Putin Dibujuk Afsel agar Tak Datang KTT BRICS, Bakal Ditangkap ICC

Selasa, 2 Mei 2023 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mercinews.com – Pihak Afrika Selatan selaku tuan rumah terus membujuk Presiden Rusia Vladimir Putin agar tidak datang pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) forum kerja sama Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan (BRICS) di Gauteng, pada Agustus.

Pasalnya, Putin kemungkinan besar ditangkap atas perintah Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) jika ia bersikeras datang ke Afsel.

Afsel merupakan salah satu anggota ICC sehingga berkewajiban menjalankan perintah badan pengadilan internasional tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

ICC mengeluarkan perintah menangkap Putin pada Maret di markas besar Den Haag. Putin dianggap melakukan kejahatan perang karena melakukan deportasi anak-anak ke Moskow terkait agresi Rusia di Ukraina.

Baca Juga:  Swiss umumkan konferensi berikutnya terkait Ukraina tidak diadakan di Eropa

The Sunday Times Afsel melaporkan, otoritas negara itu pun dikabarkan berusaha keras meyakinkan Putin agar tidak datang ke Gauteng, Afsel, seperti dikutip dari The Moscow Times.

Afsel tidak ada pilihan selain menangkap Putin jika orang nomor satu Rusia itu datang ke negara anggota ICC itu.

Pilihan paling masuk akal adalah membujuk Putin agar tidak datang ke KTT BRICS. Namun, upaya itu disebut tidak mudah karena Putin dikabarkan bersikeras untuk datang.

Baca Juga:  Uni Eropa akan alokasikan 1 miliar euro untuk peluru dan rudal Ukraina

Salah satu pejabat Afsel yang tak ingin disebutkan identitasnya mengatakan otoritas negara mereka terus berkoordinasi untuk meyakinkan Putin tidak datang.

Sebelumnya, pemimpin oposisi dari dari Partai Aliansi Demokratik Afsel, Alan Winde menegaskan Putin bakal ditahan sesuai dengan perintah penangkapan yang dirilis Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) bulan lalu.

“Putin secara konsisten dan keras menggerus kebebasan rakyat Ukraina dan mereka yang di negaranya sendiri melawan tindakan-tindakan brutal dia [Putin],” ujar Wine, seperti dikutip kantor berita Anadolu, pekan lalu.

Ancaman ini terlontar ketika Putin dijadwalkan menghadiri konferensi tingkat tinggi BRICS di Provinsi Western Cape di Afsel pada Agustus mendatang.

Baca Juga:  Iran mungkin akan kirim pasukan ke Lebanon, setelah pembunuhan pemimpin Hizbullah

BRICS merupakan blok yang anggotanya merupakan negara-negara dengan ekonomi berkembang, yaitu Rusia, Brasil, India, China, dan Afrika Selatan.

Kehadiran Putin di konferensi itu sempat menjadi sorotan karena Afsel merupakan negara anggota ICC.

Mereka seharusnya mematuhi surat perintah penangkapan yang dirilis ICC bulan lalu.

ICC memerintahkan penangkapan setelah menuding Putin melakukan kejahatan dengan memindahkan secara ilegal anak-anak dari Ukraina ke Rusia selama perang berkecamuk. [m/c]

Berita Terkait

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB