Viral! Tentara Ukraina Bakar Alquran dan Jadikan Alas buat Potong Daging Babi

Minggu, 19 Maret 2023 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KIEV, Mercinews.com – Ukraina menuduh Rusia membuat video propaganda yang menunjukkan tentara Ukraina menodai Al-quran dalam upaya untuk mendiskreditkan Kiev.

Pada Kamis (16/3/2023), satu video mulai viral beredar di media sosial yang menunjukkan apa yang tampak seperti tentara Ukraina memotong daging babi di atas Ia kemudian mengiris daging babi tersebut dengan Alquran sebagai alasnya. Tak hanya itu, prajurit biadab itu juga membakar Alquran dengan memasukkannya ke tumpukan kayu bakar.

salinan Al-quran milik pejuang Rusia yang ditangkap. Para prajurit juga kemudian terlihat merobek dan membakar halaman kitab suci tersebut.

Menanggapi video tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Ukraina Oleg Nikolenko mengecam Rusia karena membuat “video palsu” dan mengatakan negara tersebut harus dikutuk karena menghina Islam.

“Peringatan video palsu! Rusia membuat klip dengan orang tak dikenal yang mengaku sebagai tentara Ukraina memotong daging babi di Al-Quran dan membakar halaman-halamannya.

Mereka berbicara bahasa Ukraina yang rusak dan menggunakan pisau tentara Rusia. Rusia harus dikutuk karena menghina Islam dalam upaya untuk mendiskreditkan Ukraina,” ujar Nikolenko dalam posting Twitter.

Dia berpendapat bahwa, tidak seperti tentara Rusia, militer Ukraina menghormati “pilihan spiritual setiap prajurit”.

Baca Juga:  Khamenei dan Masa Depan Iran: Titik Balik Konflik di Timur Tengah

Mereka bertujuan memprovokasi kemarahan di kalangan dunia Muslim di Ukraina dengan tindakan yang diduga tentara Ukraina.

Tapi seperti berita propaganda lainnya, video ini tidak memiliki petunjuk,” ujar Ismagilov, sebagaimana diterjemahkan oleh Ukrainska Pravda.

“Tidak seperti orang Rusia, semua orang Ukraina bersatu; mereka saling mendukung dan menghormati pilihan spiritual setiap prajurit. Kami tidak memiliki buku ‘churban’; kami bahkan tidak menggunakan kata ini,” papar dia.

Angkatan Bersenjata Ukraina juga mengeluarkan pernyataan di mana dikatakan tentara Ukraina tidak akan menodai Al-Quran karena “orang-orang dari kebangsaan dan agama yang berbeda” bekerja sama untuk mempertahankan negara dari invasi Rusia.

Baca Juga:  Spanyol kerahkan pasukan ke Slovakia untuk menghadapi Rusia

Menurut Ukraina, sejak perang dimulai pada Februari tahun lalu, Rusia telah membuat sejumlah besar video propaganda dan disinformasi.

Menurut media Barat, setidaknya 35 narasi propaganda baru dibuat per hari di bulan pertama invasi.

TIME melaporkan hal itu, mengutip data dari LetsData, organisasi nirlaba yang menggunakan kecerdasan buatan untuk menganalisis operasi informasi yang bermusuhan.

Untuk memerangi propaganda dan disinformasi Rusia, pejabat Ukraina telah membentuk tim dan proses untuk memverifikasi semua fakta dalam pembaruan yang diposting di saluran resmi untuk mencegah tantangan terhadap kredibilitas mereka.

(m/c)

Berita Terkait

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas
Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas
Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS
Momen Hangat Prabowo di Paris, Ajak Pengawal Prancis Foto Bersama Sebelum Pulang
Prabowo Disambut Hangat Macron saat Tiba di Istana Elysee Paris

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Senin, 22 Juni 2026 - 22:12 WIB

ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:25 WIB

Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah

Minggu, 7 Juni 2026 - 00:11 WIB

Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:48 WIB

Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas

Berita Terbaru