Trump Ancam Kenakan Tarif Tinggi jika Kanada Dekati China

Sabtu, 24 Januari 2026 - 23:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Mercinews.com

Foto: Mercinews.com

MERCINEWS.COM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif tinggi terhadap produk asal Kanada jika negara itu mempererat kerja sama dagang dengan China. Ancaman tersebut mencerminkan kekhawatiran AS terhadap potensi masuknya barang-barang China ke pasar Amerika melalui Kanada.

Ancaman itu disampaikan Trump melalui unggahan di media sosial Truth Social. Ia menyinggung langsung Perdana Menteri Kanada Mark Carney dan menyatakan ketidaksetujuannya apabila Kanada membuka jalur perdagangan yang dinilai dapat dimanfaatkan China untuk menghindari kebijakan pembatasan AS.

Trump menilai, jika Kanada berupaya menjadi “pelabuhan pengiriman” bagi produk China menuju Amerika Serikat, maka langkah tersebut akan dianggap sebagai pelanggaran terhadap kepentingan ekonomi AS.

Ia pun menegaskan akan memberlakukan tarif sebesar 100 persen terhadap seluruh barang Kanada yang masuk ke pasar AS.

“Jika Kanada membuat kesepakatan dengan China, negara itu akan langsung dikenai tarif 100 persen terhadap semua barang dan produk Kanada yang masuk ke Amerika Serikat,” tulis Trump.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan hubungan antara Washington dan Ottawa.

Sebelumnya, hubungan personal antara Trump dan Carney memanas setelah Trump menyatakan bahwa Kanada hanya bisa bertahan hidup karena Amerika Serikat, dalam pidatonya pada Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss.

Baca Juga:  Bruce Hung: Taiwan Bangga Jadi Mitra Dagang Indonesia

Menanggapi pernyataan itu, Carney menyampaikan bantahan keras dalam pidato nasional di Quebec City menjelang dimulainya sesi legislatif baru.

Ia menegaskan kemandirian dan kekuatan Kanada sebagai negara berdaulat.

“Kanada tidak hidup karena Amerika Serikat. Kanada berkembang karena kita adalah orang Kanada,” ujar Carney, seperti dikutip dari AFP, Jumat (23/1/2026).

Tak lama setelah pernyataan tersebut, Trump kembali melontarkan respons melalui Truth Social.

Ia mengumumkan penarikan undangan bagi Kanada untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian, sebuah forum internasional yang sebelumnya sempat membuka peluang keanggotaan bagi Ottawa.

Baca Juga:  Rusia Memperingatkan Sinyal Perang Nuklir dengan Negara Barat AS-Inggris-Prancis

Sumber pemerintah Kanada menyatakan kepada AFP bahwa negaranya tidak berniat membayar untuk menjadi anggota tetap Dewan Perdamaian, meskipun Carney sebelumnya mengindikasikan keterbukaan untuk berpartisipasi dalam forum tersebut.

Pengamat menilai, eskalasi pernyataan antara kedua pemimpin itu berpotensi berdampak pada stabilitas hubungan dagang AS–Kanada. Padahal, kedua negara selama ini memiliki hubungan ekonomi yang erat dan saling bergantung, khususnya di sektor manufaktur dan energi.(red)

Berita Terkait

Serangan Houthi ke Arab Saudi Bikin Harga Minyak Dunia Kembali Bergejolak
Perluas Jejaring Global, Mathla’ul Anwar Buka Perwakilan di Belanda
Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 09:22 WIB

Serangan Houthi ke Arab Saudi Bikin Harga Minyak Dunia Kembali Bergejolak

Minggu, 6 September 2026 - 23:46 WIB

Perluas Jejaring Global, Mathla’ul Anwar Buka Perwakilan di Belanda

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Berita Terbaru

Heru Riyadi, S.H., M.H. (Foto: istimewa)

Opini

Mutasi Polri Harus Menjawab Harapan Masyarakat

Sabtu, 17 Okt 2026 - 22:55 WIB