UIN Raden Fatah Palembang Kukuhkan Tujuh Guru Besar dalam Sidang Senat Terbuka

Selasa, 17 Juni 2025 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor UIN Raden Fatah, Prof. Dr. Muhammad Adil, M.A., mengukuhkan tujuh Guru Besar di Gedung Academic Center UIN Raden Fatah, Kampus Sudirman, Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada Selasa (17/6/2025).(Foto: istimewa)

Rektor UIN Raden Fatah, Prof. Dr. Muhammad Adil, M.A., mengukuhkan tujuh Guru Besar di Gedung Academic Center UIN Raden Fatah, Kampus Sudirman, Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada Selasa (17/6/2025).(Foto: istimewa)

Palembang, Mercinews.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang kembali mencatatkan prestasi akademik dengan menggelar Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar di Gedung Academic Center Kampus Sudirman, pada Selasa (17/6/2025). Acara yang mengusung tema “Pendidikan Tinggi Berdampak Menuju Indonesia Emas 2045” ini menjadi momen bersejarah bagi civitas akademika UIN Raden Fatah.

Sebanyak tujuh dosen dari berbagai bidang keilmuan dikukuhkan sebagai guru besar, menjadikan total jumlah guru besar di UIN Raden Fatah menjadi 35 orang.

Rektor UIN Raden Fatah, Prof. Dr. Muhammad Adil, M.A., dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada tujuh guru besar yang baru dikukuhkan. Ia menekankan bahwa pencapaian ini bukan hanya merupakan capaian pribadi, tetapi juga capaian universitas yang sangat penting. “Dengan dikukuhkannya tujuh guru besar baru pada hari ini, berarti UIN Raden Fatah memiliki tambahan sumber daya manusia yang secara kapasitas sudah sangat teruji keilmuannya,” ujar Prof. Adil.

Lebih lanjut, Prof. Adil menyatakan bahwa peran pendidikan tinggi sangat strategis dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.

“Untuk mewujudkan pendidikan tinggi yang berdampak, tidak terlepas dari peran kita sebagai civitas akademika. Pengukuhan guru besar hari ini semoga dapat menjadi magnet bagi para akademisi lain untuk menjadi guru besar, khususnya di lingkungan UIN Raden Fatah Palembang,” katanya.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Suyitno, M.Ag., yang hadir dalam prosesi pengukuhan, menyampaikan apresiasi terhadap UIN Raden Fatah. Ia menyoroti pentingnya riset dan pendidikan tinggi yang berdampak nyata.

Baca Juga:  Semangat Pemuda PalmCo, Jadi Penggerak Masa Depan Sawit Indonesia

“Sudah saatnya kita cek skripsi, tesis, dan disertasi, untuk membuat riset yang berdampak, apa yang menjadi masalah umat, itulah yang kita riset,” ungkap Prof. Suyitno.

Ia juga memperkenalkan gagasan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai upaya membentuk karakter peserta didik yang kuat dan berakhlak mulia.

Adapun tujuh guru besar yang dikukuhkan pada kesempatan ini adalah:

Prof. Dr. Abdul Hadi, M.Ag – Bidang Ilmu Studi Islam pada Program Pascasarjana

Prof. Dr. Hamidah, M.Ag – Bidang Ilmu Sosiologi Dakwah

Prof. Dr. Muhammad Uyun, S.Psi, M.Si – Bidang Integritas Akademik

Prof. Dr. Indah Wigati, M.Pd.I – Bidang Pengembangan Materi Pendidikan Agama Islam (PAI)

Prof. Dr. Halimatussa’diyah, M.Ag – Bidang Tafsir Al-Qur’an di Indonesia

Baca Juga:  Buka Peluang Kuliah ke Taiwan! Pameran Pendidikan Tinggi 2025 Resmi Hadir di Jakarta

Prof. Dr. Arne Huzaimah, S.Ag., M.Hum – Bidang Hukum Keluarga Islam

Prof. Dr. Annisa Astrid, M.Pd – Bidang Teaching English as a Foreign Language (TEFL)

Dalam kegiatan ini juga hadir perwakilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan, K.H. Rosyidin Hasan, Sekretaris Komisi V DPRD Sumatera Selatan, Kiki Subagio serta sejumlah rektor dari perguruan tinggi lainnya, di antaranya Rektor STAIN Mandailing Natal, Prof. Sumper; Rektor UIN Ponorogo, Prof. Evi Muafiah dan beberapa guru besar dari berbagai universitas.

Dengan bertambahnya tujuh guru besar ini, UIN Raden Fatah Palembang semakin memperkuat posisinya sebagai pusat keunggulan akademik dan riset di Indonesia, serta berkomitmen untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 melalui pendidikan tinggi yang berdampak.(red)

Berita Terkait

Dirut PTPN IV PalmCo Beri Kuliah Umum di FEB UI, Ajak Mahasiswa Kenali Potensi Diri
SMPN 69 Borong Juara Abnon Cilik dan Remaja Kencur Jakarta Barat 2026
UNIS Tangerang Gelar Yudisium Pascasarjana, 243 Mahasiswa Lulus dan Siap Wisuda
Kemendikdasmen Didesak Beri Sanksi Tegas bagi Sekolah yang Menahan Ijazah dan SKL
PKBM Langgeng Ikhlas Depok, Sekolah Tanpa Biaya Jadi Harapan Warga Putus Sekolah
KPK Soroti Modus Titipan dan Pungli SPMB, Sekolah Diingatkan Jangan Main-main
SPMB 2026: Anak Belum 7 Tahun Tetap Bisa Daftar SD, Ini Ketentuan dari Kemendikdasmen
Hari Buku Nasional, PTPN IV PalmCo Salurkan Bantuan Buku hingga Daerah Bencana

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dirut PTPN IV PalmCo Beri Kuliah Umum di FEB UI, Ajak Mahasiswa Kenali Potensi Diri

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:47 WIB

SMPN 69 Borong Juara Abnon Cilik dan Remaja Kencur Jakarta Barat 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:56 WIB

UNIS Tangerang Gelar Yudisium Pascasarjana, 243 Mahasiswa Lulus dan Siap Wisuda

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:27 WIB

Kemendikdasmen Didesak Beri Sanksi Tegas bagi Sekolah yang Menahan Ijazah dan SKL

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:51 WIB

PKBM Langgeng Ikhlas Depok, Sekolah Tanpa Biaya Jadi Harapan Warga Putus Sekolah

Berita Terbaru