Militer Hamas siap lindungi warga Palestina dalam operasi Israel di Rafah

- Jurnalis

Selasa, 7 Mei 2024 - 14:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tunis, Mercinews.com – Pejuang Palestina Hamas pada Senin (6/5/2024) mengatakan bahwa perlawanan yang dipimpin oleh sayap militer Brigade Qassam siap untuk membela warga Palestina jika terjadi operasi militer Israel di Kota Rafah, Gaza.

“Operasi militer di Rafah tidak akan mudah bagi tentara pendudukan fasis,” tulis gerakan tersebut melalui Telegram.

“Perlawanan gagah berani kami, yang dipimpin oleh Brigade Qassam, sepenuhnya siap untuk melindungi rakyat kami, mengalahkan musuh ini, menggagalkan rencananya dan menggagalkan tujuannya,” lanjutnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Media Times of Israel melaporkan pada hari sebelumnya bahwa Angkatan Bersenjata Israel (IDF) mulai menyerukan warga Palestina untuk meninggalkan bagian timur Rafah menjelang operasi militer yang direncanakan.

Militer Israel menyarankan penduduk setempat untuk pindah ke zona kemanusiaan di wilayah Al Mawasi dan Khan Younis.

Baca Juga:  Foto Baru Bocoran dokumen "rahasia" tentang kegiatan NATO di Ukraina muncul di China

Israel telah mengusir lebih dari 100 ribu warga yang mengungsi di Rafah. Mereka lalu pindah ke kawasan al Mawasi dan Khan Younis.

Secara total, mungkin ada sekitar 1,5 juta pengungsi Palestina yang masih di Rafah

Sementara itu, juru bicara kepresidenan Palestina Nabil Abu Rudeineh kemudian mengatakan bahwa Palestina menyerukan kepada Pemerintah AS untuk segera bertindak guna mencegah operasi Israel di Rafah.

Sebagaimana diwartakan, Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu menekankan bahwa pemerintahnya tidak akan pernah menyerah pada tujuan militernya di Gaza. Dia mengatakan penarikan mundur Israel dari Gaza berarti penyerahan diri Israel dan kemenangan besar bagi Hamas dan Iran.

Ia menegaskan bahwa Israel telah dan masih siap untuk membuat kesepakatan mengenai jeda pertempuran untuk memastikan pembebasan orang-orang Israel yang diculik. Israel melakukan upaya tersebut, lanjutnya, demi membebaskan 124 sandera dan kemudian akan kembali berperang.

Baca Juga:  Israel Terus Gempur Rafah Meski Hamas Setuju Gencatan

Adapun sebelumnya Hamas sedang mempertimbangkan proposal baru untuk kesepakatan penyanderaan yang diajukan oleh Mesir yang mengharuskan pelepasan 33 sandera Israel sebagai imbalan atas gencatan senjata sementara di Jalur Gaza.

Proposal yang disusun dengan bantuan Israel, terdiri dari 2 tahap. Tahap pertama dari perjanjian tersebut mencakup pembebasan 20-33 sandera selama beberapa minggu dengan imbalan jeda pertempuran dan pembebasan tahanan Palestina oleh Israel.

Durasi gencatan senjata bisa diperpanjang dengan bergantung pada jumlah sandera yang dibebaskan. Kemudian, sebagai bagian dari kesepakatan tahap kedua, Hamas diminta untuk menukar sandera yang tersisa, termasuk tentara Israel dan jenazahnya dengan lebih banyak lagi tahanan Palestina.

Sumber: Sputnik

Berita Terkait

Iran rilis laporan awal penyelidikan jatuhnya helikopter Presiden Ebrahim Raisi
Secara Bertahap, Relawan MER-C Kembali ke Tanah Air Usai Bertugas di Jalur Gaza
Ribuan Pelayat Hadiri Pemakaman Presiden Iran Ebrahim Raisi
Pemilihan Presiden Baru Iran Dijadwalkan Bulan Depan: Ini Sistem Politik Iran
Kecelakaan Helikopter Presiden Iran Ebrahim Raisi, Eror atau Dierorkan?
Presiden Ebrahim Raisi Meninggal, Begini Proses Penggantian Pemimpin Iran
Presiden Iran Meninggal Kecelakaan Heli, Puluhan Ribu Orang Hadiri Pemakaman Raisi
Tim Relawan MER-C Masih tertahan di Gaza Selatan karena pintu Rafah ditutup
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Mei 2024 - 19:14 WIB

Iran rilis laporan awal penyelidikan jatuhnya helikopter Presiden Ebrahim Raisi

Jumat, 24 Mei 2024 - 18:28 WIB

Secara Bertahap, Relawan MER-C Kembali ke Tanah Air Usai Bertugas di Jalur Gaza

Jumat, 24 Mei 2024 - 07:58 WIB

Ribuan Pelayat Hadiri Pemakaman Presiden Iran Ebrahim Raisi

Jumat, 24 Mei 2024 - 00:46 WIB

Pemilihan Presiden Baru Iran Dijadwalkan Bulan Depan: Ini Sistem Politik Iran

Jumat, 24 Mei 2024 - 00:28 WIB

Kecelakaan Helikopter Presiden Iran Ebrahim Raisi, Eror atau Dierorkan?

Rabu, 22 Mei 2024 - 17:24 WIB

Presiden Ebrahim Raisi Meninggal, Begini Proses Penggantian Pemimpin Iran

Rabu, 22 Mei 2024 - 17:14 WIB

Presiden Iran Meninggal Kecelakaan Heli, Puluhan Ribu Orang Hadiri Pemakaman Raisi

Rabu, 15 Mei 2024 - 22:17 WIB

Tim Relawan MER-C Masih tertahan di Gaza Selatan karena pintu Rafah ditutup

Berita Terbaru