MERCINEWS.COM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif tinggi terhadap produk asal Kanada jika negara itu mempererat kerja sama dagang dengan China. Ancaman tersebut mencerminkan kekhawatiran AS terhadap potensi masuknya barang-barang China ke pasar Amerika melalui Kanada.
Ancaman itu disampaikan Trump melalui unggahan di media sosial Truth Social. Ia menyinggung langsung Perdana Menteri Kanada Mark Carney dan menyatakan ketidaksetujuannya apabila Kanada membuka jalur perdagangan yang dinilai dapat dimanfaatkan China untuk menghindari kebijakan pembatasan AS.
Trump menilai, jika Kanada berupaya menjadi “pelabuhan pengiriman” bagi produk China menuju Amerika Serikat, maka langkah tersebut akan dianggap sebagai pelanggaran terhadap kepentingan ekonomi AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia pun menegaskan akan memberlakukan tarif sebesar 100 persen terhadap seluruh barang Kanada yang masuk ke pasar AS.
“Jika Kanada membuat kesepakatan dengan China, negara itu akan langsung dikenai tarif 100 persen terhadap semua barang dan produk Kanada yang masuk ke Amerika Serikat,” tulis Trump.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan hubungan antara Washington dan Ottawa.
Sebelumnya, hubungan personal antara Trump dan Carney memanas setelah Trump menyatakan bahwa Kanada hanya bisa bertahan hidup karena Amerika Serikat, dalam pidatonya pada Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss.
Menanggapi pernyataan itu, Carney menyampaikan bantahan keras dalam pidato nasional di Quebec City menjelang dimulainya sesi legislatif baru.
Ia menegaskan kemandirian dan kekuatan Kanada sebagai negara berdaulat.
“Kanada tidak hidup karena Amerika Serikat. Kanada berkembang karena kita adalah orang Kanada,” ujar Carney, seperti dikutip dari AFP, Jumat (23/1/2026).
Tak lama setelah pernyataan tersebut, Trump kembali melontarkan respons melalui Truth Social.
Ia mengumumkan penarikan undangan bagi Kanada untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian, sebuah forum internasional yang sebelumnya sempat membuka peluang keanggotaan bagi Ottawa.
Sumber pemerintah Kanada menyatakan kepada AFP bahwa negaranya tidak berniat membayar untuk menjadi anggota tetap Dewan Perdamaian, meskipun Carney sebelumnya mengindikasikan keterbukaan untuk berpartisipasi dalam forum tersebut.
Pengamat menilai, eskalasi pernyataan antara kedua pemimpin itu berpotensi berdampak pada stabilitas hubungan dagang AS–Kanada. Padahal, kedua negara selama ini memiliki hubungan ekonomi yang erat dan saling bergantung, khususnya di sektor manufaktur dan energi.(red)






