Satria Arta Kumbara Mengaku Menyesal Jadi Tentara Bayaran Rusia

Selasa, 22 Juli 2025 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA, MERCINEWS.COM – Satria Arta Kumbara, eks anggota Marinir TNI Angkatan Laut (AL) yang kini menjadi tentara relawan Rusia, mengaku menyesali keputusannya bergabung sebagai tentara bayaran. Penyesalan itu ia sampaikan melalui sebuah rekaman video yang viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Satria Arta Kumbara mengungkapkan bahwa alasannya pergi ke Rusia semata-mata karena faktor ekonomi, bukan untuk mengkhianati Indonesia.

“Saya ke sini (Rusia) hanya untuk mencari nafkah. Wakafa Billahi, cukuplah Allah sebagai saksi. Saya tidak ada niat mengkhianati negara,” ujarnya dengan suara bergetar dilansir dari akun akun TikTok @zstorm689 pada Selasa (22/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mohon izin, Bapak. Saya ingin memohon maaf sebesar-besarnya apabila ketidaktahuan saya menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia mengakibatkan dicabutnya warga negara saya,” sambungnya.

Baca Juga:  Kisah Haru di Singkawang, Cinta Lansia Bersatu Berkat Polisi

Ia juga mengaku telah meminta restu ibunya sebelum berangkat ke Rusia. Namun, ia tidak menyadari konsekuensi hukum dari tindakannya.

“Saya baru sadar setelah kontrak ditandatangani, ternyata status WNI saya dicabut,” ucapnya.

Melalui video itu pula, Satria meminta pemerintah Indonesia membuka pintu maaf dan menerimanya kembali sebagai warga negara. Ia secara khusus menyebut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan Presiden Prabowo Subianto agar memberi kesempatan baginya kembali ke Tanah Air.

Kemlu Tetap Pantau Satria di Rusia

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Rolliansyah “Roy” Soemirat, menyatakan pemerintah tetap memantau keberadaan Satria melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow.

Baca Juga:  Panglima TNI Siaga Tempur Lawan KKB Papua

“Kementerian Luar Negeri melalui KBRI di Moskow tetap memantau keberadaan yang bersangkutan dan menjalin komunikasi dengan dia,” kata Roy melalui pesan singkat di Jakarta, Senin (21/7/2025) malam.

Meski demikian, terkait proses pengembalian status kewarganegaraan, Roy menegaskan hal itu bukan kewenangan Kemlu, melainkan Kementerian Hukum dan HAM RI.

TNI AL Tegaskan Tidak Bisa Menerima Kembali

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal), Laksamana Pertama TNI Tunggul, menegaskan bahwa Satria sudah tidak memiliki keterikatan dengan TNI AL.
“Lebih tepat ditanyakan ke Kementerian Luar Negeri atau Kementerian Hukum dan HAM terkait status kewarganegaraan. Yang jelas, saat ini tidak ada lagi keterkaitan dengan TNI AL,” ujarnya.

Baca Juga:  Tentara Tiongkok siap bersama tentara Rusia untuk membela keadilan dunia

Tunggul menjelaskan, TNI AL berpegang pada putusan Pengadilan Militer II-08 Jakarta tanggal 6 April 2023 yang menyatakan Satria terbukti bersalah melakukan desersi dalam waktu damai sejak 13 Juni 2022. Berdasarkan Putusan Perkara Nomor 56-K/PM.II-08/AL/IV/2023, Satria dijatuhi hukuman penjara satu tahun dan diberhentikan tidak dengan hormat dari TNI AL.

“Akte putusan telah memperoleh kekuatan hukum tetap (AMKHT) pada 17 April 2023, sehingga keputusan tersebut sah dan tidak dapat diganggu gugat,” tegas Tunggul.

Dengan putusan tersebut, TNI AL menutup kemungkinan Satria kembali menjadi bagian dari institusi militer Indonesia.(red)

Berita Terkait

Viral Pemotor Dianiaya di Jagakarsa, Pelaku Pengendara Ninja Dibekuk
BEM PNJ Buka Suara soal Video Viral Dugaan Ciuman Sesama Jenis
Saat Jokowi Ikutan Finger Heart Dengar Lagu ‘Mas Bahlil Ganteng’
Bahlil Respons Lagu Viral ‘My Little Bolu Ketan’, Ingin Ajak Penciptanya Makan Bersama
Persib Bandung Juara, Pedagang Bubur Ayam di Sukabumi Gratiskan Jualan
Polda Metro Jaya Periksa Model AWS terkait Dugaan Korban Begal yang Viral di Media Sosial
Hendropriyono Tanggapi Amien Rais soal Teddy, Ingatkan Etika Berbahasa di Ruang Publik
Dua Begal Kurir Paket di Bandung Ditangkap, Pelaku Lainnya Masih Diburu Polisi

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 23:06 WIB

Viral Pemotor Dianiaya di Jagakarsa, Pelaku Pengendara Ninja Dibekuk

Rabu, 3 Juni 2026 - 01:37 WIB

BEM PNJ Buka Suara soal Video Viral Dugaan Ciuman Sesama Jenis

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:39 WIB

Saat Jokowi Ikutan Finger Heart Dengar Lagu ‘Mas Bahlil Ganteng’

Jumat, 29 Mei 2026 - 23:36 WIB

Bahlil Respons Lagu Viral ‘My Little Bolu Ketan’, Ingin Ajak Penciptanya Makan Bersama

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:10 WIB

Persib Bandung Juara, Pedagang Bubur Ayam di Sukabumi Gratiskan Jualan

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB