Perban di telinga kanan menjadi tren baru, para pendukung Trump

Kamis, 18 Juli 2024 - 21:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: BBC News

Foto: BBC News

Mercinews.com – Tren yang sangat tidak biasa kini semakin populer di kalangan pendukung mantan Presiden AS dan Calon Presiden AS Donald Trump Para pendukungnya mulai mengenakan penutup telinga kanan, yang menunjukkan dukungan dan solidaritas mereka terhadap mantan presiden tersebut.

Menurut BBC News, tren ini pertama kali diketahui pada Konvensi Nasional Partai Republik baru-baru ini.

Baca Juga:  Pemkot Makassar latih 1.500 remaja masjid ciptakan program kreatif dan inovatif

Banyak peserta acara yang tampil dengan pita putih di telinga kanannya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Asal usul “mode” baru ini berakar pada peristiwa terkini yang terkait dengan Donald Trump. Perban tersebut melambangkan luka yang diterima Trump di telinga kanannya selama upaya pembunuhan.

Beberapa pendukung mantan Presiden Donald Trump mengenakan penutup telinga pada malam ketiga Konvensi Nasional Partai Republik (RNC) di Milwaukee, Wisconsin.
Anggota delegasi RNC di Arizona mengatakan mereka mengenakan perban sebagai tanda solidaritas dengan mantan presiden tersebut setelah dia selamat dari upaya pembunuhan.

Baca Juga:  Ribuan warga dan mahasiswa tuntut Kejari Abdya tuntaskan kasus PT CA

Seorang pendukung mengatakan dia membalut telinganya sendiri untuk membantu Trump “menetapkan pernyataan fesyen baru” dan untuk memberi tahu dia “betapa kami mencintainya”.

Baca Juga:  AS dan Iran Berunding di Islamabad, Trump Tuding China Pasok Senjata ke Teheran

Trump muncul di konvensi tersebut dengan mengenakan perban setelah dia tertembak di telinga saat dia berbicara di rapat umum di Pennsylvania pada hari Sabtu.

Mantan presiden tersebut dijadwalkan menyampaikan pidato di konvensi tersebut pada hari Kamis, ketika ia diperkirakan akan dikukuhkan sebagai calon presiden Partai Republik pada tahun 2024.

(m/c)

Berita Terkait

ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas
Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas
Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS
Momen Hangat Prabowo di Paris, Ajak Pengawal Prancis Foto Bersama Sebelum Pulang
Prabowo Disambut Hangat Macron saat Tiba di Istana Elysee Paris
Bank Sentral AS: Penutupan Selat Hormuz Ancam Pasokan Minyak dan Gas Dunia

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 22:12 WIB

ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:25 WIB

Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah

Minggu, 7 Juni 2026 - 00:11 WIB

Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:48 WIB

Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas

Senin, 1 Juni 2026 - 16:48 WIB

Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS

Berita Terbaru

Prof. Yolanda Masnita Siagian (Foto: Dok. Pribadi)

Opini

Rebahan yang Ditakuti Negara

Sabtu, 18 Jul 2026 - 12:26 WIB