12 Relawan MER-C Indonesia Terjebak saat Israel Serang Rafah Gaza Selatan

Rabu, 8 Mei 2024 - 18:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rafah

Rafah

Jakarta, Mercinews.com – Sebanyak 12 relawan organisasi kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia terjebak di Rafah Gaza Bagian Selatan saat pasukan Israel menyerang kota tersebut.

Kepala Presidium MER-C Indonesia Sarbini Abdul Murad mengatakan belasan relawan tersebut tak bisa keluar dari Rafah Gaza Selatan pada Senin (6/5/2024) imbas serangan Zionis.

Mereka semestinya bertukar shift dengan tim medis berikutnya yang telah menunggu untuk masuk ke Gaza dari Kairo, Mesir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi pada hari Senin itu tim etape yang ketiga itu keluar dari Gaza dan tim ke keempat (seharusnya) masuk ke Gaza. Oleh sebab itu, sekarang tim yang ketiga tidak bisa keluar dari Gaza dan tim yang keempat tidak masuk ke Gaza,” kata Sarbini dalam konferensi pers di kantor MER-C, Rabu (8/5).

Baca Juga:  Menlu RI Retno Marsudi walkout dalam sidang PBB saat Israel berpidato

Sarbini menyebut belasan relawan MER-C yang masih terjebak di Rafah terdiri atas perawat dan dokter bedah. Mereka berjumlah 12 orang.

Menurut Sarbini, para relawan tak bisa meninggalkan Rafah lantaran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menginstruksikan agar tak ada tim medis yang keluar masuk dari dan ke Rafah.

Baca Juga:  Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara Satu-satunya Harapan, Kondisi Gaza Mencekam

“Oleh sebab itu teman-teman MER-C pada hari ini masih terkonsentrasi di Gaza di beberapa rumah sakit mereka bekerja. Kita doakan bahwa mereka bisa selamat dan bisa melaksanakan tugas-tugas. Kita mengharapkan mereka bisa dievakuasi atau bisa keluar dari Gaza,” ujar Sarbini.

Pasukan militer Israel menyerang wilayah timur Rafah pada Senin (6/5/2024) lalu. Serangan yang menyasar rumah penduduk itu menewaskan belasan warga Palestina.

Tak cuma itu, pasukan Zionis juga mengerahkan tank-tank ke dalam Rafah. Mereka mengklaim berhasil mengambil kendali perbatasan Palestina dan Mesir tersebut.

Baca Juga:  Israel serang kamp pengungsi di kota Khan Yunis, 70 meninggal dan 300 terluka

Aksi militer Israel di Rafah ini menuai kecaman keras dari dunia internasional. Negara-negara mayoritas Muslim menilai serangan ke Rafah cuma akan memperburuk perkembangan negosiasi gencatan senjata.

Pasalnya, serangan itu diluncurkan tak lama setelah Hamas menyetujui proposal yang diajukan Mesir dan Qatar. Proposal tersebut berisi tiga fase pembebasan sandera.

Israel menolak proposal tersebut karena menilai isinya tak sesuai dengan persyaratan yang mereka ajukan.

Agresi Israel di Jalur Gaza hingga kini telah menewaskan lebih dari 34.700 orang. Mayoritas korban ialah anak-anak dan perempuan.(*)

Berita Terkait

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB