Rupiah Tertekan, Dunia Usaha Hadapi Beban Biaya Berlapis

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Jakarta, Mercinews.com – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dinilai semakin menambah tekanan bagi dunia usaha. Selain menghadapi kenaikan biaya akibat pelemahan kurs, pelaku usaha juga masih dibebani tingginya biaya logistik, energi dan pembiayaan.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mengatakan, dampak pelemahan rupiah mulai dirasakan sektor riil, terutama industri manufaktur yang masih bergantung pada bahan baku impor.

Menurutnya, sekitar 70 persen bahan baku dan barang antara yang digunakan industri manufaktur masih berasal dari luar negeri. Kondisi tersebut membuat sektor manufaktur sangat sensitif terhadap pergerakan nilai tukar.

“Tekanan terhadap rupiah ini sudah terjadi secara bertahap sejak awal tahun sehingga dampaknya terhadap sektor riil kini semakin terasa,” kata Shinta, Rabu (10/6/2026).

Ia menjelaskan, dunia usaha saat ini menghadapi tekanan biaya berlapis. Di satu sisi, biaya produksi meningkat akibat naiknya harga bahan baku impor.

Di sisi lain, lanjut, perusahaan memiliki ruang terbatas untuk menaikkan harga jual karena daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih dan persaingan pasar masih ketat.

Menurut Shinta, dampak pelemahan rupiah tidak dirasakan secara merata. Perusahaan yang memiliki kandungan bahan baku lokal tinggi atau berorientasi ekspor relatif lebih mampu bertahan.

Baca Juga:  AMKI dan PT NBE Dorong Kerja Sama Strategis dengan Timor Leste

Sebaliknya, industri yang mengandalkan bahan baku impor dan menjual produknya di pasar domestik menghadapi tekanan yang lebih besar.

Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi menggerus margin keuntungan perusahaan dan membuat pelaku usaha lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi maupun ekspansi.

Karena itu, Apindo mendorong pemerintah dan otoritas moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar serta menekan berbagai biaya ekonomi domestik, mulai dari logistik, energi, hingga biaya pembiayaan.

Rupiah Akan Menguat

Baca Juga:  Tiket Pesawat Jakarta-Banda Aceh Mencapai Rp 10 Juta

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan rupiah akan menguat secara bertahap pada semester II 2026 setelah menghadapi tekanan dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut Purbaya, pemerintah optimistis stabilitas nilai tukar dapat terjaga melalui koordinasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan, termasuk perbaikan tata kelola devisa hasil ekspor (DHE).

Ia menyatakan Pemerintah memproyeksikan nilai tukar rupiah pada 2027 berada di kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar AS, seiring harapan membaiknya kondisi ekonomi global dan meningkatnya kepercayaan investor.(red)

Berita Terkait

Harga Pertamax Naik, Pengamat: Langkah Sulit Dihindari demi Jaga APBN
Biaya Energi dan Logistik Naik, DPR Minta Pemerintah Lindungi Sektor Manufaktur
Bazar Minyak Goreng Murah PTPN di Surabaya Diserbu Warga, 600 Kemasan Ludes dalam Sejam
Mulai 2027, Ekspor Komoditas Ini Wajib Lewat BUMN
PalmCo Percepat Distribusi Minyak Goreng ke Indonesia Timur Lewat Fasilitas Baru di Surabaya
JK: Indonesia Perkuat Peran Negara Lewat Ekspor Satu Pintu Batu Bara, CPO dan Ferroalloy
Rupiah di Level Rp 18.000, Purbaya Ungkap Dampaknya ke APBN
Gandeng TNI-Polri, PTPN IV PalmCo Perkuat Pengamanan Aset Negara dan Modernisasi Kebun Sawit

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:48 WIB

Harga Pertamax Naik, Pengamat: Langkah Sulit Dihindari demi Jaga APBN

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:09 WIB

Rupiah Tertekan, Dunia Usaha Hadapi Beban Biaya Berlapis

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:30 WIB

Biaya Energi dan Logistik Naik, DPR Minta Pemerintah Lindungi Sektor Manufaktur

Senin, 8 Juni 2026 - 16:42 WIB

Bazar Minyak Goreng Murah PTPN di Surabaya Diserbu Warga, 600 Kemasan Ludes dalam Sejam

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:26 WIB

Mulai 2027, Ekspor Komoditas Ini Wajib Lewat BUMN

Berita Terbaru

Ilustrasi

Ekonomi

Rupiah Tertekan, Dunia Usaha Hadapi Beban Biaya Berlapis

Rabu, 10 Jun 2026 - 21:09 WIB