Jakarta, Mercinews.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi fundamental perekonomian Indonesia masih kuat dan tidak berada dalam situasi yang mengarah pada krisis.
Menkeu Purbaya menyatakan bahwa Pemerintah terus menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan fiskal yang pruden serta penguatan berbagai program prioritas nasional.
“Perekonomian kita terus bergerak membaik. Memang masih ada tantangan, namun Indonesia tidak sedang menuju krisis. Fundamental ekonomi kita tetap kuat dan akan terus diperbaiki,” ujar Purbaya dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Purbaya, sejumlah indikator makroekonomi menunjukkan perbaikan yang menjadi dasar optimisme terhadap prospek ekonomi nasional.
“Pemerintah juga terus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui berbagai kebijakan yang diharapkan mampu memperkuat aktivitas ekonomi riil dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.
Ia mengatakan inflasi hingga saat ini masih berada pada tingkat yang terkendali. Sementara itu, pelemahan nilai tukar rupiah dinilai lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar global dibandingkan perubahan pada fundamental ekonomi Indonesia.
Purbaya menambahkan, pemerintah bersama otoritas terkait terus menjaga stabilitas sistem keuangan melalui koordinasi dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Di sisi fiskal, kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga disebut tetap terjaga.
Menurut dia, defisit APBN diproyeksikan tetap berada di bawah batas maksimal 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Rasio utang pemerintah juga masih berada pada kisaran 40 persen terhadap PDB atau dinilai masih dalam batas yang aman.
“Tahun lalu defisit APBN berada di kisaran 2,81 persen dari PDB dan tahun ini diperkirakan tetap di bawah 3 persen. Rasio utang pemerintah juga masih sekitar 40 persen terhadap PDB sehingga masih berada dalam kategori yang pruden,” kata Purbaya.
MBG dan Koperasi Merah Putih
Terkait pelaksanaan program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih, Menkeu Purbaya mengatakan, pemerintah terus melakukan evaluasi agar implementasinya semakin efektif dan tepat sasaran.
Menurut Purbaya, setiap program baru memiliki tantangan pada tahap awal sehingga diperlukan pengawasan dan penyempurnaan secara berkelanjutan.
Pemerintah, lanjutnya, juga terus melakukan efisiensi anggaran, memperkuat mekanisme pengawasan, dan meningkatkan koordinasi antarlembaga.
“Pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang ada. Yang terpenting adalah setiap kelemahan segera diperbaiki dan pengawasannya diperkuat,” ujarnya.
Purbaya juga memastikan reformasi di lingkungan Kementerian Keuangan terus berjalan, termasuk upaya memperkuat pengawasan di sektor perpajakan dan kepabeanan.
Ia menyatakan bahwa.setiap aparatur yang terbukti melakukan pelanggaran akan ditindak sesuai ketentuan.
Ia menambahkan, pembenahan dilakukan melalui peningkatan sistem pengawasan, rotasi pegawai, serta penindakan terhadap penyalahgunaan kewenangan guna memperkuat integritas institusi dan mendukung penerimaan negara.
“Penyelewengan pasti ada risikonya di setiap organisasi. Yang terpenting adalah mengendalikannya, menindak pelakunya, dan terus memperbaiki sistem agar semakin bersih,” pungkasnya.(red)






