Keji! Serangan Israel di Rafa Bakar Hidup-hidup Pengungsi di Tenda Lagi Tidur

Selasa, 28 Mei 2024 - 11:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kamp pengungsi di Rafah dibakar oleh tentara Israel melalui pengebomban. Kebakaran berkobar menyusul serangan Israel terhadap tenda kamp pengungsi Palestina di Rafah

Kamp pengungsi di Rafah dibakar oleh tentara Israel melalui pengebomban. Kebakaran berkobar menyusul serangan Israel terhadap tenda kamp pengungsi Palestina di Rafah

Jakarta, Mercinews.com – Serangan Israel ke Rafah membakar hidup-hidup pengungsi di tenda. Aksi keji itu terjadi Minggu (26/5/2024), keluarga-keluarga Palestina langsung bergegas ke rumah sakit untuk mempersiapkan jenazah dimakamkan. Serangan Israel membakar tenda-tenda dan tempat perlindungan logam reyot.

Para warga bercerita, sejumlah keluarga tengah bersiap untuk tidur ketika serangan menghantam lingkungan Tel Al Sultan saat ribuan orang berlindung setelah pasukan Israel memulai serangan darat di timur Rafah lebih dari dua minggu lalu.

“Kami sedang berdoa dan kami menyiapkan tempat tidur anak-anak kami untuk tidur. Tidak ada yang aneh, kemudian kami mendengar suara yang sangat keras, dan api muncul di sekitar kami,” kata Umm Mohamed Al Attar, seorang ibu Palestina yang mengenakan pakaian berwarna merah.

“Semua anak mulai berteriak. Suaranya menakutkan, kami merasa seperti logam akan menimpa kami, dan pecahan peluru jatuh ke dalam ruangan,” demikian kesaksiannya.

Rekaman video yang diperoleh Reuters menunjukkan api berkobar dalam kegelapan dan orang-orang berteriak panik. Sekelompok pemuda mencoba menarik lembaran besi bergelombang dan selang dari sebuah truk pemadam kebakaran mulai memadamkan api.

Lebih dari separuh korban tewas adalah perempuan, anak-anak, dan orang lanjut usia, kata pejabat kesehatan di Gaza, seraya menambahkan bahwa jumlah korban tewas kemungkinan akan meningkat dari orang-orang yang mengalami luka bakar parah.

Baca Juga:  Sergei Shoigu bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian

Petugas medis mengatakan serangan udara Israel pada hari Senin terhadap sebuah rumah di Rafah telah menewaskan tujuh warga Palestina, dan beberapa lainnya terluka.

Tidak Ada Lagi Zona Aman

Lebih dari 36.000 warga Palestina tewas dalam serangan Israel, kata Kementerian Kesehatan Gaza. Israel melancarkan operasi tersebut setelah militan pimpinan Hamas menyerang komunitas Israel selatan pada 7 Oktober, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang, menurut penghitungan Israel.

Di siang hari, kamp itu dipenuhi puing-puing tenda yang berasap, logam yang bengkok, dan barang-barang hangus. Perempuan menangis dan laki-laki berdoa di samping jenazah yang dikafani.

Baca Juga:  Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Duduk di samping jenazah kerabatnya, Abed Mohammed Al Attar mengatakan Israel berbohong ketika mengatakan kepada penduduk bahwa mereka akan aman di wilayah barat Rafah. Kakak laki-lakinya, adik iparnya, dan beberapa kerabat lainnya tewas dalam kobaran api.

“Tentara adalah pembohong. Tidak ada keamanan di Gaza. Tidak ada keamanan, tidak untuk anak-anak, pria lanjut usia, atau wanita. Di sini dia (saudara laki-laki saya) bersama istrinya, mereka syahid,” katanya. .

Kementerian Luar Negeri Palestina yang berbasis di Tepi Barat mengutuk pembantaian keji tersebut. Mesir juga mengutuk pengeboman yang disengaja oleh Israel terhadap tenda-tenda pengungsi, menggambarkannya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.(mc)

Berita Terkait

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB