Wisuda UTA’45 Jakarta 2025: Ketua Dewan Pembina Ingatkan Wisudawan Hargai Perjuangan Orang Tua

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wisuda UTA'45 Jakarta di Kelapa Gading Jakarta Utara, Kamis (16/10/2025).(Foto: istimewa)

Wisuda UTA'45 Jakarta di Kelapa Gading Jakarta Utara, Kamis (16/10/2025).(Foto: istimewa)

“Banyak generasi muda tidak bisa kuliah karena keterbatasan biaya. Alumni UTA’45 harus menjadi teladan dan menjauhi perilaku korupsi.”

Jakarta, Mercinews.com – Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi 17 Agustus 1945 (UTA’45) Jakarta, Dr. Rudyono Darsono, S.H., M.H., mengingatkan para wisudawan agar menghargai jerih payah dan pengorbanan orang tua yang telah mendukung pendidikan mereka hingga jenjang perguruan tinggi.

“Orang tua bekerja keras, mengurangi makan dan tidur demi biaya pendidikan anak-anaknya. Setelah wisuda, sudah selayaknya kita mengingat semua pengorbanan itu dan berbakti kepada mereka,” ujar Rudyono dalam keterangan tertulis Sabtu (18/10/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wisuda UTA’45 Jakarta Program Sarjana, Magister, dan Doktor yang digelar Kamis (16/10/2025) di Kelapa Gading, Jakarta Utara, mengusung tema “Unggul, Berkarakter, dan Berintegritas. Acara berlangsung khidmat dan meriah, penuh haru dan sukacita.

Hadir Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, Wakil Rektor III Michael Matthew, B.Sc., M.H., Dubes Timor Leste H.E. Roberto Sarmento D’Oliveira Suares, para guru besar, dosen, dan orang tua wisudawan.

Pada kesempatan itu, Rudyono Darsono menekankan bahwa sistem pendidikan nasional masih menghadapi banyak tantangan. Kendati demikian, alumni UTA’45 Jakarta diharapkan mampu tampil berbeda dan menjadi generasi yang berperan aktif dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Baca Juga:  Jelang akhir tahun Ombudsman Aceh Ingatkan Sekolah tak Kutip Uang Perpisahan Ke Siswa

“Alumni UTA’45 jangan dibelenggu oleh sistem yang rusak. Jadilah generasi berkarakter, unggul, dan berintegritas,” ujarnya.

“Sadar atau tidak, saat ini sistem pendidikan kita telah dirusak demokrasi. Namun alumni-alumni UTA’45 saya harapkan jangan mau dibelenggu oleh sistem yang rusak tersebut,” tambahnya.

Rudyono menegaskan bahwa sistem pendidikan saat ini jelas kurang menguntungkan, bahkan bisa dikatakan bobrok, sehingga alumni UTA’45 Jakarta harus tetap tampil berbeda dan menjadi generasi milenial yang mampu mengambil peran penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Tanggung Jawab Baru

Sementara itu, Rektor UTA’45 Jakarta, Prof. apt. Diana Laila R., M.Farm., Ph.D., mengingatkan bahwa wisuda bukan akhir, melainkan awal perjalanan karier dan tanggung jawab baru.

“Uang kuliah yang dikeluarkan orang tua adalah investasi masa depan. Jangan menyerah ketika menghadapi kesulitan, beristirahatlah sejenak lalu bangkit kembali,” ujar Diana.

“Dituntut terus belajar dan beradaptasi. Uang kuliah yang dikeluarkan orang tua selama ini sifatnya DP untuk beli tiket maju, yang nantinya akan dikembalikan lagi kepada orang tua. Kalau sulit meraih sukses, tidak ada kata menyerah, hanya lelah saja dan beristirahat sejenak guna beranjak maju lagi,” tambahnya.

Ia berpesan agar menjadikan wisuda ini awal yang indah. Terutama mengingat pencapaiannya yang tidak mudah. Kalau sampai hari ini tidak selesai dan putus kuliah, tentu bukan sesuatu hal yang bisa dilewatkan hanya dengan tangis.

Baca Juga:  Doa dan Pesan Moral Ustaz Maulana Warnai Acara Virtue PTPN IV PalmCo

“Raihlah masa depan dengan terus belajar dan belajar,” pesan Diana.

Diana juga mengingatkan bahwa wisuda sebaiknya menjadi awal yang indah, terutama mengingat pencapaian yang tidak mudah. Ia menekankan bahwa jika sampai hari ini studi belum selesai dan ada yang putus kuliah, hal itu bukan sesuatu yang bisa dilewatkan hanya dengan menangis.

Ia pun menyemangati para wisudawan untuk terus meraih masa depan dengan belajar tanpa henti.

“Almamater hanya ingin mendengar berita baik dari alumninya. Wisudawan/ti UTA’45 Jakarta dituntut membawa dan menjaga nama baik UTA’45 dalam memasuki Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Biaya Pendidikan

Ketua Yayasan UTA’45 Jakarta, Bambang Sulistomo, M.Si., menyoroti tantangan biaya pendidikan yang masih menjadi kendala bagi sebagian mahasiswa.

“Banyak generasi muda tidak bisa kuliah karena keterbatasan biaya. Alumni UTA’45 harus menjadi teladan dan menjauhi perilaku korupsi,” tegasnya.

Untuk menyelesaikan perkuliahan, lanjutnya, boleh jadi ada yang terpaksa pinjam pinjaman online (pinjol). Hal-hal semacam itu bisa terjadi karena Tri Dharma perguruan tinggi tertinggal sedemikian jauh

“Di mananya rakyat Indonesia berdaulat? Apa ditanggapi keluhan dan kritik rakyat soal mahalnya biaya pendidikan? Mana pengabdiannya kepada negara, mana nasionalisme dan patriotismenya? Sekarang ini koruptor ada di mana-mana. Saya sangat tidak menginginkan alumni UTA’45 Jakarta menjadi koruptor,” tegas Bambang.

Baca Juga:  UIN Raden Fatah Palembang Kukuhkan Tujuh Guru Besar dalam Sidang Senat Terbuka

Penghormatan Simbolis

Pada kesempatan itu, UTA’45 memberikan penghormatan simbolis kepada Dr. Muhammad Ikhwan (almarhum) melalui perwakilan istrinya, Hj. Siti Hasanah, yang berencana melanjutkan studi pascasarjana di UTA’45.

“Saya memuji UTA’45 yang menjunjung tinggi kemanusiaan. Saya berjanji akan mendaftarkan diri sebagai mahasiswa S2 di UTA’45,” ucap Hj. Siti Hasanah.

Wisuda kali ini menandai keberhasilan 247 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan. Acara menjadi momen haru bagi wisudawan dan orang tua, sekaligus pengingat bahwa kesuksesan dicapai melalui kerja keras, dedikasi, dan dukungan keluarga.

UTA’45 Jakarta, yang berdiri sejak 1952 dan tercatat sebagai universitas tertua ketiga di Indonesia, terus meningkatkan kompetensi pengajar melalui pelatihan dan sertifikasi serta memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mengurangi kesenjangan akses pendidikan.

Mahasiswa terbaik wisuda 2025 adalah Alfina Nabila dengan IPK 3,98, berkat bimbingan pengajar yang handal dan dedikasi pribadi.

Sistem pendidikan yang baik menurut UTA’45 berfokus pada pengembangan potensi secara menyeluruh (holistik), lingkungan belajar aman dan mendukung, serta relevan dengan kebutuhan masa depan, sehingga menciptakan pemerataan akses, mutu tinggi, efisiensi, dan relevansi dengan tuntutan zaman.(red)

Berita Terkait

Kemendikdasmen Didesak Beri Sanksi Tegas bagi Sekolah yang Menahan Ijazah dan SKL
PKBM Langgeng Ikhlas Depok, Sekolah Tanpa Biaya Jadi Harapan Warga Putus Sekolah
KPK Soroti Modus Titipan dan Pungli SPMB, Sekolah Diingatkan Jangan Main-main
SPMB 2026: Anak Belum 7 Tahun Tetap Bisa Daftar SD, Ini Ketentuan dari Kemendikdasmen
Hari Buku Nasional, PTPN IV PalmCo Salurkan Bantuan Buku hingga Daerah Bencana
Pendaftaran SIMAK UI 2026 Dimulai, Ini Syarat dan Jadwal Seleksinya
DPR RI dan Komdigi Dorong Penguatan SDM dalam Transformasi Pendidikan di Era Digital
Deni Maulana, Perjalanan Anak Buruh Tani Menembus Prestasi di UGM

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:27 WIB

Kemendikdasmen Didesak Beri Sanksi Tegas bagi Sekolah yang Menahan Ijazah dan SKL

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:51 WIB

PKBM Langgeng Ikhlas Depok, Sekolah Tanpa Biaya Jadi Harapan Warga Putus Sekolah

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:59 WIB

KPK Soroti Modus Titipan dan Pungli SPMB, Sekolah Diingatkan Jangan Main-main

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:51 WIB

SPMB 2026: Anak Belum 7 Tahun Tetap Bisa Daftar SD, Ini Ketentuan dari Kemendikdasmen

Minggu, 17 Mei 2026 - 12:55 WIB

Hari Buku Nasional, PTPN IV PalmCo Salurkan Bantuan Buku hingga Daerah Bencana

Berita Terbaru