JAKARTA, MERCINEWS.COM – Komitmen untuk menjaga kualitas dan martabat profesi hukum kembali ditegaskan oleh Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia – Suara Advokat Indonesia (DPC Peradi SAI) Jakarta Utara. Melalui pelaksanaan Ujian Profesi Advokat (UPA) yang digelar dengan pengawasan ketat dan standar tinggi, Peradi-SAI menunjukkan bahwa proses menuju profesi advokat harus ditempuh secara serius, disiplin, dan penuh tanggung jawab.
Ujian berlangsung di sebuah hotel kawasan Sunter, Jakarta Utara, pada Sabtu (14/6/2025). Sebanyak 41 peserta UPA Angkatan XI Tahun 2025 mengikuti proses ujian yang tidak memberikan celah bagi praktik curang. Meja peserta dibuat steril dari segala bentuk alat bantu seperti buku, catatan, atau perangkat elektronik. Peserta hanya diperkenankan membawa alat tulis dan kertas ujian, menunjukkan kesungguhan panitia dalam menjaga integritas proses seleksi calon advokat.
Ketua DPC Peradi SAI Jakarta Utara, Carrel Ticualu, SE., SH., MH., menyampaikan bahwa Peradi-SAI memiliki visi kuat untuk mencetak advokat yang tidak hanya cerdas secara hukum, tetapi juga berintegritas dan memahami nilai-nilai etika profesi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin membentuk advokat yang profesional dan bisa dipercaya masyarakat. Itulah sebabnya Ujian Profesi Advokat kami jalankan dengan standar tinggi dan pengawasan langsung,” jelas Carrel.
Ujian kali ini mendapat pengawasan dari Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi, yang diwakili oleh Dirgayati H. Lase, SH. Kehadirannya menambah legitimasi dan memastikan bahwa proses ujian berjalan sesuai dengan regulasi nasional organisasi.
Selama pelaksanaan ujian, Carrel Ticualu turut didampingi oleh jajaran panitia dan pengawas, yaitu Dirgayati H. Lase, S.H. (perwakilan pengawas dari DPN Peradi), Donny M.S.G. Munthe, S.H., M.H., Restu Widiastuti, S.H., M.H., Sri Astuti, S.H., M.H., Pipit Suwito, S.H., M.H., dan Ryan Pratama, S.H., M.H.
Mereka bertugas mengawasi teknis pelaksanaan ujian, memastikan ketertiban, dan menjaga suasana yang kondusif bagi peserta.

Carrel juga mengapresiasi semangat para peserta yang telah mempersiapkan diri dengan serius. Ia menegaskan bahwa memilih mengikuti UPA melalui Peradi-SAI merupakan langkah tepat bagi calon advokat yang ingin membangun karier hukum dengan fondasi integritas dan kualitas.
“Peradi-SAI ingin agar profesi ini dihormati karena kredibilitasnya. Kami memulainya dari tahap seleksi yang tidak main-main. Kalau sejak awal sudah kompromi, bagaimana mereka akan jadi pembela hukum yang bisa dipercaya?” ujarnya.
Pengumuman kelulusan akan disampaikan lima minggu ke depan oleh DPN Peradi, sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas lembaga.
Melalui penyelenggaraan Ujian Profesi Advokat yang ketat ini, Peradi-SAI Jakarta Utara sekali lagi menunjukkan bahwa profesi advokat bukan tempat untuk jalan pintas, tetapi jalur terhormat yang harus ditempuh dengan kesungguhan, pengetahuan, dan integritas tinggi.(red)






