Pendidikan Jadi Prioritas, DPR Dorong Komunikasi Publik yang Efektif

Rabu, 15 April 2026 - 09:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Webinar Nasional bertema “Pengelolaan Komunikasi Publik Terkait Pengelolaan Pendidikan” yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Komisi I DPR RI, Senin (13/4/2026). (Foto: istimewa)

Webinar Nasional bertema “Pengelolaan Komunikasi Publik Terkait Pengelolaan Pendidikan” yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Komisi I DPR RI, Senin (13/4/2026). (Foto: istimewa)

Jakarta, Mercinews.com – Pendidikan menjadi prioritas dalam pembangunan nasional, seiring dorongan DPR RI agar komunikasi publik yang efektif diperkuat guna mendukung pengelolaan dan pemerataan akses pendidikan di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan dalam Webinar Nasional bertema “Pengelolaan Komunikasi Publik Terkait Pengelolaan Pendidikan” yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Komisi I DPR RI, Senin (13/4/2026).

Anggota Komisi I DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara yang dijamin dalam konstitusi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, dan pemerintah wajib membiayainya. Ini merupakan amanat UUD 1945 yang harus dijalankan secara konsisten,” ujarnya.

Baca Juga:  Semarak Ceria Sekolah Angkasa Lanud Husein Meriahkan HUT ke-37 Yayasan Ardhya Garini

Ia menjelaskan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran pendidikan minimal 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional.

Anggaran tersebut digunakan untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik, memperluas program beasiswa, serta memperkuat infrastruktur pendidikan.

Menurutnya, arah kebijakan pendidikan saat ini selaras dengan visi pembangunan nasional 2024-2029 yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pengurangan kemiskinan melalui pendidikan, serta peningkatan daya saing global.

Sejumlah program prioritas terus diperkuat, antara lain Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Pintar (KIP), serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Baca Juga:  Komnas PA Soroti Dugaan Perundungan di SMP Jaktim

Pemerintah juga mendorong penguatan pendidikan vokasi, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kesejahteraan guru, serta program makan bergizi gratis dan rehabilitasi sekolah.

“Fokus kebijakan pendidikan saat ini adalah mencetak SDM unggul yang mampu bersaing di tingkat global, sekaligus memastikan akses pendidikan semakin merata,” jelasnya.

Sementara itu, dosen Universitas Esa Unggul, Gun Gun Siwadi, menekankan pentingnya dukungan infrastruktur dalam pengelolaan komunikasi publik di sektor pendidikan, khususnya di era digital.

“Pengelolaan komunikasi pendidikan harus didukung infrastruktur yang memadai, terutama akses internet. Pemerintah perlu memperluas jaringan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar agar masyarakat memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh informasi,” ujarnya.

Baca Juga:  Buka Peluang Kuliah ke Taiwan! Pameran Pendidikan Tinggi 2025 Resmi Hadir di Jakarta

Pandangan senada disampaikan Muhammad Amirul Hasbi yang menilai komunikasi publik berperan strategis dalam menyukseskan program pendidikan.

“Komunikasi publik menjadi instrumen penting untuk menyampaikan informasi program pendidikan secara efektif sekaligus meminimalkan misinformasi di masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, sasaran komunikasi pendidikan tidak hanya siswa, tetapi juga orang tua sebagai mitra dalam mendukung keberhasilan pembelajaran.

Pada akhirnya, seluruh kebijakan tersebut diarahkan untuk mencapai tujuan utama pendidikan, yakni membentuk manusia yang berkualitas dan berdaya saing.

“Tujuan akhir dari pendidikan adalah memanusiakan manusia. Setiap proses pembelajaran harus memberi ruang bagi peserta didik untuk berkembang secara optimal,” pungkasnya.(red)

Berita Terkait

Kemendikdasmen Didesak Beri Sanksi Tegas bagi Sekolah yang Menahan Ijazah dan SKL
PKBM Langgeng Ikhlas Depok, Sekolah Tanpa Biaya Jadi Harapan Warga Putus Sekolah
KPK Soroti Modus Titipan dan Pungli SPMB, Sekolah Diingatkan Jangan Main-main
SPMB 2026: Anak Belum 7 Tahun Tetap Bisa Daftar SD, Ini Ketentuan dari Kemendikdasmen
Hari Buku Nasional, PTPN IV PalmCo Salurkan Bantuan Buku hingga Daerah Bencana
Pendaftaran SIMAK UI 2026 Dimulai, Ini Syarat dan Jadwal Seleksinya
DPR RI dan Komdigi Dorong Penguatan SDM dalam Transformasi Pendidikan di Era Digital
Deni Maulana, Perjalanan Anak Buruh Tani Menembus Prestasi di UGM

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:27 WIB

Kemendikdasmen Didesak Beri Sanksi Tegas bagi Sekolah yang Menahan Ijazah dan SKL

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:51 WIB

PKBM Langgeng Ikhlas Depok, Sekolah Tanpa Biaya Jadi Harapan Warga Putus Sekolah

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:59 WIB

KPK Soroti Modus Titipan dan Pungli SPMB, Sekolah Diingatkan Jangan Main-main

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:51 WIB

SPMB 2026: Anak Belum 7 Tahun Tetap Bisa Daftar SD, Ini Ketentuan dari Kemendikdasmen

Minggu, 17 Mei 2026 - 12:55 WIB

Hari Buku Nasional, PTPN IV PalmCo Salurkan Bantuan Buku hingga Daerah Bencana

Berita Terbaru

Prof. Yolanda Masnita Siagian (Foto: Dok. Pribadi)

Opini

Rebahan yang Ditakuti Negara

Sabtu, 18 Jul 2026 - 12:26 WIB