Mercinews.com – Pemerintah Iran mengecam serangan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap fasilitas radar dan pengawasan pesisir di wilayah Sirik, Iran selatan, serta Pulau Qeshm, Sabtu (6/6/2026). Teheran menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata yang disepakati pada 8 April lalu.
Dilansir Mercinews.com dari kantor berita Iran, Sabtu (6/6/2026), dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut serangan AS yang terjadi pada Sabtu dini hari itu sebagai tindakan agresi yang melanggar kedaulatan dan integritas teritorial negara tersebut.
Menurut Iran, fasilitas yang menjadi sasaran serangan memiliki fungsi untuk melindungi perbatasan negara serta menjaga keamanan jalur pelayaran internasional di kawasan Teluk dan Selat Hormuz.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Teheran juga menuding Washington terus melakukan tindakan bermusuhan dan provokatif terhadap Iran. Pemerintah Iran menilai langkah tersebut mencerminkan pengabaian terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa angkatan bersenjata negara itu telah merespons serangan AS tersebut dalam kerangka hak membela diri dan berhasil menggagalkan tujuan operasi militer yang dilakukan AS.
Iran menegaskan, pelanggaran gencatan senjata yang berulang kali terjadi menunjukkan kurangnya komitmen Amerika Serikat untuk menurunkan ketegangan dan menciptakan stabilitas di kawasan.
“Amerika Serikat bertanggung jawab atas konsekuensi tindakan ini dan setiap eskalasi lebih lanjut yang mungkin terjadi,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran.
Pemerintah Iran juga kembali menegaskan haknya untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB. Teheran menyatakan akan menggunakan seluruh cara yang tersedia untuk melindungi kedaulatan, keamanan dan kepentingan nasionalnya.
Serukan Negara Kawasan Teluk
Selain itu, Iran menyerukan negara-negara di kawasan Teluk untuk tidak mengizinkan wilayah maupun fasilitas mereka digunakan sebagai basis perencanaan atau pelaksanaan tindakan militer yang ditujukan terhadap Iran.
Teheran juga mendesak Sekretaris Jenderal PBB, Dewan Keamanan PBB, dan berbagai organisasi internasional agar merespons dugaan pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan Amerika Serikat serta mencegah ancaman lebih lanjut terhadap perdamaian dan keamanan regional maupun global.
Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap lokasi radar pengawasan pesisir di Sirik dan Pulau Qeshm.
Menurut CENTCOM, operasi tersebut dilakukan setelah terjadi serangan yang menargetkan Selat Hormuz dan sejumlah negara di kawasan Teluk.
Sebagai respons, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah meluncurkan serangan rudal yang menargetkan pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan.
Aksi saling serang tersebut memicu kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk yang selama ini menjadi jalur penting perdagangan dan distribusi energi dunia.(red)






