Penyidik KPK Periksa Mahasiswa soal Dugaan Pihak yang Sembunyikan Harun Masiku

Senin, 3 Juni 2024 - 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri. ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat/pri. [nt]

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri. ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat/pri. [nt]

Jakarta, Mercinews.com – KPK memeriksa seorang mahasiswa, Melita De Grave, terkait pencarian buron Harun Masiku. Penyidik KPK memeriksa mahasiswa itu untuk mendalami dugaan adanya pihak yang mengamankan keberadaan Harun Masiku.

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan saksi itu diperiksa pada Jumat (31/5/2024) lalu. Pemeriksaan dilakukan di gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

“Melita De Grave (pelajar/mahasiswa), saksi hadir dan Tim Penyidik masih terus mendalami dugaan adanya pihak-pihak yang diduga mengamankan keberadaan dari Tersangka HM,” kata Ali dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (3/6/2024).

Adapun Harun Masiku merupakan tersangka pemberi suap dalam kasus pergantian antarwaktu DPR RI pada 2019. Dia lalu jadi buron hingga kini.

Tiga hari berturut-turut dalam pekan kemarin KPK telah memanggil tiga saksi dalam kasus Harun. Dua saksi di antaranya merupakan mahasiswa.

Baca Juga:  KPK sebut akan ada tersangka baru dalam kasus Gubernur Papua Lukas Enembe

Saksi lain yang telah diperiksa penyidik itu ialah Simon Petrus, yang berprofesi sebagai pengacara. Dia diperiksa di gedung Merah Putih KPK pada Rabu (29/5).

Sehari berselang, tepatnya pada Kamis (30/5), penyidik juga memeriksa satu saksi lainnya terkait Harun Masiku. Satu saksi yang diperiksa itu seorang mahasiswa bernama Hugo Ganda.

“Keduanya hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan keberadaan dari tersangka HM,” ujar Ali.

Baca Juga:  AG Pacar Mario Dandy Santai Sambil Ngerokok, Saat David Dianiaya

Ali mengatakan, dari pemeriksaan Simon Petrus dan Hugo Ganda itu, tim penyidik juga mengusut adanya dugaan pihak yang sengaja menyembunyikan Harun Masiku.

“(Didalami) juga soal dugaan adanya pihak tertentu yang melindungi tersangka dimaksud sehingga menghambat proses pencarian dari tim penyidik,” pungkas Ali.

(mc)

Berita Terkait

Polresta Banda Aceh tangkap 19 pelaku judi online, bakal di hukuman cambuk
Transaksi Rp 600 Triliun, 3 juta Lebih warga Indonesia Main Judi Online
Suami di Aceh Besar aniaya istrinya dengan sadis, mata pecah leher tersayat pisau
Pabrik Ekstasi di Medan Digerebek Polisi, 5 Orang Ditangkap
Minta Prabowo Turun Tangan Selesaikan Kasus Vina, Mahfud MD: Ini Kriminal Jahat
Pengadilan Memperberat Hukuman Eks Kepala Bea Cukai Makassar Jadi 12 Tahun Penjara
Edarkan Sabu di dalam lapas Meulaboh, dua narapidana tangkap Polisi
Terkait Buronan Harun Masiku, Penyidik KPK Sita Handphone dan Tas Hasto Kristiyanto
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Juni 2024 - 17:49 WIB

Polresta Banda Aceh tangkap 19 pelaku judi online, bakal di hukuman cambuk

Sabtu, 15 Juni 2024 - 20:54 WIB

Transaksi Rp 600 Triliun, 3 juta Lebih warga Indonesia Main Judi Online

Jumat, 14 Juni 2024 - 15:14 WIB

Suami di Aceh Besar aniaya istrinya dengan sadis, mata pecah leher tersayat pisau

Kamis, 13 Juni 2024 - 21:54 WIB

Pabrik Ekstasi di Medan Digerebek Polisi, 5 Orang Ditangkap

Rabu, 12 Juni 2024 - 17:53 WIB

Minta Prabowo Turun Tangan Selesaikan Kasus Vina, Mahfud MD: Ini Kriminal Jahat

Selasa, 11 Juni 2024 - 16:06 WIB

Pengadilan Memperberat Hukuman Eks Kepala Bea Cukai Makassar Jadi 12 Tahun Penjara

Selasa, 11 Juni 2024 - 13:57 WIB

Edarkan Sabu di dalam lapas Meulaboh, dua narapidana tangkap Polisi

Senin, 10 Juni 2024 - 17:21 WIB

Terkait Buronan Harun Masiku, Penyidik KPK Sita Handphone dan Tas Hasto Kristiyanto

Berita Terbaru

Rusia dan Vietnam menandatangani sejumlah dokumen kerja sama

Dunia

Negosiasi Putin dengan Presiden Vietnam telah berakhir

Kamis, 20 Jun 2024 - 15:03 WIB

Kimmich, Jerman, memblok tembakan di menit 90 /Foto:X euto2024

Olahraga

Hasil kedua Grup A Euro 2024, Jerman Unggul 2-0 Atas Hungaria

Kamis, 20 Jun 2024 - 00:55 WIB