Pentagon akan memperkuat pasukan AS di Timur Tengah di tengah ancaman Iran

Sabtu, 3 Agustus 2024 - 02:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertahanan Lloyd Austin, berdiri di kanan, dan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant, berdiri di kiri, mendengarkan pemutaran Lagu Kebangsaan Israel saat upacara kedatangan di Pentagon di Washington, 25 Juni 2024. (AP Photo/ Susan Walsh)

Menteri Pertahanan Lloyd Austin, berdiri di kanan, dan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant, berdiri di kiri, mendengarkan pemutaran Lagu Kebangsaan Israel saat upacara kedatangan di Pentagon di Washington, 25 Juni 2024. (AP Photo/ Susan Walsh)

(Mercinews) – Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin telah memberi tahu Israel tentang perubahan saat ini dan masa depan terhadap pasukan Amerika di Timur Tengah, kata Pentagon di tengah ancaman dari Iran dan Hamas dan Hizbullah.

Pentagon menambahkan bahwa Austin belum membuat keputusan akhir tentang pasukan mana yang akan dikerahkan.

Para pejabat mengatakan kepada Reuters bahwa berbagai pilihan sedang dipertimbangkan, termasuk pesawat terbang dan aset angkatan laut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perubahan yang diharapkan terjadi ketika Amerika Serikat bersiap menghadapi Iran untuk mewujudkan ancamannya dalam menanggapi pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh dua hari lalu pada Rabu 31 juli pagi di Teheran – salah satu dari serangkaian pembunuhan tokoh senior Palestina. perang antara Israel dan Hamas di Gaza berkecamuk.

Baca Juga:  Begini Nasib TikTok di Amerika Serikat, Dijual atau Mati

“(Austin) memberi tahu menteri mengenai langkah-langkah tambahan untuk memasukkan perubahan postur kekuatan pertahanan yang sedang berlangsung dan di masa depan yang akan diambil departemen tersebut untuk mendukung pertahanan Israel,” juru bicara Pentagon Sabrina Singh mengatakan kepada wartawan setelah panggilan telepon antara Austin dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant.

“(Austin) berkomitmen kepada Menteri Gallant dan Presiden (Joe Biden) berkomitmen kepada (Perdana Menteri Benjamin) Netanyahu bahwa kami akan memperkuat perlindungan pasukan kami di wilayah tersebut,” tambahnya.

Selain itu Penasihat komunikasi keamanan nasional Amerika Serikat pada hari Jumat menyatakan siap memindahkan sumber daya ke wilayah tersebut jika diperlukan.

Baca Juga:  Lapangan terbang militer Ukraina di Voznesensk diserang gerakan bawah tanah

“Kami telah mendengar pemimpin tertinggi dengan tegas dan jelas bahwa dia bermaksud membalas pembunuhan seorang pemimpin Hamas di Teheran dan bahwa mereka ingin melakukan serangan lain terhadap Israel,” kata penasihat komunikasi keamanan nasional AS John Kirby kepada CNN.

Tidak jelas apakah persiapan AS sama intensifnya dengan sebelum tanggal 13 April, ketika Iran melancarkan serangan terhadap Israel dengan drone dan rudal. Pada saat itu, Israel berhasil menjatuhkan hampir seluruh 300 drone dan rudal dengan bantuan Amerika Serikat dan sekutu lainnya.

Iran dan Hamas sama-sama menuduh Israel melakukan pembunuhan tersebut dan berjanji akan membalas.

Israel belum mengaku bertanggung jawab atas kematian tersebut atau membantahnya.

Baca Juga:  NU dan Muhammadiyah Resmi Terima Izin Tambang dari Jokowi

Singh mengatakan Amerika Serikat tidak ingin melihat konflik regional yang lebih luas dan tidak percaya bahwa eskalasi konflik tidak bisa dihindari.

“Saya pikir kami sangat lugas dalam menyampaikan pesan bahwa kami tentu tidak ingin melihat ketegangan meningkat dan kami yakin ada jalan keluar di sini dan itulah kesepakatan gencatan senjata,” kata Singh mengacu pada gencatan senjata penyanderaan. kesepakatan antara Israel dan Hamas.

Pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh dimakamkan hari ini jumat 2 angustus di Qatar setelah pembunuhannya yang mana Iran menyalahkan Israel dan berjanji akan membalas dendam, meningkatkan kekhawatiran bahwa ketegangan yang meningkat dapat berubah menjadi konflik Timur Tengah yang sepenuhnya.

(m/c)

Berita Terkait

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas
Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas
Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS
Momen Hangat Prabowo di Paris, Ajak Pengawal Prancis Foto Bersama Sebelum Pulang
Prabowo Disambut Hangat Macron saat Tiba di Istana Elysee Paris

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Senin, 22 Juni 2026 - 22:12 WIB

ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:25 WIB

Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah

Minggu, 7 Juni 2026 - 00:11 WIB

Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:48 WIB

Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas

Berita Terbaru

Prof. Yolanda Masnita Siagian (Foto: Dok. Pribadi)

Opini

Rebahan yang Ditakuti Negara

Sabtu, 18 Jul 2026 - 12:26 WIB