Pendiri Wikileaks resmi dibebaskan, siapa Julian Assange, ini kisahnya

Kamis, 27 Juni 2024 - 00:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CHUNG SUNG-JUN/GETTY IMAGES
Keterangan gambar,Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, telah tiba di Gedung Pengadilan Amerika Serikat (AS) di Saipan, Kepulauan Mariana Utara, 26 Juni 2024.

CHUNG SUNG-JUN/GETTY IMAGES Keterangan gambar,Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, telah tiba di Gedung Pengadilan Amerika Serikat (AS) di Saipan, Kepulauan Mariana Utara, 26 Juni 2024.

Mercinews.com – Pendiri Wikileaks, Julian Assange resmi dibebaskan setelah mengaku bersalah dalam persidangan di Saipan, Kepulauan Mariana Utara, wilayah Amerika Serikat (AS) di Pasifik, Rabu (26/6/2024).

Pengakuan bersalah itu merupakan kesepakatan dengan pihak berwenang AS untuk mengakhiri pertarungan hukum selama bertahun-tahun.

Assange dipastikan tidak menghadapi hukuman penjara lagi dan akan terbang pulang ke Australia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usai persidangan, Assange meninggalkan ruangan dan tidak menjawab pertanyaan wartawan. Dia hanya melambaikan tangan sambil tersenyum tipis

YUICHI YAMAZAKI/AFP
Keterangan gambar,Usai persidangan, Assange meninggalkan ruangan dan tidak menjawab pertanyaan wartawan.

Bagaimana rasanya menjadi orang bebas?” Pertanyaan ini diakukan seseorang usai persidangan itu.

Assange tidak menjawab, tapi saat memasuki kendaraan roda empat yang menjemputnya, dia melambaikan tangan sebelum menghilang dari pandangan.

Dia sebelumnya telah menandatangani kesepakatan dengan AS yang akan membuatnya mengaku bersalah atas satu tuduhan spionase, dan bukan 18 tuduhan spionase yang semula dia hadapi.

Sebagai imbalannya, Assange tidak akan menghadapi hukuman penjara lebih lanjut.

Dan setelah mengaku bersalah, dia akan dibebaskan dan kembali ke negara asalnya, Australia.

Assange meninggalkan Inggris pada hari Senin setelah menghabiskan lima tahun penjara di sana, tempat dia berjuang melawan upaya ekstradisi ke AS.

Istrinya, Stella Assange, mengatakan kepada BBC bahwa dia “sangat gembira”.

Assange dibebaskan dari penjara Inggris

Sebelumnya, Julian Assange dibebaskan dari penjara Inggris setelah mendekam lima tahun di sana.

Ini terjadi sesudah ada Assange membuat kesepakatan dengan pihak berwenang Amerika Serikat.

Assange, 52 tahun, setuju untuk mengaku bersalah atas salah satu tuduhan pidana yang ditujukan padanya, yaitu berkonspirasi untuk mendapatkan dan mengungkapkan dokumen rahasia pertahanan AS.

Dia akan dijatuhi hukuman 62 bulan penjara. Namun, berdasarkan kesepakatan dengan departemen kehakiman AS, ia akan menerima pengurangan hukuman atas waktu yang dihabiskannya di penjara Inggris.

Assange diperkirakan tidak akan menghabiskan waktu lagi dalam tahanan dan akan kembali ke negara asalnya, Australia.

Selama bertahun-tahun, AS berpendapat bahwa dokumen Wikileaks – yang mengungkapkan informasi tentang perang Irak dan Afghanistan – membahayakan nyawa.

Dia telah menghabiskan lima tahun terakhir di penjara Inggris, tempat dia berjuang melawan ekstradisi ke AS.

Di X, platform yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, Wikileaks mengatakan bahwa Assange meninggalkan penjara dengan keamanan maksimum Belmarsh di London, Inggris, pada Selasa (25/06) pagi setelah 1.901 hari ditahan di sana.

Baca Juga:  Pelukan Putin dan Narendra Modi adalah “pil pahit” bagi AS

Video yang dibagikan secara daring oleh Wikileaks menunjukkan Assange, mengenakan jeans dan kemeja biru, diantar ke Bandara Stansted sebelum menaiki pesawat.

Kesepakatan itu – yang akan membuatnya mengaku bersalah atas satu dakwaan – diperkirakan akan diputuskan di pengadilan yang digelar di Kepulauan Mariana Utara pada Rabu (26/06).

Kepulauan terpencil di Pasifik yang merupakan wilayah persemakmuran AS ini jauh lebih dekat dengan Australia dibandingkan dengan pengadilan federal AS di Hawaii atau benua AS.

Kantor berita AFP mengutip juru bicara pemerintah Australia yang mengatakan bahwa kasus ini “berlarut-larut terlalu lama”.

Sementara pengacara Julian Assange, Richard Miller, menolak berkomentar saat dihubungi CBS. BBC juga telah menghubungi pengacaranya yang berbasis di AS.
Pihak Assange dan pengacaranya telah lama menyatakan bahwa kasus yang menimpanya bermotif politik.

Siapa Julian Assange dan apa itu Wikileaks?

Assange membangun reputasinya sebagai programmer komputer sejak usia remaja.

Tahun 1995, pengadilan Australia – negara asal Assange – menjatuhkan denda kepadanya atas pelanggaran peretasan. Seharusnya Assange dipenjara, tetapi dia berjanji tidak akan mengulanginya sehingga hanya didenda.

Assange mendirikan situs Wikileaks pada 2006. Situs ini mengeklaim telah mempublikasikan lebih dari 10 juta dokumen, termasuk berbagai laporan resmi yang rahasia atau terbatas mengenai perang, mata-mata, dan korupsi.

Pada 2010, Wikileaks merilis video helikopter militer AS yang memperlihatkan 18 warga sipil tewas dibunuh di ibu kota Irak, Baghdad.

Situs itu juga mempublikasikan ribuan dokumen rahasia yang disuplai mantan analis intelijen Angkatan Darat AS, Chelsea Manning, yang sempat dijatuhi hukuman 35 tahun penjara sebelum presiden AS saat itu, Barack Obama, meringankan hukumannya pada tahun 2017.

Dokumen-dokumen ini menunjukkan bahwa militer AS membunuh ratusan warga sipil dalam insiden-insiden yang tidak dilaporkan selama perang Afghanistan.

Bagaimana reaksi pemerintah AS terhadap Wikileaks?

Departemen Kehakiman AS pada 2019 menggambarkan kebocoran tersebut sebagai “salah satu pelanggaran informasi rahasia terbesar dalam sejarah Amerika Serikat”.

Tim hukum dari otoritas AS menyebut dibukanya informasi itu membuat para individu di Afghanistan dan Irak yang namanya disebutkan “berada dalam marabahaya, penyiksaan, bahkan kematian“.

Baca Juga:  Belanda akan Izinkan Ukraina Gunakan jet tempur F-16 di wilayah Rusia

Assange bersikukuh dokumen-dokumen yang diungkap mengungkap penyalahgunaan wewenang yang serius oleh angkatan bersenjata AS. Menurut dia, kasus yang digulirkan terhadapnya bernuansa politik.

Assange dituduh melakukan konspirasi untuk meretas database militer AS untuk memperoleh informasi sensitif.

Jaksa AS awalnya ingin mengadili pendiri Wikileaks itu atas 18 dakwaan – sebagian besar berdasarkan Undang-Undang Spionase – atas pengungkapan informasi rahasia militer AS dan pesan diplomatik terkait perang di Afghanistan dan Irak.

Pihak berwenang AS sudah memulai proses ekstradisi untuk memboyong Assange ke AS. Jika terbukti bersalah, pengacara Assange mengatakan dia bisa dihukum penjara selama 175 tahun.

Akan tetapi, pemerintah AS mengatakan kemungkinan Assange akan diganjar penjara antara empat dan enam tahun.

Mengapa Julian Assange belum juga diterbangkan ke AS?

Permohonan ekstradisi AS dikabulkan pada 2019 menyusul serangkaian sidang pengadilan. Akan tetapi, Assange selama bertahun-tahun berjuang untuk melawan keputusan tersebut.

Pada tahun yang sama, Assange dikirim ke sel penjara Belmarsh berkeamanan tinggi di London, Inggris, untuk suatu kasus yang berbeda. Assange pun ditahan di sana selama proses permohonan ekstradisi AS berlangsung karena riwayat pelariannya.

Pada 2021, Pengadilan Tinggi memutuskan bahwa Assange harus diekstradisi. Hakim mengesampingkan klaim bahwa kondisi kesehatan mental Assange yang buruk membuatnya berpotensi mengakhiri riwayatnya di penjara AS.

Mahkamah Agung menguatkan putusan Pengadilan Tinggi pada 2022. Menteri Dalam Negeri saat itu, Priti Patel, mengonfirmasi perintah ekstradisi.

Julian Assange kembali hadir ke Pengadilan Tinggi pada 20 dan 21 Februari 2024 untuk peninjauan kembali atas putusan awal pengadilan yang menolak izin bandingnya.

Para pendukung Assange mengatakan ini bisa jadi merupakan kesempatan terakhirnya di bidang hukum.

Namun pada saat yang bersamaan, tim hukum Assange juga mengajukan permohonan hukum ke Pengadilan Eropa untuk Hak Asasi Manusia (HAM). Permohonan hukum ini adalah untuk meminta pemblokiran ekstradisi.

Pada April silam, Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa dia sedang mempertimbangkan permintaan Australia untuk membatalkan penuntutan terhadap Assange.

Sebulan sesudahnya, Pengadilan Tinggi Inggris memutuskan bahwa Assange dapat mengajukan banding baru terhadap proses ekstradisi ke AS.

Baca Juga:  Di Protes Rakyat Besar-besaran Georgia tarik RUU agen asing

Mengapa Julian Assange tinggal di Kedutaan Ekuador?

Otoritas Swedia mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Assange pada 2010. Dia dituduh memperkosa seorang perempuan dan melakukan pelecehan seksual terhadap satu perempuan lainnya saat berada di Swedia.

Assange mengatakan klaim terhadapnya ini “tidak berdasar”.

Swedia meminta Inggris untuk mengekstradisi Assange yang telah ditangkap dan ditahan dengan jaminan.

Kasus hukum bergulir selama dua tahun kemudian. Pada 2012, Mahkamah Agung Inggris memutuskan Assange harus diekstradisi ke Swedia untuk pemeriksaan hukum.

Assange alih-alih mencari suaka politik ke kedutaan Ekuador. Permintaan ini dikabulkan oleh Presiden Ekuador kala itu, Rafael Correa, yang mendukung Wikileaks.

Assange menghabiskan tujuh tahun di kedutaan dan sering mendapat kunjungan dari selebritas termasuk penyanyi Lady Gaga dan aktris Pamela Anderson.

Pada April 2019, Presiden Lenin Moreno yang baru terpilih memerintahkan Assange untuk angkat kaki dari kedutaan akibat “perilakunya yang tidak sopan serta agresif”. Assange juga mendapat keluhan ihwal kebersihan tubuhnya. Selain itu, dia juga dicurigai mengakses dokumen keamanan kedutaan.

Assange kemudian ditangkap di dalam kedutaan oleh kepolisian Inggris. Dia kemudian disidang karena tidak mengikuti putusan pengadilan untuk diekstradisi ke Swedia. Penolakan Assange ini melanggar aturan jaminannya.

Dia pun dihukum penjara selama 50 minggu.

Pada November 2019, pihak berwenang Swedia membatalkan kasus mereka terhadap Assange karena waktu sejak tuduhan pelanggaran sudah berlangsung terlalu lama.

Siapa istri Julian Assange, Stella Assange?

Assange menikahi pasangan hidupnya, Stella Morris, seorang pengacara, di Penjara Belmarsh pada 2022.

Stella Moris menikah dengan Julian Assange di Penjara Belmarsh pada 2022.

Keduanya mulai memadu asmara sejak 2015 dan dikaruniai dua anak. Mereka lahir saat Julian Assange masih tinggal di Kedutaan Ekuador.

Gaun pengantin Stella Assange rancangan oleh Dame Vivienne Westwood. Desainer tersohor itu telah lantang menolak ekstradisi Assange.

Kedua buah hati Julian dan Stella Assange hadir di pernikahan itu, juga ayah dan saudara laki-laki Assange.

Video Pendiri Wikileaks, Julian Assange resmi dibebaskan dan disambut istrinya Stella Assang

(m/ci)

Sumber Berita : BBC

Berita Terkait

UE memperpanjang sanksi ke Iran selama satu tahun, karena dukung Rusia
Ukraina tidak akan menerima undangan dan keanggotaan NATO sebelum perang berakhir
Analisis audio sebut tiga jenis senjata ditembakkan pada rapat umum Trump
62 hektare hutan terbakar di wilayah Krasnodar Rusia
NATO tidak akan menembak jatuh pesawat Rusia di wilayah udara Ukraina
Latihan bersama angkatan laut Rusia dan Tiongkok dimulai
Trump diselamatkan oleh satu gerakan kepala yang dia lakukannya saat penembakan
Upaya pembunuhan terhadap Trump meningkatkan peluangnya untuk menangkan pemilu AS
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juli 2024 - 23:48 WIB

UE memperpanjang sanksi ke Iran selama satu tahun, karena dukung Rusia

Senin, 15 Juli 2024 - 22:36 WIB

Ukraina tidak akan menerima undangan dan keanggotaan NATO sebelum perang berakhir

Senin, 15 Juli 2024 - 21:06 WIB

Analisis audio sebut tiga jenis senjata ditembakkan pada rapat umum Trump

Senin, 15 Juli 2024 - 19:26 WIB

NATO tidak akan menembak jatuh pesawat Rusia di wilayah udara Ukraina

Senin, 15 Juli 2024 - 19:03 WIB

Latihan bersama angkatan laut Rusia dan Tiongkok dimulai

Berita Terbaru

AFP melalui Getty Images

Olahraga

Pendapatan timnas dari Euro 2024 pun mulai diketahui

Senin, 15 Jul 2024 - 23:28 WIB