Perwira Tentara Israel akui korban yang disebut teroris, adalah warga sipil

Selasa, 2 April 2024 - 18:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yerusalem, Mercinews.com – Perwira dan tentara Israel mengakui bahwa sebagian besar korban jiwa yang dikategorikan “teroris” oleh militer selama perang di Jalur Gaza sebenarnya adalah warga sipil, menurut sebuah laporan pada Senin (1/4/2024)

Hal ini didapatkan koran Israel Haaretz dengan mengumpulkan kesaksian dari para perwira dan tentara yang bertempur di Gaza selama perang yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023.

“Militer Israel mengatakan 9.000 teroris telah terbunuh sejak perang Gaza dimulai,” menurut laporan itu.

Namun, para perwira dan tentara Israel mengatakan kepada Haaretz bahwa “Seringkali mereka adalah warga sipil yang satu-satunya kejahatannya adalah melintasi garis tak kasat mata yang dibuat oleh tentara Israel.”

“Kami secara jelas diberitahu bahwa meskipun seorang tersangka berlari ke dalam sebuah gedung yang berisi orang-orang di dalamnya, kami harus menembaki gedung tersebut dan membunuh teroris tersebut, bahkan jika orang lain terluka,” kata seorang tentara kepada surat kabar tersebut.

Baca Juga:  Rayakan Idul Adha, Warga Gaza Kumandangkan Takbir hingga Shalat Ied di Pengungsian

Menurut kesaksian para perwira dan tentara, militer Israel menembaki setiap orang yang memasuki “zona pembunuhan” yang telah ditetapkan, baik warga bersenjata maupun warga sipil.

Seorang perwira cadangan mengatakan bahwa “dalam praktiknya, teroris adalah siapa pun yang dibunuh oleh tentara di wilayah di mana pasukannya beroperasi.”

“Mereka bertanya berapa banyak, dan saya memberi angka berdasarkan apa yang kami lihat dan ketahui di lapangan, dan kemudian kami bergerak maju. Bukan kami yang menciptakan mayat, tapi tidak ada yang bisa menentukan dengan pasti siapa teroris dan siapa yang ditembak setelah memasuki zona tempur pasukan Israel,” tambahnya.

Baca Juga:  Israel Terus Serang Lebanon, Jumlah Korban Tewas di Beirut 2.000 Lebih

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadapi kritikan di dalam Israel karena gagal mencapai tujuan dari perang Gaza, terutama membasmi kelompok Palestina Hamas dan mengembalikan warga Israel yang disandera. []

Sumber: Anadolu

Berita Terkait

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB