Jakarta, Mercinews.com -.Menjelang penghujung tahun 2025, Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia menggelar kegiatan Apresiasi dan Refleksi Akhir Tahun yang menyoroti kinerja lembaga dan perkembangan transformasi digital layanan peradilan. Acara bertema “Peradilan Bermartabat, Negara Berdaulat” ini digelar di Balairung MA, Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Agenda tahunan ini dihadiri langsung oleh Ketua MA, Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H., Wakil Ketua MA Bidang Yudisial H. Suharto, S.H., M.Hum., Wakil Ketua Bidang Non Yudisial Dr. H. Dwiarso Budi Santiarto, S.H., M.Hum., serta jajaran pimpinan, aparatur peradilan, dan pejabat Eselon I dan II dari empat lingkungan peradilan.
Turut hadir pula Jubir MA-RI Prof. Dr. Yanto, S.H., M.H., Sekretaris MA-RI Sugiyanto, S.H., M.H., Kepala Badan Urusan Administrasi MA-RI Dr. H. Sobandi, S.H., M.H., dan para awak media baik secara langsung maupun daring.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan tersebut, Ketua MA menyampaikan bahwa kinerja sepanjang tahun 2025, salah satunya menangani total 38.147 perkara. Dari jumlah tersebut, 37.865 perkara telah diputus atau setara 99,26 persen dari total beban perkara, meningkat 22,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 30.908 perkara.
“Refleksi akhir tahun merupakan bagian dari komitmen Mahkamah Agung untuk menyampaikan informasi yang terbuka dan akuntabel kepada publik, sekaligus mengevaluasi berbagai kebijakan yang telah dijalankan,” terang Sunarto.
Transformasi Digital Tingkatkan Layanan Peradilan
Transformasi digital juga menjadi salah satu sorotan utama kinerja MA tahun ini. Sepanjang 2025, MA mengembangkan 12 aplikasi berbasis teknologi informasi yang mendukung transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas.
Pengajuan kasasi dan peninjauan kembali secara elektronik tercatat 29.379 perkara atau 77,48 persen dari total perkara masuk telah diregistrasi secara daring, meningkat signifikan dibandingkan 2024 yang baru mencapai 25,94 persen.
Selain itu, MA juga mencatat peningkatan kinerja minutasi dan pengiriman salinan putusan. Sepanjang 2025, sebanyak 36.561 perkara telah diminutasi dan dikirimkan ke pengadilan pengaju, meningkat 17,33 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari total perkara yang diselesaikan, 96,52 persen atau 35.107 perkara diselesaikan dalam waktu kurang dari tiga bulan sejak diputus.
Tata Kelola Keuangan dan Pengawasan Internal
Dari sisi tata kelola keuangan, MA kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk ke-13 kalinya secara berturut-turut.
Realisasi anggaran tahun 2025 tercatat sebesar 97,40 persen dari total pagu Rp13,145 triliun, menunjukkan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel.
Dalam bidang pengawasan, sepanjang 2025 MA menerima 5.550 pengaduan masyarakat, dengan 4.130 pengaduan atau 74,41 persen telah ditindaklanjuti. Sebanyak 192 hakim dan aparatur peradilan dijatuhi sanksi disiplin sebagai bagian dari upaya penegakan integritas internal.
Apresiasi dan Penghargaan Anugerah Mahkamah Agung 2025
Acara Refleksi Akhir Tahun juga menjadi momen pemberian penghargaan Anugerah Mahkamah Agung 2025 dan Lomba Foto Peradilan 2025. Sebanyak lima pemenang Anugerah MA dari peradilan tingkat banding dan 10 pemenang Lomba Foto Peradilan menerima trophy dan sertifikat yang diserahkan langsung oleh Ketua MA, Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H., disertai sesi foto bersama pimpinan MA.
Kegiatan diakhiri dengan sesi refleksi dan tanya jawab dengan para jurnalis yang dipandu Moderator, Hakim Yustisial Biro Hukum dan Humas, Adji Prakoso, S.H., M.H., serta Nadia Yurisa Adila, S.H., M.H.
Melalui kegiatan ini, MA menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kinerja penanganan perkara, memperkuat peradilan yang modern, transparan, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas. (red)






