Yo Jong, adik pemimpin Korut Kim Jong Un, dalam pernyataannya menggunakan nama resmi Korut, Republik Rakyat Demokratik Korea.

“Samudra Pasifik bukan milik dominium AS atau Jepang,” sebutnya dalam pernyataan yang dirilis kantor berita resmi Korean Central News Agency (KCNA).

Kim Yo Jong, dalam pernyataannya, juga menegaskan Korut ‘selalu siaga untuk mengambil tindakan yang tepat, cepat dan luar biasa setiap saat’.

Korut juga menuduh AS ‘secara sengaja’ meningkatkan ketegangan di kawasan. Korut menyatakan latihan itu menunjukkan AS ingin menggunakan senjata nuklir.

“Latihan udara bersama baru-baru ini, jelas menunjukkan bahwa skema AS untuk menggunakan senjata nuklir terhadap DPRK sedang dilakukan pada level perang sebenarnya,” tuduh Kementerian Luar Negeri Korut dalam pernyataan yang dirilis KCNA.

“Kami menyampaikan penyesalan mendalam atas aksi pamer kekuatan yang tidak bertanggung jawab dan mengkhawatirkan dari AS dan Korea Selatan,” imbuhnya.

(m/c)

Berita Terkait

ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas
Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas
Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS
Momen Hangat Prabowo di Paris, Ajak Pengawal Prancis Foto Bersama Sebelum Pulang
Prabowo Disambut Hangat Macron saat Tiba di Istana Elysee Paris
Bank Sentral AS: Penutupan Selat Hormuz Ancam Pasokan Minyak dan Gas Dunia

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 22:12 WIB

ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:25 WIB

Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah

Minggu, 7 Juni 2026 - 00:11 WIB

Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:48 WIB

Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas

Senin, 1 Juni 2026 - 16:48 WIB

Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS

Berita Terbaru

Prof. Yolanda Masnita Siagian (Foto: Dok. Pribadi)

Opini

Rebahan yang Ditakuti Negara

Sabtu, 18 Jul 2026 - 12:26 WIB