AS dan Iran Berunding di Islamabad, Trump Tuding China Pasok Senjata ke Teheran

Minggu, 12 April 2026 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengingatkan China atas dugaan memasok senjata ke Iran. (Foto: Dok. Ilustrasi-Mercinews.com)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengingatkan China atas dugaan memasok senjata ke Iran. (Foto: Dok. Ilustrasi-Mercinews.com)

MERCINEWS.COM – Di tengah perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan, Presiden AS Donald Trump menuding adanya potensi pasokan senjata dari China ke Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump menanggapi laporan intelijen AS terkait dugaan pengiriman sistem pertahanan udara ke Iran.

Ia memperingatkan bahwa langkah Tiongkok itu akan berdampak serius.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jika China melakukan itu, China akan menghadapi masalah besar,” kata Trump, dilansir dari Reuters, Ahad, (12/4/2026).

Baca Juga:  Xi Jinping Tiba di Moskow, Akan Bahas Perdamaian Rusia dan Ukraina

Meski demikian, tudingan tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari pemerintah China.

Sejumlah laporan menyebut dugaan pengiriman senjata masih berdasarkan penilaian intelijen dan belum terverifikasi secara independen.

Di sisi lain, perundingan antara Amerika Serikat dan Iran terus berlangsung. Pembicaraan yang dimediasi Pakistan itu telah memasuki hari kedua pada Minggu (12/4/2026), setelah kedua pihak berunding lebih dari 15 jam tanpa mencapai kesepakatan.

Baca Juga:  Serangan Israel Rusak Fasilitas RS Indonesia di Bayt Lahiya Gaza Utara

Gedung Putih menyatakan pertemuan berlangsung hingga melewati tengah malam sejak Sabtu (11/4/2026).

Sementara media Iran melaporkan kedua delegasi sempat beristirahat sebelum melanjutkan kembali pembicaraan pada Ahad (12/4/2026) pagi.

Seorang pejabat Pakistan menyebut suasana perundingan berlangsung positif meski belum menghasilkan mufakat.

“Diskusi berjalan positif dan suasana secara keseluruhan ramah,” ujarnya.

Perundingan ini menjadi pertemuan langsung yang jarang terjadi antara kedua negara, bahkan disebut sebagai salah satu kontak tingkat tinggi pertama sejak Revolusi Islam Iran 1979.

Baca Juga:  AS minta warganya segera meninggalkan Lebanon dengan penerbangan apa pun

Delegasi AS dipimpin Wakil Presiden JD Vance, sementara Iran diwakili sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

Namun, perbedaan kepentingan, termasuk isu nuklir dan stabilitas kawasan, masih menjadi kendala utama dalam mencapai kesepakatan.

Situasi ini turut menjadi perhatian internasional karena berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan, termasuk jalur strategis perdagangan energi global di Selat Hormuz.(red)

Berita Terkait

Serangan Houthi ke Arab Saudi Bikin Harga Minyak Dunia Kembali Bergejolak
Perluas Jejaring Global, Mathla’ul Anwar Buka Perwakilan di Belanda
Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 09:22 WIB

Serangan Houthi ke Arab Saudi Bikin Harga Minyak Dunia Kembali Bergejolak

Minggu, 6 September 2026 - 23:46 WIB

Perluas Jejaring Global, Mathla’ul Anwar Buka Perwakilan di Belanda

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Berita Terbaru

Heru Riyadi, S.H., M.H. (Foto: istimewa)

Opini

Mutasi Polri Harus Menjawab Harapan Masyarakat

Sabtu, 17 Okt 2026 - 22:55 WIB