Zelensky: Ukraina telah menguasai 74 pemukiman di wilayah Kursk Rusia

Rabu, 14 Agustus 2024 - 02:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina Alexander Syrsky dan Presiden Ukraina Vladimir Zelensky (president.gov.ua)

Foto: Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina Alexander Syrsky dan Presiden Ukraina Vladimir Zelensky (president.gov.ua)

Kyiv, Mercinews.com – Presiden Ukraina Vladimir Zelensky mengatakan bahwa operasi pasukan Ukraina di wilayah wilayah Kursk di Federasi Rusia terus berlanjut, katanya pada selasa 13 agustus 2024.

Menurutnya, 74 pemukiman Rusia sudah berada di bawah kendali Ukraina.

Merujuk pada laporan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina, Alexander Syrsky, presiden mencatat: “Meskipun terjadi pertempuran yang rumit dan intens, kemajuan pasukan kami di wilayah Kursk terus berlanjut, dana pertukaran untuk negara kami diisi ulang. .

Ada 74 pemukiman di bawah kendali Ukraina. Inspeksi dan tindakan stabilisasi dilakukan di sana. Pengembangan solusi kemanusiaan untuk wilayah-wilayah ini terus berlanjut.”

Menurut laporan Syrsky, selama 24 jam terakhir Angkatan Bersenjata Ukraina telah maju ke berbagai arah dari 1 hingga 3 kilometer.

Ringkasan Kementerian Pertahanan Rusia

Kementerian Pertahanan Federasi Rusia pada sore hari tanggal 13 Agustus menerbitkan di saluran Telegram gambaran baru tentang situasi di wilayah Kursk, tempat serangan Angkatan Bersenjata Ukraina telah berlangsung selama minggu kedua.

Baca Juga:  Negosiasi Google dengan perusahaan keamanan siber Wiz telah gagal

Kementerian Pertahanan menambahkan bahwa unit-unit Rusia berhasil menghalau serangan Angkatan Bersenjata Ukraina ke arah desa Martynovka di distrik Sudzhansky (14 kilometer dari perbatasan). Diduga sebanyak 15 tentara Ukraina tewas, dua kendaraan tempur lapis baja dan dua mobil hancur.

Kementerian Pertahanan mengklaim bahwa pasukan Rusia membersihkan desa Ozerki (mungkin desa perbatasan di distrik Belovsky), membunuh hingga 15 tentara Ukraina, menghancurkan empat pengangkut personel lapis baja Stryker, dan menangkap enam personel militer Angkatan Bersenjata Ukraina.

Baca Juga:  8 kecamatan Dapil Aceh 6 harus hitung ulang surat suara DPRA

Selain itu, menurut pernyataan kementerian, pasukan Rusia menyerang tenaga dan peralatan Angkatan Bersenjata Ukraina di wilayah Mikhailovka, Korenevo, Nikolaevo-Daryino, Oleshnya, Sudzha dan Nikolaevka di wilayah Kursk, serta cadangan. Angkatan Bersenjata Ukraina di wilayah Miropol, Mogritsa dan Petrushevka di wilayah Sumy.

Pihak Rusia mengklaim bahwa dalam satu hari Angkatan Bersenjata Ukraina telah kehilangan hingga 420 personel militer, 55 kendaraan lapis baja, termasuk tiga tank, dan total sejak 6 Agustus – hingga 2.030 personel militer dan 35 tank.

(M/C)

Berita Terkait

ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas
Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas
Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS
Momen Hangat Prabowo di Paris, Ajak Pengawal Prancis Foto Bersama Sebelum Pulang
Prabowo Disambut Hangat Macron saat Tiba di Istana Elysee Paris
Bank Sentral AS: Penutupan Selat Hormuz Ancam Pasokan Minyak dan Gas Dunia

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 22:12 WIB

ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:25 WIB

Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah

Minggu, 7 Juni 2026 - 00:11 WIB

Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:48 WIB

Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas

Senin, 1 Juni 2026 - 16:48 WIB

Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS

Berita Terbaru

Prof. Yolanda Masnita Siagian (Foto: Dok. Pribadi)

Opini

Rebahan yang Ditakuti Negara

Sabtu, 18 Jul 2026 - 12:26 WIB