Jakarta, Mercinews.com – Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono, menanggapi pernyataan Amien Rais yang viral terkait Letkol Teddy Indra Wijaya. Ia menekankan pentingnya etika berbahasa, terutama bagi para tokoh senior di ruang publik.
Hendropriyono menyatakan, para tokoh bangsa memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan teladan dalam bersikap dan berkomunikasi.
Menurutnya, penyampaian pendapat seharusnya tetap mengedepankan nilai kesantunan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menilai Letkol Teddy bukan figur politik bebas, sehingga penilaian terhadapnya perlu dilakukan secara proporsional dan profesional, bukan berdasarkan emosi.
“Kualitas seorang negarawan bukan diukur dari kerasnya kata-kata, melainkan dari kemampuannya menjaga martabat orang lain, bahkan saat berbeda pandangan,” ujarnya dikutip dalam video, Selasa (5/5/2026).
Hendropriyono menambahkan, kritik yang disampaikan di ruang publik perlu dijaga agar tidak berkembang menjadi serangan personal atau ketidakadilan.
Ia kembali mengingatkan pentingnya menjaga adab sebagai fondasi kehidupan berbangsa.
Menurutnya, nilai-nilai moral yang diwariskan para pendiri bangsa harus terus dijaga, termasuk semangat kekeluargaan dalam menyikapi perbedaan.
Sebelumnya, pernyataan Amien Rais terkait kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjadi sorotan publik setelah diunggah melalui kanal YouTube pribadinya.
Video tersebut memicu beragam tanggapan sebelum akhirnya tidak lagi dapat diakses.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menilai konten tersebut mengandung unsur pembunuhan karakter dan fitnah.
Menanggapi hal itu, Amien Rais menegaskan bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak yang dijamin oleh konstitusi.
Ia menyebut, dalam negara demokrasi, setiap individu memiliki kebebasan untuk menyampaikan pandangan, termasuk yang berbeda dengan pemerintah.
Menurut Amien, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar selama berkaitan dengan kepentingan bangsa dan disampaikan dalam kerangka demokrasi.(red)






